teh sirih pengharum vagina katanyaTeh sirih dalam sachet. Memang terasa ada aroma sirih. Teh ini merupakan java orange pekoe (teh hitam Jawa) yang dicampuri daun sirih. Lantas apa hubungan daun sirih, si perambat itu, dengan delman?

Susah untuk menemukan hubungannya. Kemasan teh bikinan Sinmag Food & Beverages, Jakarta, untuk Karin’s Production, ini cuma memberi pengantar tentang khasiat sirih. Antara lain “menghilangkan keputihan dan mengharumkan vagina“. Betul, itulah yang tertulis pada sisi luar alas karton.

Hmmm… harum. Emang napa? Biar si kuda delman bersemangat, tak merasa lelah menghela. Kusirnya sih jadi ngantuk, terbuai oleh aroma. Maksud saya aroma teh.

Apa boleh bikin, itulah bahasa dagang. Menghilangkan bau tak enak adalah satu hal, dan menggantikannya dengan bau harum adalah hal lain. Sejauh saya tahu belum ada orang menyebut sirih itu harum.

Kalau sirih memang harum, pasti akan muncul tanggapan, “Hmmmm haruuuum. Pakai sirih ya, Neng?”

Dalam kasus lain, karena muncul bau tak sedap (tepatnya: bau mulut), bisa saja terlontar, “Habis makan pete, Neng? Kalo mau ngilangin mah pake jengkol.”

Secara visual ilustrasi delman memberi kesan lawas, eksotis. Sebuah potret ketika angkot belum banyak. Yah, angkot yang tak menebar bau harum itu.