4 February 2005 @ 0:54:30
O, Achilles nan tampan, gagah dan berani! Kejohanan mengalir dari ayahandamu, Peleus sang Raja Myrmidon. Pesona diri kau petik dari ibumu, Thetis si peri samudera. Hati wanita kau tundukkan. Musuh ganas kau taklukkan. Tapi sekali waktu kau tolak perang karena hatimu tertambat oleh si cantik Polyxena dari Troya. Ada kelemahan atas nama cinta dalam dirimu. Ada pula kelemahan lain di balik kedigdayaanmu. Entah siapa yang abai dan sembrono sehingga tumitmu kau biarkan terbuka, tanpa terbasuh air sakti. Otot tumitmu robek, ada yang mewartakan karena panah Paris anak Raja Troya, ada yang mengabarkan lantaran pisau, dan ajal pun menghampirimu. Orang mengenangmu untuk menamai salah satu tendon. Adakah pengusaha hunkue dari Jakarta juga mengenangmu sambil membayangkan kaki para buruhnya di kebun aren? Dari sanalah datangnya sumber tepung untuk ongol-ongol. Ketika tersusupi oleh vanili jadilah serbuk bau wangi. O Achilles! O, hunkue! Alangkah jauhnya Thessalia di Yunani dengan Jakarta di Tanah Jawa.
One Response
Leave a Comment
April 25th, 2007 at 5:19 pm
waa, hungkwe! waktu kecil ibu saya suka mbikinin kue dari tepung ini, sebelum kemudian saya bisa bikin sendiri sambil dolanan.
waktu sd, tepung ini makin terasa manfaatnya bagi saya dan teman-teman: buat pelicin main karambol:)