Balsem cap Macan

1 March 2007 @ 2:34:40

Tiger Balm atawa balsem cap macan

Ini barang dari Singapura, hasil racikan tabib asal Burma, tapi terkenal di seantero Indonesia. Ada sedia di mana-mana toko obat, ini balsem lebih sering dijuluki sebagai balsem cap macan. Selain bikin hangat badan, ini balsem dipercaya bisa kurangi nyeri akibat keseleo.

Tapi nyatanya kata “Tiger Balm” kurang begitu menancap di benak khalayak ramai maupun sepi. Gambar macan akhirnya menjadi sebutan.
Macan ini tampak garang karena kulitnya bergradasi, dari merah di atas menjadi kuning di bawah. Tampakan tubuhnya yang sedang berlari memberi kesan kuat. Kalau ini balsem cuma pakai rajah berupa macan tidur mungkin tak menjanjikan khasiat mustajab mujarobat.

Di Tumasik, ini balsem jadi kebanggaan nasional. Anak-anak sang tabib, yakni Aw Boon Haw dan Aw Boon Par telah menjadi legenda, apalagi ada warisannya yang dapat dinikmati oleh khalayak. Tak hanya di Singapura tetapi juga di Hong Kong dan Fujian, Cina.

3 Responses

  1. anakperi Says:

    ada juga balsem cap singa, man…
    satu orang bilang kalo balsem ini manjur untuk ngobatin herpes.
    satu lagi orang asli enggres sampai nyetok brapa buah buat di kampungnya sana…

  2. PakMoe Says:

    Seingat saya, beberapa tahun yang lalu (tahun berapa lupa, rasanya sesudah reformasi)bossnya balsem macan ini pernah diculik penjahat, lalu ditemukan dan dibebaskan oleh SAS, pasukan khusus Australia, di daerah Klaten. Konon penculikan ini melibatkan aparat setempat, namun SAS (berbaju sipil) hanya memerlukan senjata tumpul untuk menaklukkan mereka, Mbok coba Paman, dilacak kebenaran dan kelanjutannya…

  3. blogombal : catatan ringan angin-anginan » Blog Archive » Blogger dan Pakar Balsem Says:

    [...] Barusan saya ke KBBI Daring. Ternyata di sana ada “pakar balsem”. Coba Anda periksa gambar hasil tangkapan layar, dengan hiasan dari sana. Aha! Saya menafsirkan bahwa sebagian bloggers pun tergolong pakar balsem karena gemar mengomentari apa saja. Nah, kalau soal puisi balsem, ini urusannya blogger yang penyair sejuta puisi. [...]

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)