Bidadari Bersahaja
Bidadari dari Bojonegoro, Jawa Timur [atau Cepu, Jawa Tengah?], negerinya Imponk, ini memang tampil bersahaja.
Cuma satu warna [maksud saya dua warna: pink dan putih]. Hasil cetak saring (sablon) pula.
Tercetak di atas kertas HVS 70 gram. Kualitas klise [saringan] yang kurang bagus. Gosokan rakel kurang merata.
Art work-nya memberi kesan diset pakai Rugos. Boleh jadi penggambaran bidadarinya menggunakan drafting pen [kalau Anda menyebut "rapido", itu merek, bukan nama benda] di atas 0,5 mm, atau bahkan mungkin pakai semacam “boxy” [lha kalau ini memang merek yang jadi benda].
Tapi di mata saya label ini tetap indah. Naif sekaligus jujur. Apa adanya. Dan rada cuek terhadap gambaran tradisional [memangnya ada?] tentang bidadari seperti dalam cerita Jaka Tarub.
Lihatlah gaunnya. Juga mahkotanya. Panjang rambutnya? Jauh melebihi model iklan Sunsilk dari versi ke versi. Apa nggak capek tuh ngerawatnya? Pelaksana creambath di salon harus dikasih tip gede kalau kedatangan mereka. Kalau nggak, begitu mereka nongol akan muncul bisik-bisik, “Yah, mereka lagi. Capek ngurusinnya.”
Sebuah tafsir terhadap imaji tentang bidadari merah jambu dari pinggir hutan jati. Bidadari berwarna kesumba…
NB: Tipografinya sangat percaya diri kan?