Kalender Diponegoro

8 January 2007 @ 21:07:31

kalender indonesia 1967 - pangeran diponegoro

Saya buka tahun 2007 ini dengan posting tentang kalender 1967. Ya, kalender 40 tahun lalu.

Kalender lawas ini bukan hasil cetak offset melainkan letterpress. Tindasan bekas cetaknya sangat terasa. Raster pada gambar berwarna sangat kentara sebagai hasil klise timah. Sangat nyeni.

Bergambar tunggal Pangeran Diponegoro, kalender ini dulunya milik sebuah warung di Jawa Tengah. Untuk praktisnya, si pemilik menjadikan kalender sebagai catatan bisnis — bahkan utang-piutang pun ditorehkan di situ. Ada pula catatan pemasukan dari belanja prabayar. Misalnya “Simbok titip Rp 100” dan di bawahnya ada “Saminem [tanda idem] 75“.

kalender indonesia anno 1967

Seperti apakah Indonesia pada Januari 1967? Saya kurang begitu ingat karena masih bocah. Si penjual kalender — ya, dia anak dari juragan warung — bilang, kalender lama pra-1967 umumnya bergambar Presiden Soekarno. Saya memperoleh kalender ini pada tahun 2000.

Saya bayangkan, kalender 1967 dibuat pada 1966. Saat itu, tentu saja, Soeharto belum resmi menjadi presiden, tapi desoekarnoisasi sudah berjalan. Entahlah, apakah sudah ada yang bikin kalender bergambar Soeharto.

Di luar urusan politik Orde Baru, ada hal yang nyata terlihat: kalender ini tak menyertakan sebuah merek. Mungkin kalender ini memang benda grafis yang dijual, bukan dibagikan gratis untuk keperluan promosional.

Lantas kenapa kalender ini bergambar Diponegoro? Saya kurang paham konteksnya. Peter Carey, sejarawan yang meneliti Perang Jawa atau Java Oorlog (nama lain Perang Diponegoro, perang termahal bagi Belanda selama 1825-1830), mungkin punya tafsir.

Yang saya tahu, dan semua orang tahu, divisi militer Jawa Tengah menggunakan nama Diponegoro. Tapi popularkah Diponegoro bagi semua orang Jawa?

Y.B. Mangunwijaya pernah menulis, Kesultanan Yogyakarta tak menganggap Diponegoro sebagai pahlawan. Alasannya, gara-gara Diponegoro maka Kesultanan kehilangan Dulangmas (Kedu-Magelang-Banyumas). Kawasan penghasil beras itu jatuh ke Belanda.

6 Responses

  1. blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Kalender Ndesit 2007 Says:

    [...] Baca juga: Kalender Diponegoro [...]

  2. KEMENTERIAN DESAIN REPUBLIK INDONESIA Says:

    wah..tetap lestarikan budaya memulung seperti ini… banyak harta karun berharga yang kami temukan di sini..

    salam hangat

    KDRI

  3. KAWULO ALIT LAWAS Says:

    perang diponegoro selain perang termahal juga perang tercepat, berakhir karena pangeran diponegoro mau nonton seputar Endonesia di RCTI.. :D

  4. Quality Indonesian Blogger » Blog Archive » Kalender Ndesit 2007 Says:

    [...] Baca juga: Kalender Diponegoro [...]

  5. martin zam Says:

    Bah saya tertarik dengan ini blogombal. Banyak kekayaan karya seni sangat langka zaman dahulu kurang untuk saat ini terperhatikan. Akan lebih kaya kalau kita mau share bila ada koleksi pribadi githo loh .. thanks!!

  6. pejuang kemerdekaan Says:

    Diponegoro melawan Belanda bukan untuk kemerdekaan negeri ini !
    dia melawan wong londo karena mereka nekat membuat jalan diatas makam orangtuanya….jadi kalo kalender 1967 ini dibuat untuk kepahlawanan-nya ? saya lebih suka mengingat “titipane simbok” yang Rp100 itu atau Dp Rp75 kira - kira buat catering berapa porsi yah ?

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)