Cokelat Kukuruyuk

9 March 2005 @ 0:34:41

Image hosted by Photobucket.com Bantulah saya untuk mendapatkan padanan bagi kata “cokelat” sebagai warna. Mestinya ada. Tapi keterbatasan bahasa dalam diri saya mengakibatkan saya mentok di lorong kata.

Cokelat. Coklat. Soklat, kata orang Jawa. Artinya merah kehitaman. Cokelat juga berarti makanan atau minuman, atau bubuk, yang berbahan dasar biji kakao [Theobroma cacao].

Memang cokelat itu barang asing yang akhirnya membumi, sehingga brown, bruin, braun adalah cokelat, dan chocolate adalah cokelat.

Kemampuan berbahasa kitalah, lisan maupun tulis, yang membuat kita dapat membedakan cokelat sebagai warna dan cokelat sebagai apapun yang berasal dari kakao, tergantung konteks kalimat.

Tentu Brown, de Bruin, Braun, sebagai nama marga, tak kita Indonesiakan menjadi James Cokelat, Jan de Cokelat, dan seterusnya.

Saya belum tahu pasti apakah tanaman cokelat juga bagian dari paket Tanam Paksa [Cultuur Stelsel] Belanda pada 1870, atau sekadar tanaman ikutan setelah itu.

Yang saya sok pasti, akibat tanaman cokelat bin kakao itu kita punya kosa kata, yang nyaris tunggal, untuk peyebutan sebuah warna dalam bahasa sehari-hari — bukan dalam bahasa desainer dan industri.

Cokelat sebagai turunan kakao kita pahami sama, apapun kelas dan cita rasanya. Mau yang kelas Swiss [harap maklum, Nestle saja berurusan dengan perkebunan cokelat dan kopi di kawasan tropis yang luasnya melebihi Swiss] maupun kelas KRL Jabotabek.

Nah yang kelas KRL ini dipasok oleh adik kita Cici. Cap Jago. Murah. Tak sampai Rp 1.000 per batang. Terbikin oleh Ceres, pabrik cokelat di Bandung, yang terkenal dengan butiran cokelat tabur. Cap Jago. Anak-anak kampung mengakrabinya. Betul-betul jago.

Sama seperti kejagoan produk berbahan kakao yang akhirnya menjadi nama warna, sehingga kata kata padanannya pun kita lupakan [bank kata di benak saya belum juga menemukannya]. Bukan soal rasa, bukan soal harga, bukan sulap, bukan sihir. Cokelat adalah asupan untuk mulut, dan cokelat adalah warna. Jago yakin akan hal itu, sehingga sampai kini belum membuat milk chocolate bar yang berwarna putih. Terima kasih, Cici. Image hosted by Photobucket.com

6 Responses

  1. mikey Says:

    Coklat Batang cap Jago, akan selalu terkenang dalam ingatan.
    Setiap waktu melihatnya selalu mengingatkanku pada masa-masa kanak-kanak yg penuh dengan kenangan indah.
    Mungkin kalau dilihat, Coklat cap Jago memang bukan coklat terkenal seperti Silverqueen, Delfi, dan coklat-coklat terkenal lainnya yang sudah merata di seluruh supermarket-supermarket terkenal di seantero indonesia. Tapi keunikannyalah yang membuat kita selalu mengenang coklat cap Jago. Pernah kutanyakan juga pada teman-temanku, ternyata mereka juga mempunyai pengalaman yang sama..
    Coklat cap Jago… Meski cuman coklat batang biasa, tapi ada goresan kenangan terukir di setiap gigitan dan rasa maniz coklatmu.

  2. Dinsa Says:

    Pengen donk nyabain cokelatnya kayaknya enak tuh. Gua demen banget ama cokelat dari kecil silverqueen lagi2 bosen gua.
    kirim donk samplenya gua kepengen ngerasaain tuh cokelat jago

  3. okano Says:

    Coklat ayam jago….kenangan manis gue waktu kecil.. serebu bisa dapet 10, buanyak banget trus makanya di atas pohon jambu…murah meriah banget. sekarang gue aga jarang liat warung yang jual coklatayam jago..

  4. okano Says:

    Yup

  5. Jukri Says:

    Hmm, ketika cepek masih begitu berarti…
    *numpang lewattt

  6. dhika Says:

    bisa minta tolong ga

    mau minta alamat+no telp delfi d bandung dong yang d jalan moh toha
    buat kunjungan

    mksi ya

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)