Plombir atawa Pening: Masihkah Bikin Pusing?

14 January 2005 @ 13:14:34

pening atawa plombirOrang jawa bilang “pè-nêng”. Bahasa Indonesia menyebutnya plombir atau pening [ya, sama dengan pening sakit kepala itu]. Mungkin dari bahasa Belanda “penning” yang dieja seperti orang Jawa menyebutnya. Sejenis seal, begitulah.

Buat apa? Ya buat bukti bahwa si pembeli yang menempelkan barang itu di sepedanya [juga becak, gerobak dan dokar] sudah membayar pajak kendaraan untuk pemerintah kota atau kabupaten.

Dulu berupa gambar yang untuk menempelkannya harus direndam di air. Mereka yang sayang mengotori sepedanya dengan tempelan memilih memasukkan stiker utuh, yang belum terendam, ke dalam kap lampu sepeda.

Akhirnya bentuk pening berkembang, berupa stiker kertas bersablon tapi dicap nomor seri. Berapa harganya? Pada 1996 tak sampai Rp 5.000 lah.

Di mana belinya? Umumnya di jalan, saat ada razia yang dijaga oleh hansip membawa pentungan. Selain itu, dulu, langsung membeli di kantor pemda juga bisa.

Saya belum tahu, masih adakah dokumentasi neraca kas pemda yang mencantumkan berapa rupiah nilai pamasukan dari plombir ini, lantas berapa persennya dari pendapatan asli daerah.

Dulu waktu saya masih bocah, selain membeli pening sepeda di kantor walikota saya juga harus membeli pening untuk anjing saya. Tapi nyatanya tak ada penangkap anjing liar seperti yang beberapa kali diperankan oleh Donal Bebek.

Mungkin lantaran walikota saya, di kota kecil di kaki Gunung Merbabu itu [bukan Kudus, lho], itu tak bernama Cornelis Prul. Yang ada malah maling anjing. Salah satunya bernama Slamet Tenggik, dari kampung Kalicacing. Mungkin dia tetangganya Pak Pokijan.

2 Responses

  1. blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Rumah Monyet dan Pening Anjing Says:

    [...] Terhadap pening atau plombir sepeda, beberapa kota di Indonesia masih menerapkannya, bila perlu dengan razia yang sering disebut “cegatan”. Tapi razia untuk anjing liar tampaknya tak ada — atau jarang. Mungkin perlu bantuan penghuni kandang monyet? [...]

  2. Tigun Wibisana Says:

    Apakah pening/plombir sepeda ini hingga sekarang masih ada di Indonesia? Adakah teman-teman yang bisa membantu mencarikan beberapa koleksi pening ini? Tentunya ongkos kirim dan harganya akan saya ganti. Saya adalah anggota sebuah LSM yang bergerak dlm hal Transportasi Alternative di USA dan memerlukan beberapa koleksi pajak sepeda dari berbagai penjuru dunia. Terima kasih atas perhatian kawan-kawan semua.

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)