Gaul-menggauli bersama Keripik Singkong

Ini produk rumah tangga, bagian dari ekonomi rakyat, yang didistribusikan melalui warung rokok. Harganya Rp 1.000 per bungkus. Rasa? Saya tak mencobanya. Karena tak mencicipi maka bolehlah saya disebut kurang gaul.
Lha iyalah, namanya kan “snack gaul”. Cap Dua Jempol pula. Jadi, konsumen penganan ini adalah orang yang well informed, fashionable, stylish, updated, trendy, sociable — pokoknya sesuai makna baru “gaul” sejak pertengan 90-an — sehingga layak dapat two thumbs up.
Dari segi desain, label penganan ini terkesan seadanya. Si produsen sadar, orang gaul sejati tak butuh terlalu banyak gaya luar, karena kalau terlalu meriah akan membingungkan.
Ketika komputer kian merakyat, urusan desain menjadi lebih demokratis. Setiap orang bisa dan boleh menjadi perancang sekaligus pencetak. Dengan mesin fotokopi pun jadi.
Namanya juga gaul kan? Selalu memanfaatkan perkembangan teknologi.

December 20th, 2006 at 9:02 am
hehe.. slondoh wis dadi pakanan wong gaul ya…
December 20th, 2006 at 11:36 am
makanan seperti ini bahaya banget buat aye, bang paman.. soalnya skali coba biasanya nggak berhenti sebelum abis..
January 20th, 2007 at 6:15 pm
buset deh pewarna kuningnya dahsyat abis jika dibandingin dg produk barat.