Kembali menjadi gadis? Hmmmm…

31 January 2005 @ 0:57:48

Monalisa, bukan Mona Lisa [1479-1528]. Nama yang kedua itu simbol kecantikan, menurut pengagum Leonardo da Vinci [1452-1519]. Mona Lisa kemudian bernama La Giocinda setelah diperistri Francesco del Giocondo. Diduga Mona Lisa dilukis sekitar 1503-1505, di Florence, Italia. Terkabar da Vinci amat mengagumi kecantikan Mona Lisa, sehingga ke mana pun dia pergi, lukisan cat minyak di atas kayu seukuran 77 cm x 53 cm itu pun dibawanya, sampai kemudian dibeli oleh orang Prancis. Mungkin karena alasan itulah maka PJ Jaspuri [PO Box 4944 Jakarta, menurut bungkus -- tanpa kode pos] bikin jamu Monalisa yang “for women only“, dengan janji bisa “kembali [menjadi] gadis”. Entah apa maksudnya. Saya juga kurang tahu apakah si produsen membuat jamu untuk pria dengan janji “kembali [menjadi] jejaka [culun]“. Lho siapa tahu kan? Tapi hmmmm… coba lihat ilustrasinya. Pose mengangkat lengan yang terbuka, dengan dagu terangkat, muka agak tengadah, kalau saya tak salah tebak, adalah gaya modern. Belum jamak pada masa renaisans. Gaya mengangkat lengan itu, konon, sensual — mana pakai setengah terpejam pula [dan lehernya jenjang, lagi]. Disukai pria gitu. Tak percaya? Lihat saja foto para model di internet dan majalah pria. :)

NB: Seperti umumnya galian singset, jamu ini juga bertuliskan “khusus untuk wanita”– tapi tak dijelaskan apa bahayanya jika diminum oleh pria :D Bandingkan dengan obat flu yang memuat peringatan bisa bikin ngantuk, berbahaya bagai orang yang menjalankan mesin. :)

Kesan industrial

29 January 2005 @ 12:44:17

koffie boeboek tjap tajngkir magelangNamanya sok klasik: koffie boeboek. Terbikin oleh Podoredjo Magelang, Jawa Tengah. Mereknya? Dekat dengan kopi: Tjangkir.

Orang Jawa yang kurang kerjaan mengartikan cangkir sebagai “nyencang ing pikir“. Biasa, othak-athik gathuk. Ini dan itu dihubung-hubungkan biar ketemu.

Lantas apa menariknya? Selain gambar cangkir — sesuai merek, kan? — ada pula gambar pabrik, tapi tanpa cerobong tinggi bak pabrik gula. Nah izinkanlah saya secara sewenang-wenang menuduh, bahwa cara ini ditempuh untuk mengesankan konsumen bahwa kopi ini adalah olahan pabrik besar. Artinya ada jaminan kualitas dan kegagahan.

Apa iya pabriknya sebesar itu? Maaf lho Pak Juragan, jangan marah. Namanya juga pemulung yang suka membual, sok tahu pula. Jika Anda orang Magelang, mungkin bisa memberikan pencerahan kepada saya dan pembaca lain. :)

Bersahaja, Percaya Diri

29 January 2005 @ 12:33:59

kertas sigaret cap segi-tiga

Dia, wong Solo itu, bukan Lesab yang gagah. Bukan pula Bustami Djolali yang funky. Dia, wong Solo itu, tampil apa adanya, seperti foto untuk KTP. Pemilhan mereknya pun simpel: Segi-Tiga. Anehnya si segitiga tak muncul sebagai ikon utama, tunggal, melainkan sebagai latar, dengan tambahan empat kembang mirip sakura [atau maksudnya cengkeh?]. Ah yang penting kan Karya Djaja, paling baik pula. Ingat, ya: “paling baik”. Merek lain, produk lain, benda lain, umumnya lebih suka kata “terbaik”.

Penari, penyanyi, penari-penyanyi

29 January 2005 @ 12:30:59

rokok klembak menyan cap sintrenYang satu adalah kertas sigaret, bergambar penari sedang bersimpuh, tapi mereknya Sinden. Yang lainnya adalah rokok siong atau klembak menyan yang baunya bikin mabuk dan [menurut gurauan] bisa mengundang setan — gile, paru-paru dijadiin nisan kuburan. Pesinden dan sintren, adalah primadona yang menjadi magnet dalam tontonan rakyat. Penonton pria terbuai dan mabuk asmara mapun mabuk ciu karena mereka. Bagi penikmatnya, mereka adalah simbol pemanjaan dorongan hedonistis. Sama seperti orang merokok: semata demi kenikmatan, bahkan rokok secara medis tak membawa faedah. Tapi ya itulah, mereka layak diper-merek-kan. Lantas kenapa ada “Extra” dalam Sinden? Apanya yang ekstra? Terus kenapa pesinden bergaya seperti penari? Apakah dia kerja rangkap seperti penyayi modern: ya menyanyi, ya menari?

rokok klembak menyan cap sintren

Cinta dan Ketiak

28 January 2005 @ 12:47:15

obat bau ketiakSaya menemukan ini di toilet kantor lama, sekitar 1995. Saya pikir kantong abate untu membasmi jentik nyamuk. Setelah saya amati ternyata… aha! Obat ketek!

Karena saya waktu itu belum dapat mengendalikan diri maka saya tenteng barang itu sambil teriak-teriak, “Hayo ngaku, siapa yang barusan pakai ini di toilet?”

Mendadak nongollah anak baru itu, si culun dari Yogya, sambil senyum tersipu. “Itu tadi saya, Mas. Bagus kok buat ngilangin bau,” katanya.

Saya segera maklum. Dia memang harus mengusir bau, karena sore selepas kantor akan kencan dengan sekretaris kantor kami, cewek Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, si jomblo yang ayu menik-menik itu. Orang usil dan dengki berkomentar, kok mau sih si cewek sama dia?

And they live happily ever after, punya dua anak. Mungkin berkat power MBK Powder. Apa itu MBK? Menghilangkan Bau Ketiak. Waks!

NB: Ketika saya membuatkan newsletter untuk undangan pernikahan mereka, si cewek mengaku dan boleh dikutip, bahwa dia tertarik kepada si cowok karena keluguannya… Oh cinta! The power of love, the power of obat ketek…

Next »

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)