Don’t Forget Isep Klembak Menyan, Jangan Kaget Kalo Dianggep Kuburan
Sungguh hebat para perokok klembak menyan itu. Sudah tambakaunya pekat, dengan kandungan tar dan nikotin melebihi toleransi, eh masih diberi aroma kuburan pula. Hebat kan?
Mereka nggak pusing, nggak mual, bahkan terbatuk pun tidak. Entah dari dewa apa daya tahan itu datang.
Dari jarak 30 meter (kalau anginnya membantu) aroma klembak menyan ini akan tercium.
Para perokoknya ada di wilayah Dulangmas (Kedu, Magelang, Banyumas), yaitu wilayah yang pelat nomor kendaraannya berawalan AA dan R. Di wilayah lain juga ada yang doyan, tapi sedikit.
Sekarang pengisap rokok sesaji ini semakin menipis. Anak muda pedesaan hanya doyan rokok berfilter. Di kawasan Mageleng dan pinggiran Yogyakarta, rokok pemusing-pemual yang pernah popular adalah Djolali, bikinan Mas Bustami.
Saya pernah ke rumah yang merangkap pabrik (tanpa cerobong lho) milik Mas Bustami, dekat Terminal Bus Muntilan, mau kenalan, tapi dia lagi ke luar kota. Dari Yogya saya naik taksi ke Muntilan, pingin tahu orang macam apakah yang penuh percaya diri memasang potret dalam produknya itu. Ternyata itu foto Mas — tepatnya: Pak, bahkan Mbah – Bustami tahun 70-an. Keren.
(Pindahan dari tempat lama)
6 Responses to Don’t Forget Isep Klembak Menyan, Jangan Kaget Kalo Dianggep Kuburan
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Mirama, Andalan Semarang
September 3, 2010Ini salah satu merek klasik kecap bikinan Semarang: Mirama. Desain etiketnya, maksud saya labelnya, bersahaja tapi kuat. Hanya ada dua warna di atas putih kertas, yaitu hijau untuk logotype (tipografinya mungkin mengarang sendiri) dan cokelat muda yang menjadi latar berbatik. Begitu bersahajanya sehingga tanggal kadulawarsa cukup dicap pakai numerator, sedangkan bidang untuk tanggal produksi [...]
Recent Comments
- sule: q butuh plstk jerapah ukuran 7-20.tolong hub saya bagi y menyediakan.trms
- patricia: untuk cari platesin merk ini bs cb buka di web : http://akarsanaagung.wordpress .com
- dwi si topi miring: mantaf
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







[...] pernah ada industri rokok, dan salah satu yang bertahan sampai sekarang adalah klembak menyan Djolali warisan Pak Bustami. Masih di wilayah Dulangmas, ada rokok Djeruk di Magelang dan Sintren di [...]
Ehh, itu kan eyang saya ..
Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
Ehh, itu kan eyang saya ..
Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
[...] Dari segi pilihan nama, merek dagang ini bersaudara dengan Ojo Lali (Jawa: Jangan Lupa). Ada Djolali yang sigaret klembak menyan. Ada pula Ojo Lali yang toko pernik dekorasi ruang di Kemang Timur, Jakarta Selatan (masih ada nggak ya?). Entahlah bagaimana dengan ojolali.com. [...]
Ini rokoknya paranormal atawa dukun ya paman?
itu koes plus ya pakde?