Masa Lalu yang Manis? Masa Kini yang Keras-pahit?

1 November 2004 @ 20:25:43

gula pasir cap gulaku sugar group

Saya tak tahu kenapa gula terkemas dari Sugar Group [layanan pelanggan: 021 572 2678] yang dipasarkan mulai tahun 2000-an ini memakai desain vintage. Supaya lebih manis? Lidah payah saya pernah mendapati, sesendok teh gula putih ini dan sesendok teh gula mangkak tanpa merek, lebih manis yang kedua.

Gula. Tepatnya: gula pasir. Sering jadi masalah karena jadi barang selundupan. Para dokter pun menganjurkan pembatasan untuk penderita diabetes. Karena gula pasir maka kita mengenal tebu sebagai bagian dari tanam paksa [tapi Steve Liem, eh Teguh Karya, dalam November 1828 menampilkan patebon di Bantul, padahal tebu baru masuk pada 1870, sebelum Perang Diponegoro yang jadi latar waktu film].

Karena tebu pula kita punya industri yang [saat itu] modern, yaitu pabrik-pabrik gula, tapi [calon] bangkainya kini menarik untuk eksplorasi fotografis. Lantaran gula, terbentulah Akademi Gula Negara yang sekarang bernama Lembaga Pendidikan Perkebunan di Balapan, Yogyakarta. Orang laboratorium gula didikan lembaga itu dulunya dijuluki “dokter gula” karena selalu pakai baju panjang putih ala praktikum labo.

Dari gula terciptalah sejarah Oey Tiong Ham, taipan multinasional pertama di pra-Indonesia [kalau tak salah, RNI yang BUMN di Mega Kuningan itu, adalah salah satu warisannya].

Masih menyangkut gula, maka dua seteru menandatangani perjanjian jual beli perusahaan tanpa tatap muka, yaitu Anthony Salim dan “salah satu putra mahkota taipan lain”. Direktur kedua belah pihak harus naik-turun lift bawa segepok dokumen sebelum para bos yang berseteru menandatangani akta yang melibatkan BPPN via Holdiko itu.

One Response

  1. fathi Says:

    kenapa semuanya ttg gula??? makasih infonya, aku jd tau seluk beluk ttg gula.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)