Akhirnya Jadi…
Sidodadi. Ini istilah Jawa yang sering dipakai untuk menamai usaha dagang. Bahkan pasar pun ada yang bernama Sidodadi. Artinya ya sebangsa “akhirnya jadi”, “akhirnya terlaksana”, “akhirnya terwujud”. Untuk toko di Bandung ini, jelaslah maksudnya: akhirnya gandum dan tepung lainnya bisa menjadi roti dan “kuweh”. Lihatlah, rak kacanya penuh berisi dagangan kan? Roti tawar yang dinampankan pun cukup besar ukurannya.Bungkus plastik ini saya dapatkan dari Boit, atas jasa baik Ragilmungil [teng yu, Ci!]. Hanya bungkus, tanpa isi. Tak apa, itu sudah membahagiakan saya. Kebahagian itu semakin lengkap karena tak lama setelah pengiriman bungkus itu, Februari 2005, Boit akhirnya “sidodadi” menikah dengan lelaki pilihannya, tanpa paksaan, tekanan dan apalagi ancaman, di Bandung.
Dan tak lama setelah menikah, dalam hitungan beberapa bulan, Boit “sidodadi” hamil. Sekarang ini dia dan suaminya sedang menantikan kelahiran sang bayi, dan kabarnya sudah siapkan nama.
Artinya pasangan muda itu sudah mengikuti anjuran si bungkus plastik: jadilah peserta KB [lestari]. KB itu keluarga berencana. Family planning. Salah jika KB cuma diartikan secara sempit sebagai pencegahan kehamilan dan pembatasan jumlah kelahiran. Ingat, ada kata “rencana” kan? Waktu mereka masih pacaran pasti sudah omong-omong, “Nanti kalo kita punya baby blablabla…”. Itu bagian dari rencana.
Lho, bukannya teks lengkapnya adalah “jadilah peserta KB lestari” — ada kata “lestari”? Ah, itu rencana nanti. Tapi kalau “buanglah sampah pada tempatnya”, itu sih mulai kemarin.
Bikin dan jualan roti sambil menebar pesan, alangkah mulianya. Sama mulianya dengan penyumbangan plastik ini untuk saya — kendati hanya bungkus tanpa isi. Terima kasih, It! Sampaikan kepada juragan toko mengapa hanya ada satu “t” pada nama depan jalan.
November 26th, 2007 at 7:42 pm
salah satu roti khas bandung yang disarankan untuk dijadikan oleh-oleh karena sudah terbukti enaknya. Yang paling khas adalah roti frans nya yang ada tiga jenis: polos, coklat n lima rasa. Dengan harga yang berbeda-beda. Untuk harga, toko selalu mencantumkan setiap kenaikannya secara transparan kepada konsumennya dengan menempelkan di raknya. Jadi anda tidak usah khawatir akan tertipu. Toko rotinya tutup jam 6 sore dan tidak membuka cabang, jadi jangan sampai kehabisan..