Sariwangi dalam Kemasan Jadul

9 March 2007 @ 17:03:18

teh sariwangi kemasan jadul

Kotak teh celup ini sudah lama. Dipasarkan menjelang Ramadan tahun 2006. Suasana Lebaran yang merakyat, dan beraroma masa lalu, dihadirkan dalam kemasan yag cantik, unik, dan layak koleksi.

teh sariwangi kemasan jadul

Boks karton tebal bertema “Hangatnya Kebersamaan” ini berisi dua pak Sariwangi Teh Asli dan satu pak Sariwangi Teh Madu (isi lima sachet). Setelah tehnya habis, boksnya bisa dipakai untuk menyimpan foto atau barang lain.

teh sariwangi kemasan jadul

Keunikan boks ini adalah pada penempelan. Semua bidang, luar maupun dalam, termasuk alas luar boks dan bagian dalam tutup, ditempeli gambar.

Saya acung jempol kepada PT Unilever Indonesia Tbk! Lebaran dan Natal mendatang pakai tema apa, Bos?

teh sariwangi kemasan jadul

Indo (tanpa) Rasa Salim

6 March 2007 @ 8:43:35

cemilan merek Indorasa

Tak sedikit logo yang meniru gaya anak perusahaan Sudono Salim, dengan menonjolkan lingkaran yang mirip “O” dalam Indocement dan Indosiar itu. Salah satunya makanan ini.

Indorasa mengemas aneka penganan, antara lain berupa brem keping yang terbuat dari air tape (tapai). Adakah hubungannya dengan Salim? Sejauh saya tahu tak ada hubungannya.

Lantas citra apa yang ingin dikedepankan? Saya pun tak dapat menduga.

Kata “indo”, sebagai kependekan daru “Indonesia” memang cocok untuk merek dan nama perusahaan. Tapi ketika menyangkut logo, masalahnya tak sederhana. Meskipun begitu, bagi konsumen sih yang penting rasa.

Djoko van Pondokgede

5 March 2007 @ 11:01:41

roti tawar djoko bakery pondokgede

Namanya kurang keren, apalagi jika sopir mobil boks berkaca yang menjadi penjajanya meneriakkan lewat pengeras suara begini, “Djoko! Djoko! Roti Djoko!”

Tapi mau menjajakan “Roti Djoko!” maupun “Djoko Bakery!”, penghuni perumahan cukup memanggilnya, “Djokooooooooooooo!”

Soal rasa jangan ditanya. Inilah roti paling enak di bilangan Pondokgede, Bekasi, Jawa Barat. Pondokgede yang bercitra kampung itu. Harga sebungkus roti tawar andalannya sekarang Rp 6.000. Dulu, pada 1993, masih Rp 600. Lha iyalah, rupiah kan makin tak bermutu.

Roti tawar Djoko itu putih, empuk, dengan rasa susu yang kentara. Logonya sederhana, seperti kertas sigaret.

Saya tak tahu kenapa produsennya memilih merek Djoko padahal pesaingnya, yang silih berganti, menggunakan nama asing.

Sejak kapan Djoko ada, mungkin bloggers yang paham Pondokgede, misalnya Rane, Firman, atau Qper, bisa bercerita.

BTW, tempat yang jadi markas Djoko itu dulunya adalah lahan yang jadi riwayat Pondokgede. Di situlah dulu ada rumah tua, milik tuan kebun bernama Hooymans.

Pada zaman Belanda, daerah Pondokgede dan sekitarnya memang untuk perkebunan, termasuk kebun karet. Pada masa kemerdekaan, pada 1965 ada peristiwa di kebun karet Lubangbuaya, dekat Halim Perdanakusumah. Kedekatan dengan kebun, mungkin, menjadi alasan bagi Intirub (Inti Rubber) untuk bikin pabrik di kawasan Halim.

Penduduk sekitar menamai rumah besar itu “pondok gede”. Pada 1992 bangunan bersejarah itu diruntuhkan untuk proyek Pusat Koperasi Angkatan Udara dan investor. Adapun toko Djoko, setahu saya, dulunya hanya ada di sebelah timur pasar (Jalan Jatiwaringin).

roti tawar djoko bakery pondokgede

Tentang nama kompleks pertokoan Pondokgede itu sempat ada beberapa versi. Pernah dalam peta disebut Pondokgede Mall, tapi sebagian warga dan pebisnis Jabodetabek menyebutnya Pondokgede Plaza. Orang Pondokgede, terutama sopir angkot, cukup menyebutnya “Pondok”.

Adapun pengelola kompleks, bertahun-tahun mamasang tulisan “Pondok Gede Asri” — suatu hal yang jarang diucapkan oleh warga sekitar. Sekarang ganti nama lagi tapi saya lupa apa sebutannya.

Kopi Keraton

3 March 2007 @ 2:20:55

jj royal coffee indonesia

Terkemas dalam kaleng kotak kecokelatan, dengan gambar seperti repro lukisan, kopi ini tampak beda dari produk sejenis di rak Ranch Market, Jakarta.

Memakai merek JJ Royal, desain kemasan kaleng ini menjauhi gaya anggun mapan selayaknya produk yang berbau kerajaan. Barangkali potret penyeruput kopi, yang menampakkan tekstur kanvas, itu adalah seorang raja.

Kopi ini buatan Indonesia (PT JJ Multi Utama Indonesia, Pantai Indah Kapuk, Jakarta Utara) tapi tak beredar luas. Mungkin untuk ekspor, karena hanya memuat bahasa Inggris, Jepang, dan Mandarin.

Isi kaleng adalah 250 gram “Toraja Arabica-Robusta Coffee” — tapi dalam teks pada kaleng cuma disebut “arabica coffee in Celebes island“.

Agar kaleng tetap tertutup rapat maka kawat pengencang pun menjadi bagian dari kemasan. Itu pn masih kurang karena bagian dalam masih dilapisi klep karet agar udara tak leluasa keluar-masuk.

Sebuah kaleng kopi yang bagus, bagi yang suka, memang layak simpan.

Teman Nelayan Masuk Kaleng

3 March 2007 @ 1:13:51

fisherman's friend celebration

Bukan hanya ikan lemuru yang akhirnya masuk kaleng dan disebut sebagai sarden. Teman nelayan, berupa permen pedas (lozenges) pun boleh dimasukkan ke dalam kaleng yang disediakan secara khusus.

Kaleng Fisherman’s Friend ini pernah ada, tapi tanpa embel-embel peringatan “30 tahun hadir di Asia Pasifik”. Lantas pada 2006 muncul kemasan edisi khusus “dalam rangka”, yang disatukan dengan kemasan kantong kertas, dijajakan di rak dekat kasir pasar swalayan. Harganya, kalau tak salah, sekitar Rp 9.000.

fisherman's friend indonesia

Memang kaleng ini disertakan dalam keadaan kosong. Konsumen dipersilakan memindahkan isinya dari kantong ke kaleng.

Perlu pekerjaan tambahan saat mengisikan permen ke dalam kaleng. Kalau langsung menuang akan menggunung sehingga tutup sulit terkatup.

Fisherman’s adalah merek tua. Ada sejak 1865 di Inggris. Masuk ke Indonesia sebagai barang impor (kode ML, makanan luar) dalam beberapa rasa, didatangkan oleh PT Nirwana Lestari, Bekasi.

Ketenaran Fisherman’s mengilhami permen Plonk bergambar lokomotif jejer. Sama-sama beruap — bila dibandingkan dengan kapal pukat bermesin.

fisherman's friend edisi khusus

« Prev - Next »

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)