kukubima = kurang kuat, bini marah...Setahu saya, Bimo, eh Bima, itu tokoh yang lurus, lugas, jauh dari petualangan romantis macam Arjuna. Tapi entah kenapa dia dijadikan simbol kekuatan (selain kejantanan) untuk jamu yang akan dikesankan sebagai afrodisiak.

Mungkin karena kukunya, pancanaka, yang dalam posisi selipan jari tertentu akan melambangkan kopulasi.

Maka jadilah Jamu cap Kuku Bima. Padahal kalau tersugesti sebagai Bima, lantas mengidentifikasi diri sebagai sang tokoh, maka si peminum jamu akan main lugas, apa adanya, langsung serbu, tak seperti Arjuna the great womanizer itu.

Tapi, apa iya itu memang afrodisiak? Kalau kita lihat kemasannya sih nggak ada gambar karonsih maupun suasana asmaradana. Lha wong gambar orang ngangkat halter gitu kok dihubungkan sama “bikin cinta”.

Kuku Bima, katanya, “kurang kuat, bini marah”. Jayus, garing, tapi mestinya ungkapan itu layak diensiklopedikan, supaya 50 tahun mendatang orang bisa terbahak.

(Pindahan dari tempat lama)

 

One Response to Tancep Terus, Mas Bimo!

  1. fiq INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Kuku Bima kan bisa diartikan :
    KUrang KUat BIni MArah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>