Raja Turki ala Stamboelan

Korek api keluaran tahun 90-an ini memakai merek dari dunia lama: Radja Stamboel. Setahu saya, kata “stamboel” berasal dari kata Istanbul [Konstantinopel], Turki, yang pada masa Hindia Belanda dicomot untuk menamai jenis pertunjukan sandiwara musikal melayu yang mementaskan cerita menak dari Timur Tengah.

Bahwa Turki tak sepenuhnya [atau bukan?] Timur Tengah, bahkan separuh Eropa[h], tentu lain perkara. Saya tak tahu, apakah penggunaan merek Radja Stamboel ini masih menghadirkan makna di benak konsumen masa kini.

“Stamboelan”, sebagai sebutan untuk gaya pentas stamboel, termasuk lagunya [kalau tak salah sejenis keroncong], pun sudah jarang dikenal. Tapi segagah dan seberwibawa apapun seorang Radja Stamboel, dia tetaplah raja semalam — tepatnya raja sekian jam — karena sebelum dan setamat pentas dia hanya aktor dari sebuah sandiwara keliling.

Mungkin kita perlu bertanya kepada anggota rombongan Miss Tjijtjih [terakhir, setahu saya, markas mereka di Teluk Gong, Jakarta Utara, setelah tergusur dari Cempaka Putih, Jakarta Pusat], bukan Miss Cici. :D

 

One Response to Raja Turki

  1. Mhd Wahyu NZ INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    :D…
    Melihat gambar korek ini membuat saya benar-benar tertawa…
    Menertawakan diri sendiri yg rupanya sudah melupakan barang yg satu ini pernah ada, dan dulu sangat akrab.
    Salut…

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>