Wenter adalah cara sederhana sebagian masyarakat kita untuk bergaya. Silakan Anda tengok bualan saya tempo hari tentang wenter cap Kresno. Lantas bagaimana dengan wenter atau wentol cap Kalkun? Soal pilihan merek saya anggap ajaib, karena kalkun yang bukan dari Turki itu tak kita akrabi selayaknya kita mengakrabi ayam. Selain soal daging, kalkun [dari bahasa Belanda: kalkoen] yang tambun dan bersuara klok-klok-klok itu melambangkan apa sih? Tapi, ah, itu terserah si produsenlah. Soal fungsi, sudah jelas: “membaharui warna pakaian”. Yang belum jelas adalah kenapa ada “mbangun-trisno” [membangun kasih]? Sandang dengan warna baru, termasuk “kuning podang”, selain lebih hemat [pada saat produk garmen/konveksi masih mahal], mungkin juga diharapkan akan membawa tebaran kasih sayang yang mempersegar, yang memperbarui. A renewable love, begitulah. Selamat Hari Valentin[e]!
12
Feb
Warna itu kasih
posted by Antyo in Rumah tangga and have Comment (1)
One Response to “Warna itu kasih”
Place your comment
Please fill your data and comment below.
Gombal Disclaimer
Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Recent Comments
- mpokb: Baru ini saya lihat batik jadi motif botol kecap....
- mawi wijna: warna hijau sebab botolnya hijau warna coklat...
- Berlin: Menurut saya ada tiga warna, Paman. Hijau pada...
- Brotoadmojo: itu yang mahal bayar modelnya Paman, jempol...
- molly: Eh Paman, saya nih udah lama banget gak makan...
- mpokb: ck ck.. kadang pengamen atau peminta-minta aja...
- tongki: katanya sih antaboga juga yang jadi biang kerok...
- Antyo: Suwun. Saya baru tahu, eh dengar, ada kucica batu....
- Mbilung: Gambarnya lebih mirip kucica batu (Copsychus...
- luwak: di sini ada pawang luwak ya? =’.'=
- mpokb: ya masih lah… :) btw, ternyata gombalabel...
- Antyo: @mpokb: Eheeee masih inget aja. :)
- Antyo: @mawi: itu namanya burung mbonceng :D
- Antyo: @mpokb: Merpati? Mungkin. Saya belum nanya ke ahli...
- Antyo: @mawi: MUI menjawab pertanyaan produsen kopi. Diam...
- Antyo: Iya, saya dengar memang luwak tangkaran. Perlu...
- Antyo: @molly: wah mahal ini apalagi kalo ditempatmu jadi...
- mawi wijna: wekekekeke, ngakak baca komennya Antok...
- mawi wijna: mungkin lebih tepat burung nangkring (lha itu...
- mpokb: ya ampuun.. postingan ini.. dulu masih di blog...
-
Recent Posts
- Mirama, Andalan Semarang
- Jempol Maemunah
- Pro-kontra Kopi Luwak
- Korek Naga
- Pokoknya Burung
- Air Singa
- Plastik Bis
- Untuk Penggemar Bal-balan
- Karak Israel? Bukan, ini dari Solo
- Harmonika cap Kucing dan Monyet
- Wingko Meniko Menarik Gerbong
- “Ef En EN”, Soda Klasik
- Diproduksi oleh Induk Ayam, Dikemas oleh Anaknya
- Permen Asem Seribuan
- Getuk Karya Pak Gito
Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (4)
- Kosmetik (4)
- Lain-lain (7)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (102)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (19)
- Rumah tangga (16)
- Transportasi (3)
- Uncategorized (4)
Archives
- September 2010 (1)
- July 2010 (6)
- June 2010 (2)
- April 2010 (2)
- March 2010 (6)
- October 2009 (1)
- August 2009 (10)
- July 2009 (1)
- June 2009 (1)
- May 2009 (1)
- June 2008 (5)
- February 2008 (1)
- November 2007 (1)
- September 2007 (6)
- August 2007 (1)
- July 2007 (1)
- March 2007 (18)
- February 2007 (4)
- January 2007 (3)
- December 2006 (8)
- November 2006 (1)
- October 2006 (1)
- September 2006 (2)
- August 2006 (1)
- July 2006 (1)
- January 2006 (1)
- December 2005 (1)
- October 2005 (1)
- September 2005 (6)
- August 2005 (3)
- July 2005 (1)
- June 2005 (2)
- May 2005 (2)
- April 2005 (1)
- March 2005 (2)
- February 2005 (6)
- January 2005 (11)
- December 2004 (7)
- November 2004 (8)
- October 2004 (20)
© label.blogombal.org 2009 | Created by Get a Custom Design.
Powered by WordPress
[...] Wenter atau wentol, Anda pernah dengar? Baiklah saya jelaskan. Itu bubuk pewarna untuk dicampur air mendidih, yang dipakai untuk merendam kain dan pakaian yang akan diwarnai. Memang itulah fashion orang tempo doeloe, dari zaman kesrakat (miskin). Cerita lain ada di sana. Lantas kenapa bisa pindah ke kaos? Seorang desainer grafis, namanya Enrico Halim, yang juga dosen seni rupa di Universitas Tarumanegara, memindahkan romantisisme itu ke dalam kaos untuk merintis museum desain grafis Indonesia. [...]