Pesona Istana
Pamor keraton belum pudar. Terbukti, keraton tak hanya bertahan di pentas kethoprak, tetapi juga rokok [bikinan orang dalam] dan yang terbaru: minuman instan. Dikemas modern, dalam aluminium foil, memakai bar code pula [ini simbol perdagangan masa kini], Keraton Sari Jahe yang mengenal kedaluwarsa ini bisa dijadikan minuman panas maupun dingin. Menurut pembuatnya, cocok pula untuk wedang ronde, susu, kopi, bahkan… santan!
Keraton Jahe ini dari vorstenlanden [Yogya-Sala]? Bukan. Bikinan wong Jawa Wetan, tepatnya Pandan Landung, Malang.
Dengan tambahan ginseng dan gula, sensasi apa yang ditawarkan? Sungguh percaya diri, sekaligus rendah hati, dan mungkin jujur, Usaha Dagang Addi Lestari, produsennya, tak menjanjikan apapun. Tak ada janji gombal rasa maupun khasiat, selain “cocok untuk…” dan “juga nikmat bila…”
Sungguh Jawa modern: kemasan boleh masa kini, tapi teks tak bersombong diri. Ehm, jangan-jangan inilah esensi kepriayian keraton tulen: jangan banyak membual supaya tak menjadi gombal.

June 29th, 2007 at 12:31 pm
ENAKKK BANGET !!
KEMARIN BARU COBA, PAS BANGET RASANYA BUAT YANG SUKA JAHE .