Plombir atawa Pening: Masihkah Bikin Pusing?
Orang jawa bilang “pè-nêng”. Bahasa Indonesia menyebutnya plombir atau pening [ya, sama dengan pening sakit kepala itu]. Mungkin dari bahasa Belanda “penning” yang dieja seperti orang Jawa menyebutnya. Sejenis seal, begitulah.
Buat apa? Ya buat bukti bahwa si pembeli yang menempelkan barang itu di sepedanya [juga becak, gerobak dan dokar] sudah membayar pajak kendaraan untuk pemerintah kota atau kabupaten.
Dulu berupa gambar yang untuk menempelkannya harus direndam di air. Mereka yang sayang mengotori sepedanya dengan tempelan memilih memasukkan stiker utuh, yang belum terendam, ke dalam kap lampu sepeda.
Akhirnya bentuk pening berkembang, berupa stiker kertas bersablon tapi dicap nomor seri. Berapa harganya? Pada 1996 tak sampai Rp 5.000 lah.
Di mana belinya? Umumnya di jalan, saat ada razia yang dijaga oleh hansip membawa pentungan. Selain itu, dulu, langsung membeli di kantor pemda juga bisa.
Saya belum tahu, masih adakah dokumentasi neraca kas pemda yang mencantumkan berapa rupiah nilai pamasukan dari plombir ini, lantas berapa persennya dari pendapatan asli daerah.
Dulu waktu saya masih bocah, selain membeli pening sepeda di kantor walikota saya juga harus membeli pening untuk anjing saya. Tapi nyatanya tak ada penangkap anjing liar seperti yang beberapa kali diperankan oleh Donal Bebek.
Mungkin lantaran walikota saya, di kota kecil di kaki Gunung Merbabu itu [bukan Kudus, lho], itu tak bernama Cornelis Prul. Yang ada malah maling anjing. Salah satunya bernama Slamet Tenggik, dari kampung Kalicacing. Mungkin dia tetangganya Pak Pokijan.
4 Responses to Plombir atawa Pening: Masihkah Bikin Pusing?
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
How R.U. Pak Lesab? “Extra Fine, Thanx Lho!”
October 14, 2004Johnny Walker. Jack Daniel’s. Kita boleh tak peduli sosok kedua nama itu karena tak tahu sejarahnya. Yang penting mereka itu kesohor.
Lantas siapa Pak Lesab? Saya juga nggak tahu who’s that guy. A local hero? Wah nanti dulu, local mana? Saya nggak tahu itu kertas sigaret kelas “extra fine” bikinan daerah mana.
Sekarang tataplah Pak [...]
Recent Comments
- sule: q butuh plstk jerapah ukuran 7-20.tolong hub saya bagi y menyediakan.trms
- patricia: untuk cari platesin merk ini bs cb buka di web : http://akarsanaagung.wordpress .com
- dwi si topi miring: mantaf
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







dulu di kampung saya disebutnya peneng. kalo pas ada cegatan, solidaritas pesepeda langsung saling mengingatkan sepanjang jalan. “ada cegatan di pasar!”. tiap pesepeda langsung sibuk meriksa, punya peneng belum. apalagi bagi pemakai sepeda pinjeman. ada trik di kalangan pesepeda untuk ngakali biar bayar satu peneng untuk dua sepeda. penengnya disobek dua lalu ditempel di bong dua sepeda, separuh-separuh. kalo ditanya petugas cegatan tinggal bilang kalau penengnya kesobek tinggal separuh. ada juga yang niat ngerjain. penengnya ditempel ditempat tersembunyi. bisa dibalik bong sepeda ngadep ke bawah kadang-kadang dibalik sadel! hehehe… bentuk kekesalan (perlawanan?) orang kecil yang capek dipakjeki macem2.
[...] Gambar plombir kapundhut saka kéné [...]
Apakah pening/plombir sepeda ini hingga sekarang masih ada di Indonesia? Adakah teman-teman yang bisa membantu mencarikan beberapa koleksi pening ini? Tentunya ongkos kirim dan harganya akan saya ganti. Saya adalah anggota sebuah LSM yang bergerak dlm hal Transportasi Alternative di USA dan memerlukan beberapa koleksi pajak sepeda dari berbagai penjuru dunia. Terima kasih atas perhatian kawan-kawan semua.
[...] Terhadap pening atau plombir sepeda, beberapa kota di Indonesia masih menerapkannya, bila perlu dengan razia yang sering disebut “cegatan”. Tapi razia untuk anjing liar tampaknya tak ada — atau jarang. Mungkin perlu bantuan penghuni kandang monyet? [...]