DAMRI: Keren, Rp 8 per Kilometer

Ini kenangan lama, 20 tahun lalu, dari Dhany tentang bus DAMRI (Djawatan Angkutan Motor Republik Indonesia):
Bayangkan dari Aloha yang ada di ujung selatan luar kota surabaya s/d Tanjung Perak di pucuk utara pada tahun 1987/88 ongkosnya cuma 200 perak untuk sekali jalan jaraknya hampir 25 KM, karena saat itu jalan tol belum dibangun. Yang pasti waktu itu si mas DAMRI termasuk angkutan yang paling keren dan bukan angkutan asal sekali-sekali jalan.
Kenangan itu dia kirim via e-mail 23 Agustus lalu, lengkap dengan repro karcis Damri. Dia masih ingat, Damri selain menggunakan Mercedes juga pernah mengisi armadanya dengan bus Tata bikinan India dan “bus tumpuk” Amalgam dari Inggris.
DAMRI, kini Perum, merupakan bagian dari sejarah angkutan rakyat di Indonesia. Pemerintah, mungkin tahun 60-an, membentuk sebuah jawatan — bukan perusahaan — untuk melayani kebutuhan masyarakat akan sarana transportasi yang murah. Sama seperti Pemerintah DKI Jakarta Raya membentuk PPD.
Menurut info per 2002 di anak situs BUMN, DAMRI memiliki 67 cabang, tapi tak jelas di kota apa saja. Juga kurang jelas berapa kekuatan armadanya sekarang.
Tapi ngomong-omong soal bus kota, memang ada tiga macam. Pertama: jenis biasa, seperti umumnya bus. Kedua: double decker (bus susun, atau bus tumpuk menurut istilah Dhany). Ketiga: bus gandeng.
Untuk istilah “bus gandeng”, dulu — entah siapa, saya lupa — ada yang tak setuju. Yang betul itu “bus sambung”. Kalau bus gandeng bakal memenuhi jalan, katanya. Baiklah, anggap saja salah kaprah, seperti kita menyebut “truk gandeng”, bukan “bus sambung”.
Adapun tentang bus tumpuk, teman saya yang orang Madura punya lelucon. Katanya, serombongan orang Madura batal meneruskan perjalanan dengan double decker. Untunglah bus baru beranjak lima meter meninggalkan halte.
Rombongan itu sempat duduk di dek atas, kemudian turun. Alasannya, “Ada sopir saja bisa nabrak, apalagi ndak ada sopir.” Mati ketawa ala Madura.
December 16th, 2006 at 9:50 am
Wah, iya. Karcis lawas. Pernah punya.
Soal mati ketawa madura,
iya lucu banget..
–budiw
December 16th, 2006 at 10:22 am
haibat tenan.. isih diopeni karcise..
December 20th, 2006 at 4:03 pm
dulu bus sambung di betokaw cuma ada rute taman mini (atau kampung rambutan)-grogol. lega, cocok buat rute lurus. murah banget, cuma gopek
April 3rd, 2007 at 2:46 pm
kirim biaya sarana dan prasarana Damri untuk tugas kuliah