teh cap bandulan

Ada saja yang ajaib dari merek teh. Kalau kita sok bercanggih-canggih dalam menerka maksud si pemilik merek, maka boleh jadi malah nggak akan nemu hasil.

Lha gimana, dunia anak-anak ternyata bisa dijadikan merek teh. Itu sesuatu, yang setahu saya, jarang. Memang sih bisa muncul gugatan: mereknya itu “bandulan” atau “anak main bandulan?”

Sajian gambarnya juga unik, menyerupai ilustrasi buku anak-anak dan mural di tembok pagar taman kanak-kanak, padahal tak ada keterangan semacam “ini teh bagus buat kesehatan putra-putri Tuan dan Nyonya”.

Sebuah gaya yang naif kadang memang memancarkan kejujuran — tapi orang sinis akan bilang, “gaya naif mencerminkan kesembronoan dan kedangkalan”.

Seolah tak ada bidang yang masih sanggup memuat teks, maka tulisan “Depkes RI…” ditaruh di tiang ayunan.

Sungguh sebuah bungkus yang memikat. Mana tehnya dijanjikan “wangi” dan “harum” [lha apa bedanya?] pula. Sebuah hasil dari proses “pemasakan” — bukan “pabrik” maupun “pengolahan”.

Jangan-jangan si juragan teh memang mencoba menyodorkan istilah yang spesifik untuk industri teh, sama seperti “brewery” untuk bir, “winery” untuk anggur, “bakery” untuk roti, “confectionery” untuk permen + manisan, dan seterusnya…

Tapi, ya tapi, kenapa bukan “patehan”? Di Yogya ada kampung bernama Patehan, dulunya tempat untuk mengolah teh untuk Keraton.

 

3 Responses to Zwingggg…. Berayun Ayun Ayun Ayuuunnnn

  1. Bambang INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    Tolong alamat dan no telp teh bandulan yg di Jakarta. Tks

  2. Krismartiono INDONESIA Internet Explorer Windows says:

    Buat saya teh ini sangat special karena saat diminum selain aroma dan rasa nya sangat sedap, juga dapat membuat saya terkenang saat saya remaja di mana pada saat itu saya berada di pekalongan dan berteman sangat dekat dengan si pemilik pabrik teh ini..your is the best friend will..

  3. [...] Saya agak ‘curiga’ apakah ini benar imbalan atau si perca tengah memprovokasi saya untuk buka kedai teh. Rasa teh walini memang ‘berat’ dibanding teh yang sudah kadung masyhur yang saya sebutkan dimuka, cuma tetap belum mampu mengalahkan rasa teh bandulan khas Pekalongan yang bau pemasakannya tiap pagi menyeruak ke ruang-ruang kelas sewaktu saya masih sma karena memang pabriknya persis di sebelah Smansa Pekalongan, tempat saya menghabiskan masa remaja saya yang culun punya. [...]

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>