Enting-enting Gepuk atau Gebuk?

enting-enting gepuk salatigaEnting-enting, ting-enting, adalah makanan berbahan kacang. Bentuknya mirip ampyang atau gula kacang. Maka waktu kecil dulu saya membayangkan enting-enting gepuk dibuat dengan menumbuk enting-enting utuh sampai menjadi bubuk padat.

Ternyata tidak. Saat saya kelas 2 SD membuktikannya di sebuah rumah yang disebut “pabrik enting-enting” di Watugede, Karanganyar, Salatiga. Ternyata pegawainya tidak menumbuk enting-enting utuh.

Yang pasti, pengalaman itu memperkaya pengetahuan saya tentang pabrik. Yang namanya pabrik tidak harus berupa gedung besar bercerobong asap seperti pabrik gula. Saya sudah membuktikannya di pabrik tahu di Kalitaman dan pabrik kerupuk di Sinoman — keduanya di Salatiga, tempat saya lahir dan tumbuh.

Pengalaman lain saat nonton orang bekerja di pabrik enting-enting gepuk adalah saat mereka menstempeli bungkus. Ternyata kertas roti itu hanya dicap dengan stempel bertinta merah.

Apa gambar yang distempelkan? Saya lupa persisnya. Kalau bukan rumah bergaya Cina ya kelenteng. Memang itulah merek yang banyak dibikin di Salatiga. Dari sejumlah merek, yang bertahan ya cap Klenteng dan 2 Holoo.

Bagaimana kalau dijadikan oleh-oleh? Merepotkan bagi pembawannya, lagi pula kurang khas, karena enting-enting ini sekarang tersedia di semua kota. :D

2 Responses to “Enting-enting Gepuk atau Gebuk?”

  1. KAWULO ALIT LAWAS Says:

    wah crito tombo kangen paman..? critani bab ‘moho’ sisan to paman.. sedulure bakpao.. salatiga mohone gedhi marake mbesesek weteng..

  2. Once Upon A Life » Blog Gombal! Says:

    [...] Enting-Enting Gepuk - review (hi Tik!) [...]

Leave a Reply