Thumb Up! [Kriuk! Crisss!]
Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus.
Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat mahal, makin banyak saja kartu nama teman yang berganti kantor: “Titi Pelitahati, marketing manager, CV Semprong Kinclong Jaya”.
Semprong mudah pecah, karena kualitasnya memang kelas rakyat. Tapi tenanglah, ada warung yang menyediakannya. Meski tanpa standar industri, dan Anda cukup menggambarkan ukuran teplok, si penjual dapat memilihkan semprong yang diameternya pas dengan dudukan pada teplok.
Semprong yang mudah pecah mempermudah pemain jathilan untuk mendapatkan bahan keremusan saat kesurupan. Dalam keadaan trance mereka bisa mengeremus beling. “Kriuk! Crisss!” Lalu dilepeh “Buehhhh!” Tapi ketika semprong kian langka, pemain jathilan memanfaatkan pecahan lampu tabung [neon].
Esok ketika krisis energi kian parah, sehingga banyak rumah tangga akan berteplok, pemain jathilan akan mendapatkan jatah lamanya: semprong. Cap Jempol, dengan “kwalitet” terjamin, artinya pecahannya memang crispy.
Adakah dari Anda yang ingat cara membersihkan semprong?
October 3rd, 2006 at 4:09 pm
Sepotong kayu diujungnya di ikatkan kain halus dan bersih lalu di putar-putar pada bagian yang hitam atau rumek. Pada masa kecil biasanya tanganku yang dimasukkan kedalam lampu semprong dan di putar-putar kaca semprongnya. Namun hati-hati jika pecah bisa kena tangan.
November 25th, 2006 at 3:12 pm
Ngelap semprong menjadi pekerjaan rutinku dulu tiap sore sejak masku merantau. Kalau mrucut ya pecah. Kalau pecahnya bagian atas masih boleh dipakai kok..Btw,Saya baru ngeh kalau gambar di tempat cantelan itu kebanyakan artis cantik tapi tak dikenal (dari Cina..?)
(baru tahu ada blog ini Pak Lik, memang orang Indonesia sebenarnya banyak yg kreatif luar biasa)
March 2nd, 2007 at 6:24 pm
ada korokannya, man… serabutnya dari sabut kelapa terpilih atau ijuk yang kecil-kecil…
March 5th, 2007 at 3:13 pm
Sebelum dipergunakan Semprong Cap Jempolan yang kwalitetnya terjamin sebelum di pergunakan celupkan terlebih dahulu kedalam minyak tanah, setelah itu baru dipergunakan. Biasanya semprong banyak “ngendon” bekas asap hitam, untuk pembersihnya seh biasa dilap pake koran saja. Jadi inget kampung halaman. Apa kabar mak Pioh nenek tercinta?
May 31st, 2007 at 4:05 am
Hello! Good Site! Thanks you! icmudbeqqljm
June 4th, 2007 at 1:20 am
cfkenn