Telor Ditera Stempel

19 March 2007 @ 23:16:29

telor bebek berstempel

Ini klasik, tapi sering kita abaikan: telor* asin yang kulitnya dicap. Pembuatnya pun kadang menerakan cap semaunya. Kadang kurang merata, malah ada yang meleset sehingga teraan bergeser. Bisa dimaklumi sih karena bidang teraan bukan bidang datar. Lagi pula peneraan dilakukan secara manual.

Saya pernah menjumpai telor asin dengan teraan cap yang rapi. Bisa begitu karena diameter capnya sekitar 1,5 cm. Permukaan cembung dapat lebih tergapai oleh stempel.

Amankah tinta stempel itu? Setahu saya tintanya bukan pewarna makanan. Kadang malah kita jumpai tinta yang bisa merembes sampai ke balik kulit telor, sampai menembus ke putih telor.

Apapun mereknya, sebagian pengusaha telor asin tak membuat kemasan khusus. Pengusaha tertentu, yang lebih sadar merek, mengemas dalam besek berlabel atau wadah plastik dengan jeglongan telor. Selebihnya adalah telor asin generik.

telor bebek berstempel

Maka lihatlah telor ini. Stempelnya cuma menyebut “Masir Telor Asin Brebes”. Masir artinya tidak mblenyek atau pun keras, seolah berbutir seperti pasir.

Cara mencungkil telor asin masir terbelah, agar lebih rata terangkut, adalah mendorong dan mendongkrak isi telor dengan sendok yang menelungkup.

Waktu masih bocah, saya selalu menjumpai penjaja telor asin di terminal bus. Selain telor asin, yang dijajakan adalah telor pindang.

Kini tak hanya penjaja telor yang lenyap. Penjaja minuman hangat (teh, kopi, susu) dalam gelas kaca yang ditaruh dalam baki berkotak, juga sudah menghilang.

Saya pernah melihat ada penumpang nggado telor di dalam bus. Apa ndak seret ya?

*) Pakai “telor” saja ya. Kalau “telur” kurang mewakili tuturan lisan.

7 Responses

  1. andrias ekoyuono Says:

    paman, di kereta bisnis jurusan jogja-jakarta masih ada tuh penjaja telur asin

  2. anakperi Says:

    penjajaan kreatif dan menarik perhatian ini pernah saya temui di terminal klaten sana: ….kopitehjahekacanglemper..ketandhogsusu…

  3. mpokb Says:

    becanda jayusnya asongan : teh asin telor kotak, teh asin telor kotak..
    btw, di KA jabotabek dulu ada penumpang, habis makan telor rebus terus makan salak.. nggak pake minum. sakti yak?

  4. Abi_ha_ha Says:

    “..Waktu masih bocah, saya selalu menjumpai penjaja telor asin di terminal bus. Selain telor asin, yang dijajakan adalah telor pindang…”

    Terminal Salatiga ya pakdhe? akhirnya, ternyata inilah jawaban mengapa bapak saya yang asli Ambarawa senang sangu telur pindang kalau mudik naik mobil.

  5. gunarso Says:

    jadi inget tebakan
    telur apa yang sangar??
    ya telur asin … ada tatto-nya

  6. Yeni Setiawan Says:

    Telur asin = telur preman,
    karena pake tato :D

  7. Once Upon A Life » Blog Gombal! Says:

    [...] Telor Asin - review [...]

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)