Beginilah Seyogyanya Bikin Wingko

Wingko babat (atau babad?) bukan hanya berarti Semarang, dan — konon — dulunya memang tak berasal dari Semarang, melainkan Babad di Jawa Timur. Yah, anggap saja sejenis dengan “gudeg yogya” (dengan “y” kecil) dan “soto madura” (dengan “m” kecil) yang sudah menjadi nama benda (makanan). Begitu pula dengan “petai cina”.
Maka orang Yogya di Jalan Monjali 75 (Monjali = Monumen Jogja Kembali) itu bikin Wingko Mataram. Dari segi nama dan merek jelas mengarah ke Yogya, karena Mataram berarti Yogya.
Eh, yang bener? Yah, menurut kesalahkaprahan begitu. Padahal Mataram, sebagai nama kota, ada di Lombok. Adapun Mataram, sebagai kerajaan, ada dua jenis yaitu Mataram Hindu dan Mataram Islam.
Untuk Mataram Islam, yang didirikan oleh Panembahan Senapati, akhirnya terpecah menjadi empat di dua tempat: Kasunanan Surakarta, Mangkunegaran, Kasultanan Yogyakarta, dan Pakualaman.
Tapi jika sekarang bicara gaya Mataram, itu berarti Yogya. Termasuk dagelan mataram yang zaman Basiyo.
Lantas apa klaim diri kelebihan produk ini? Dimasak dengan oven sehingga menghasilkan cita rasa yang seyogyanya. Pelesetan kata, sebagai kelanjutan dagelan mataram, bisa diangkut ke ranah perniagaan modern.

December 20th, 2006 at 7:56 am
walah kelewat ini sama saya…gak pake gbr kereta lagi ya?
December 20th, 2006 at 9:10 am
wingkone gedi gedi boten paman? semarang cilik cilik mung sak emplok’an
December 20th, 2006 at 11:22 am
jeli sekali pemilihan katanya
December 22nd, 2006 at 1:11 pm
ya boleh om!
Om kenal sama Seno Gumira?
Salah stu tulisannya emang jd bahan buat seminar sy dulu. majalah Desain. Sya lupa judul majalahnya.
Kalo gak salah dia itu yg bikin penelitian buat skripsi ttg Winko ya om? sy dapet dari temen tuh
December 28th, 2006 at 2:50 pm
Satu lagi, PSIM Yogyakarta itu singkatannya apa? Mataram juga tho..
April 19th, 2007 at 1:53 pm
babad wingko…ato wingko babad..
PaRutan Kambil’e bikin Oentu’ku
Agak SnUt..SnuTtt..