Kornet adalah Corned

Tampaknya dari sinilah istilah “kornet” berasal: corned. Tepatnya corned beef. Maka ketika abad lalu muncul internet, kedai kaki lima di lingkungan pondokan mahasiswa pun bergaya, menyebut “Indomi-telur-kornet” sebagai “internet”. Ini karena semua orang paham apa itu “kornet”. Alangkah repotnya jika menyebut “corned beef“.
Adapun Pronas, itu produk lama. Sangat lama, sehingga memakai nama Indonesia untuk makanan kalengannya. Bahkan pada tahun 70-an, masih dengan logo lama, produk ini mengklaim singkatan mereknya sebagai “Produk Nasional”.
Sekarang Pronas masih bertahan, bersaing di rak toko dengan merek penyusul dan barang impor (misalnya Ma Ling, yang salah satu olahannya bukan beef melainkan pork). Tapi apa pun mereknya, semua orang menyebutnya “kornet”.
Ada suatu masa ketika makanan kalengan dianggap mewah dan modern, sehingga bingkisan hari raya selalu menyertakannya. Ada biskuit kalengan (misalnya Khong Guan), ada pula buah kalengan. Tapi saya lupa apakah sarden kalengan dan kornet kalengan termasuk dalam paket.
April 4th, 2007 at 10:43 am
ada suatu masa ketika seorang anak kelas 2 SD kepingin banget coba2 minum bir kalengan dari parsel. karena pahit, akhirnya bir itu dicampur sirup, dari parsel juga..
June 10th, 2007 at 9:40 pm
Sumpah pakdhe… saya pikir ‘pronas’ itu made in Malaysia! terlalu dalam tertanam imagenya ‘petronas’ kali ya?