Kue tanpa Rasa Delima

Ini bikinan Malang, Jawa Timur. Namanya kue koya. Rasanya manis. Berserbuk. Berbahan antara lain kacang hijau. Saya tak tahu sejak kapan ada. Ada yang bilang tahun 60-an sudah ada. Orang Malang mungkin bisa bercerita.
Yang khas dari koya adalah cara mengemasnya. Kue pipih bundar ini ditumpuk lima kemudian dibalut dengan kertas roti. Keunikan lain: dari kemasan sudah terasa aroma oriental, maksud saya Cina; sungguh bukti keragaman Indonesia. Warna merah, buah delima sebagai merek, nama perusahaan, dan tulisan Tau Sa Ko [saya tak tahu artinya; ada yang bisa membantu?]. Sebuah kecinaan yang tak takluk oleh paksaan Orde Baru untuk berganti nama yang “mengindonesia”.
Ah, bukankah Indonesia merupakan sebuah adonan? Lebih mudah mengidentifikasi sesuatu itu “asli Jawa”, atau “asli Bugis”, ketimbang “asli Indonesia”.
September 24th, 2006 at 1:05 pm
Waduh kangen makan kue kaya’ gini… bisa dapet dimana yah?
Pakdhe’ aku ngelink blog ini ke blogku..