Remaja Masa Lalu
Saya tertawa. Geli sekaligus takjub. Masih ada ilustrasi seperti pada dompet koin ini pada September 2006. Pemiliknya bangga sekali. Dia seorang pekerja sebuah badan PBB di Jakarta, yang berdinas dengan mobil berpelat nomor CD.
Sang pemilik — kita sebut saja Mr Z (bukan Zorro), usia 40-an — berasal dari kota yang sama dengan Batman: Pekalongan, Jawa Tengah. Dia membelinya sembilan tahun lalu di Pasar Kedungwuni, Pekalongan.
Harga dompet plastik bersablon itu Rp 5.000. Tapi harga segitu, sebelum krismon, bukan hanya untuk sebuah dompet bergambar remaja pria berjambul dan pasangannya. Rp 5.000 itu harga borongan untuk dompet, cermin genggam tergores, dan sisir serit bergagang tulang kerbau.
Apa tadi, serit? Itu sisir bergigi rapat, dengan gagang di tengah. Harus rapat agar penyisiran rambut lurus lebih rapi dan… bisa mengangkut kutu.
Pembelian itu, menurut Mr Z via e-mail, “…sudah mampu membuat si mbok penjualnya girang bukan kepalang.”
Sungguh sebuah dompet retro. Ilustrasinya mengingatkan kita pada komik roman tahun 70-an, saat Mr Z belajar cinta monyet sambil makan pisang, nangkring di dahan.
Lihatlah sudut pengambilan gambar: dari samping. Sungguh sebuah profil. Tepatnya, profil remaja (dan bekas remaja) masa lalu.
18 Responses to Remaja Masa Lalu
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Canteekkkk? Nehi! Acha!
December 20, 2004Dan Imponk pun bertanya: “Cantik. Bagaimana menurutmu?”
Sebuah pertanyaan ringkas dari seorang blogger produktif, tapi susah bagi saya untuk menjawabnya secara ringkas pula.
Maka saya pun ingin meneruskan pertanyaannya kepada produsen jamu bergambar wanita bersari India ini. Disebutkan ini khusus untuk wanita. Tak dijelaskan apa yang akan terjadi apabila pria meminumnya.
Kalau [...]
Recent Comments
- sule: q butuh plstk jerapah ukuran 7-20.tolong hub saya bagi y menyediakan.trms
- patricia: untuk cari platesin merk ini bs cb buka di web : http://akarsanaagung.wordpress .com
- dwi si topi miring: mantaf
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







Walah denger serit gw inget jaman biyen tumoku akeh…..kalo dapet kutu di pitesi rasane Puas..puas…
QuW GAx TeU MAksUDny….
REmJA dUlu mAnk sK dWit yaGGhhh..??
hWe^^
.kayanya lucu tu dompet.
.hahahaha.
.emang anak muda jaman skarang kya apa si om??.
.ga beres yakh?kan jaman berkembang dengan berjalannya waktu.ahahahahaha.
.akuw menyadari ko.
.karna akuw juga salah satu dari mreka.hihihihi.
.dompetnya buwat akuw aja de om?blh tak?hehehe.
.tapi scara kseluruhan desainnya vintage bgt yah.hehehe.
.yaudah capek ahh.c u all next time.
.sachii.
remaja masa kini, tapi kok gambarnya, sori, style jadul ya, hehehe …
Saya suka disain atau model2 lama begitu, atau apapun yang berbau lama. Cuma tentu akan sangat bagus kalau kwalitas bahannya bagus juga ya!
hehehehe….wes abad selikur gitu loh..
oh iya pakdhe..kulo gadah bungkus purun mboten??
aku blom pernah tau tuh oom dompet model gituan. jadul tenan..=P
welehh…koleksi labelnya uakeh tenan yo.Bukunya wes terbit belum ya?…tapi terlihat tho dari sini, kalo perancang label –perancang grafis kalo boleh dikatakan–ebat-ebat, dan karyanya endonesia buanget.Terbitin pak ya bukunya, buat belajar kita yang anom-anom
#4.Didats.
Serit,sisir yang dibuat dari tanduk kerbau.Itu rapat sekali,kutu pasti terangkut.
wehehe.. ternyata di rumah barupun masih menggigit. *maaf lama gak mampir ke label maupun barang ataupun kartu pakdhe.. maklum.. koneksi belum beres*
Lha, ini bukannya dompet gratisan yang dikasih kalo beli emas di toko2 emas di pasar itu mbah?
Saya masih nyimpen tuh bekas beli cincin kawin hehehehe
alih profesi jualan dompet…???
buat nyimpen koin saat lebaran nanti…
Pasti fotonya paman ya?
–budiw
aku ngga nyambung pakde…
hahaha… serit!
aku baru denger lagi kata2 itu
lho, ini masuk label, bukan barang? sisir dan cerminnya gak dipoto sekalian bang? jangan2 udah dipinjem sama yg nangkring di pohon sambil makan pisang.. kekekek
=’.'=
Ato nyanyiannya koes plus yang gini … ‘Sepasang Remaja Jatuh cinta … di bawah asuhan dewi asmara’ xixixi :D
BTW tentang serit, jaman kecilku ya pake tuh, pak dhe. Maklum, anak ndeso. Kutunya menclak menclok bikin hama di kepala. ck ck …
Jaman sekarang sudah nggak ada kutu lagi. Sampo-ne wes apik-apik. Boleh tuh kapan2 profil serit di publish. Yang dari bambu itu lho.
Sambil bernyanyi Keos Plus … muda mudiiii jaman sekaraaaaang…pergaulaaaan bebas nian.