Enting-enting Rajang
10 January 2007 @ 19:05:33

Tak hanya gepuk. Enting-enting juga ada yang dirajang. Maksudnya diiris
melalui pemotongan, bukan pembelahan. Bedanya lagi, yang ini ditaburi wijen (Sesamun orientale).
Mereknya? Tak jauh dari yang sudah lumrah: bergambar bangunan yang mengesankan sebuah kecinaan. Bedanya yang ini bisa tampil beda, sejak kemasan sampai pilihan warna. Enting-enting wijen yang berupa kepingan itu ditumpuk, dibungkus plastik, dengan simpul pita.
Untuk warna, produk ini berani meninggalkan merah. Cukup dengan latar kuning dan teks, serta gambar, yang berwarna hijau dia menjadi sesuatu yang berbeda dari dagangan sejenis. Kalau produk ini sukes berat, dan banyak penirunya, Salatiga akan menjadi Kota Enting-enting Rajang.

January 11th, 2007 at 3:09 pm
enting enting teruuusss…
oleh oleh preinan wingi ya paman..
kalo paman mau melabeli.. dipasar prapatan dekat pasar sapi arah ke kopeng yang banyak tem teman angkotnya, di jalan masuk ke dalam pasar ada pecel yang dijajakan sangat sederhana..
pecelnya sih biasa saja.. diwadahi baskom dan dijual pincukan..
yang bikin istimewa justru bukan pecelnya namun suasananya..
menikmati pecel dengan lawuh karak (gendar - krupuk nasi) sinambi durubung laler diantara lalu lalang orang lewat sambil jongkok dan memandang bakulnya yang jan ayu tenan merupakan suatu kenikmatan tersendiri..
namun kadang kadang kalo bakulnya sudah kukutan tempatnya dipake dodolan kembang.. sing penting ojo kawanan ke TKP..