Zwingggg…. Berayun Ayun Ayun Ayuuunnnn

16 December 2004 @ 13:05:34

teh cap bandulan

Ada saja yang ajaib dari merek teh. Kalau kita sok bercanggih-canggih dalam menerka maksud si pemilik merek, maka boleh jadi malah nggak akan nemu hasil.

Lha gimana, dunia anak-anak ternyata bisa dijadikan merek teh. Itu sesuatu, yang setahu saya, jarang. Memang sih bisa muncul gugatan: mereknya itu “bandulan” atau “anak main bandulan?”

Sajian gambarnya juga unik, menyerupai ilustrasi buku anak-anak dan mural di tembok pagar taman kanak-kanak, padahal tak ada keterangan semacam “ini teh bagus buat kesehatan putra-putri Tuan dan Nyonya”.

Sebuah gaya yang naif kadang memang memancarkan kejujuran — tapi orang sinis akan bilang, “gaya naif mencerminkan kesembronoan dan kedangkalan”.

Seolah tak ada bidang yang masih sanggup memuat teks, maka tulisan “Depkes RI…” ditaruh di tiang ayunan.

Sungguh sebuah bungkus yang memikat. Mana tehnya dijanjikan “wangi” dan “harum” [lha apa bedanya?] pula. Sebuah hasil dari proses “pemasakan” — bukan “pabrik” maupun “pengolahan”.

Jangan-jangan si juragan teh memang mencoba menyodorkan istilah yang spesifik untuk industri teh, sama seperti “brewery” untuk bir, “winery” untuk anggur, “bakery” untuk roti, “confectionery” untuk permen + manisan, dan seterusnya…

Tapi, ya tapi, kenapa bukan “patehan”? Di Yogya ada kampung bernama Patehan, dulunya tempat untuk mengolah teh untuk Keraton.

2 Responses

  1. Harumnya Teh Walini at DHIKA DG Says:

    [...] Saya agak ‘curiga’ apakah ini benar imbalan atau si perca tengah memprovokasi saya untuk buka kedai teh. Rasa teh walini memang ‘berat’ dibanding teh yang sudah kadung masyhur yang saya sebutkan dimuka, cuma tetap belum mampu mengalahkan rasa teh bandulan khas Pekalongan yang bau pemasakannya tiap pagi menyeruak ke ruang-ruang kelas sewaktu saya masih sma karena memang pabriknya persis di sebelah Smansa Pekalongan, tempat saya menghabiskan masa remaja saya yang culun punya. [...]

  2. Krismartiono Says:

    Buat saya teh ini sangat special karena saat diminum selain aroma dan rasa nya sangat sedap, juga dapat membuat saya terkenang saat saya remaja di mana pada saat itu saya berada di pekalongan dan berteman sangat dekat dengan si pemilik pabrik teh ini..your is the best friend will..

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)