Goyang, Colek, Bersih
Goyang. Gitek. Geyol. Itulah intisari jaipong. Apakah dapat diterapkan untuk mesin cuci?
Ah, drum mesin cuci cuma spinning biasa. Cepat tapi tak bergoyang, dan tetap di tempat. Makin tinggi putarannya maka kotak mesin cuci malah tenang.
Kalau Jaipong jadi merek krim deterjen, apa ada hubungannya dengan colek?
Ada. Krim deterjen juga disebut sebagai “sabun colek” — sungguh penamaan yang lucu tapi mengena.
Natana, sang penyumbang gambar label [lagi: terima kasih, Ana!], melaporkan begini…
“Rasanya aneh juga! Terlintas tanya di benak, apa hubungannya perempuan yang menari dengan sabun untuk nyuci baju atau nyuci piring itu? Atau barangkali karena sabun itu diproduksi di Bandung. Bandung identik dengan sunda. Sunda identik dengan tarian erotis, Jaipong. Ah, nggak tahu jelas. Tapi, yang kutahu, sih, sabun coleknya tidak semenarik bungkusnya. Baunya menyengat dan tidak enak, juga meninggalkan bau tak sedap di piring atawa wadah yang sudah dicuci. Nyucinya pun tidak nyaman. Tanganpun jadi panas. Aku menemukan sabun itu di rumah (di kampungku). Ibuku yang beli. Beliau bilang, harganya lebih murah dan bisa hemat dibandingkan sabun yang biasa kugunakan.”
Kampung yang dimaksud si mojang pemukim Bandung itu adalah Kecamatan Maja, Kabupaten Majalengka, Jawa Barat.
“…di kampungku, sabun ini banyak digemari, loh. Barangkali banyak yang terhipnotis oleh perempuan penari Jaipong itu, ya, hehehe”.