Norit si Arang

Ini merek top. Logonya kuat, diingat banyak orang. Kayaknya boleh juga kalau jadi kaos kesebelasan. Juga bagus kalau dijadikan nama tim balap. Dengan catatan: memakai logo lama Norit yang kita kenal, bukan logo baru seperti di negeri lain.
Saya dulu waktu kecil menyebutnya sebagai “obat areng”. Bukan untuk mengobati arang sakit, tetapi karena bentuknya seperti arang (memang arang), bahkan kalau dipegang serbuk hitamnya akan mengotori tangan.
Tak jelas sejak kapan Norit diproduksi di Indonesia. Di sini produksinya dipegang oleh PT Eagle Indo Pharma, Tengerang, produsen minyak angin Cap Lang, dengan lisensi dari Norit N.V., Amersfoort, Negeri Belanda.

Satu tube Norit berisi 40 butir @ 125 mg. Dalam kasus keracunan makanan, misalnya, sekali telan butuh 20 butir. Cocok untuk teman perjalanan, termasuk saat berbulan madu.

March 5th, 2007 at 10:31 am
lho, yang kemasan biru itu kok belum pernah liat? dulu waktu jalan2 di gunung dan kehabisan air minum, aye minum air hujan dicampur norit

btw, bulan madu bawa norit, makin romantis yak?
June 20th, 2007 at 9:46 pm
wah mpokb minum banyu areng he he he, sebenarnya kalau kita nampung air hujan pake plastik gak perlu campur norit, tapi kalo kita minum air hujan yang ada diceruk batu dan agak kotor emang lebih baik campur norit biar jernih lah dan mengurangi racun yang barangkali ada didalamnya
November 30th, 2007 at 12:52 pm
Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara gara diare jadul sih thn 1992 waktu msh SMP..mblenger minumnya sekali telen lebih dr 4…jan memang ky areng ngecap di jari semua