Pengabar Kehadiran Tamu
Orang Jawa menganggap kicauan prenjak di sekitar rumah sebagai pertanda akan datangnya tamu. Maka basa-basi tuan dan nyonya rumah saat kedatangan tamu adalah, “Pantas dari tadi prenjaknya berkicau terus…” Namanya juga basa-basi, tak perlu diuji apakah isi pernyataan benar. Apakah di sekitar rumah tujuan, yang dijepit pabrik, pasar dan terminal, masih ada prenjak [Prinia familiaris, untuk prenjak jawa, atau bar-winged prinia], itu bukan soal. Familiaris, secara paksa kita padankan saja dengan semanak: ada rasa dekat dengan sanak, bersikap sebagai sanak, serasa kerabat dekat. Teh cap Prendjak, terbikin oleh PT Panca Rasa Pratama, yang tak berkantor pusat di Jawa melainkan di Riau, mungkin ingin mengabarkan itu: kehangatan saat tuan dan nyonya rumah menyambut tetamu. Seperti Mpok Luwak, si pemberi teh ini, menyambut kerabat dengan suguhan kopinya. Terima kasih, Mpok! Jika prenjak berkicau, dan SMS menyusulkan sebuah rencana kunjungan yang memang kau nantikan, sambutkah tamu itu. Jika tidak, tolaklah, Mpok. Sayang, prenjak tak dapat mengabari calon tamu agar jangan datang karena nona rumah tak berkenan.
