Ini Saja, Cak!

28 November 2006 @ 23:07:44

rokok cap IkiAeRokok ini sangat lokal. Bukan hanya lokasi pabrik dan peredarannya, melainkan juga mereknya. IkiAe, sebagai penyingkatan dari “iki wae”, berarti “ini (s)aja”. Akan lebih klop jika Anda melafalkannya dalam dialek Jawa Timur.

Saya lupa-lupa ingat dari mana Nona Hijau Nina Uletbulu Naikdaun mendapatkan rokok kretek bikinin PD Sumber Agung, Malang, ini. Dia sudah lama membelinya, lantas disimpan, untuk disumbangkan kepada saya. Baik hati bukan? Sudah begitu tidak sombong, dan gemar menabung.
Tapi dalam masa penyimpanan itu bungkus rokok bisa terbuka, bahkan isinya berkurang. “Ada yang nyobain,” katanya.

Pastilah si pencicip itu digerakkan oleh impuls kuat gara-gara merek yang meyakinkan: IkiAe. Ini saja.

Menariknya, IkiAe menggunakan simbol bintang. Ini mengingatkan kita pada sisa dalam tren visual yang bermula pada 2000 (atau akhir 1999?): bintang merah yang mengesankan kiri dan revolusioner. Begitu kuatnya penghidupan kembali ikon bintang ini sehingga beberapa desain kasual Calvin Klein pun ikut-ikutan berbintang merah. Bila digandengkan dengan topi Mao, cocoklah desain itu: merah tapi ramah terhadap kapital global (atau gombal?). Bisa juga digandengkan dengan kaos berbintang merahnya Tony Tantra.

Kiri dan revolusioner adalah hal yang sexy dan romantis. M.A.W. Brouwer, pastor fransiskan yang psikolog dan kolumnis itu, pernah berkata, “Jika seseorang pada masa mudanya kiri, itu pertanda ia punya hati. Tapi jika sampai tua tetap kiri, itu tanda ia tidak punya otak.” :D

IkiAe, iki wae, ini saja, memang sugestif. Pendekatan serupa, dengan idiom lokal, dilakukan oleh tabloid OtoPlus di Jawa Timur, keluaran penerbit dari Jakarta : Siji Ae! Arti slogan itu adalah Satu (s)Aja! Maksudnya, cukup membeli satu tabloid saja.

Terima kasih, Nina!

7 Responses

  1. mpokb Says:

    bintang bukan karena ikut2an merek rokok mild itu bang paman? ikiae.. hm, bahasa jawa mirip bahasa jepang yak.. :P

  2. kawula alit Says:

    kalo njenengan kerso nindaki (pasti sudah ya paman) ke pasar manuk Karimata, paar loak progo Semarang, ato daerah pinggiran, pasti nemu lebih banyak rokok aneh aneh, tidak hanya rokok polos (tanpa cukai), rokok bajakan namun juga rokok telongewunan dari pabrik rokok yang justru terkenal pada masa lampau.. ironisnya, terkadang rasa lebih bisa berbicara.. pernah dengar rokok prau layar?, potong padi? aseli semarang.. rokok tersebut punya sejarah yang cukup panjang, (dan pastinya njenengan sebagai calon saksi jaman mengetahuinya..).. tak cuma dari pabrik rokok lokal.. matur nuwun

  3. bangsari Says:

    di kosan saya ada rokok klembak menyan cap sintren. mau ngga pakde?

    ngomong2 soal rokok jenis ini, para cangkruker HI pernah bikin heboh karena merokok klembak menyan di sana. kiri kanan langsung menyingkir takut, mungkin juga wegah ambune yo :D

  4. KAWULO ALIT LAWAS Says:

    lah mas.. wong Jakarte kuwi tampang kabeh.. barang kemproh bin njelehi jelas disingkiri.. termasup cangkrukers kuwi… gayane tok hitech, cekelane komputer, cyber community tapi kemproh masih mendarah daging.. yo koyo ngono kuwi.. hehe..

  5. kikie Says:

    kenapa dibilang tidak punya otak?

  6. Laks Says:

    paman sorry gak nyambung, waktu kecil dulu saya keramasnya pake shampo lidah buaya yang botol beling masih ada gak yo… penasaran ae paman… kalo ada paman kangen je..

  7. dhany Says:

    yo wis, iki wae kangmas…

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)