Cegluk, Hijau Kesumba
Ada merah kesumba, karena kesumba sebagai pewarna memang merah. Sejak itu semua pewarna adalah kesumba [Jawa: sumba, somba]. Bahwa ada warna lain, itu bukan soal.
Kesumba adalah pewarna makanan, karena mata manusia [normal] yang tidak monokrom itu diandaikan akan merangsang otak setelah terpapari makanan yang berwarna-warni.
Jajanan pasar tradisional maupun jajanan modern bikinan pabrik [faktanya: keduanya bisa dijual di pasar yang sama] juga butuh pewarna. Yang menyedihkan, ada saja produsen jajanan [home industry?] yang menggunakan pewarna sembarangan. Temuan masa lampau oleh YLKI maupun Ditjen POM Depkes malah mendapati makanan dengan pewarna tekstil!
Saya tak tahu apakah pewarna ini aman. Disebut terdaftar, tapi di mana? Kantor Dinas Perdagangan setempat? Depkes? FDA? Tampaknya pewarna ini cukup sakti, biarpun sudah dikantongi plastik, baru kemudian dibungkus kertas, masih saja taburan ronanya nyêlèprèt. Jemari pemegang bungkus akan langsung kehijauan, apalagi jika berkeringat.
Apapun warnanya, apapun rasa penganannya, merek Stoples menjanjikan ini: sedikit bisa menjadi banyak, menggenang dalam wadah bening siap ciduk, sehingga mengundang cegluk.