Munyuk cap Tempo

Buku tulis dan terutama notes cap Kera ini pernah menjadi bagian dari kehidupan tulis-menulis di Indonesia sampai awal 70-an. Sebagian orang Jawa menyebutnya “buku cap munyuk”.
Kualitas cetak sampul notes klasik ini sederhana tapi nyeni. Cukup menggunakan kertas manila dengan cetakan letterpress yang meninggalkan bekas tindasan, sudah begitu penintaannya tak rata pula.
Si kera yang terpelajar — bisa baca-tulis — ini seolah meninggalkan mayoritas warga Indonesia yang saat itu masih banyak yang buta huruf. Itulah masa ketika SD Inpres belum diperkenalkan.
Begitu kuatnya merek ini sehingga pada pertengahan 80-an, ketika notes ini mulai jarang di pasar, majalah Tempo membuat notes bergambar monyet untuk wartawannya.
Mungkin si desainer sampul notes, dan juga para wartawan Tempo angkatan lama — yang mengalami ngantor di Senen — ingin bernostalgia.
Kenapa namanya notes? Mungkin itulah pembakuan kata yang berasal dari lafal lokal untuk “notes“. Diejanya ya “no-tes”, sesuai tulisan.

15 Responses to Munyuk cap Tempo
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Bikin turun pitam
February 11, 2005Tak jelas kenapa hipertensi dihubungkan dengan amarah. Tekanan darah tinggi [atau tekanan tinggi darah?]. Naik darah. Naik pitam. Pengidap hipertensi, kalau lagi kumat, lantas marah, maka berkemungkinan tensinya ikut naik. Marah dulu baru kemudian tensi. Kalau tensi naik lantas jdi uring-uringan? Hanya dokter yang bisa menjelaskan. Kalau rambut yang sebelumnya klimis tersisir seperti Harmoko, [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







[...] orang yang berutang sehingga papan tulis darurat pun cukup. Tak perlu buku catatan semacam notes cap munyuk. Atau jangan-jangan Mbah Parto memakai kalender sebagai buku catatan, karena kalender lawas milik [...]
[...] ada di saya dan ada di Putra Daerah. Info pendukung di sana. Apakah Anda juga punya? Ayo umumkan. Siapa tahu [...]
[...] lucu ini saya dapatkan di Jakarta tahun lalu. Lantas kapan kerjanya? Bertanyalah kepada munyuk atawa bedhes atawa monyet. ← E-paper KorTem: Rasa Kertas dalam Koran [...]
Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering nongol bukan gambar kera tapi gambar banteng pake kertas manila juga..sekarang sih sudah pd kalah ma product sinar dunia..jadi inget temen SD, ada gambar panah mendatar ujung kiri huruf A dan ujung kanan huruf B..lha bu guru nanya ini gambar apa anak2?temen saya langsung njawab sinar dunia..harusnya jawabnya kan sinar garis AB
sampai sekarang masih lumayan sering ditemui …
[...] Blocnoot cap Kera – review [...]
halah..jangan2 ini nyindir kita2 yg org indonesia yang bisa baca n bisa nulis tapi rada belet mikir hehe…
lha iya..kenapa modelnya kok yo munyuk..apa ndak malah bikin enggan orang yg mau pake notes (buat belajar apa ngitung nomer hehehe)? ato malah sengaja??
waduh, saya ndak punya itu notes bergambar munyuk. mungkin karena saya orang baru di sini. sekarang gambarnya sudah ganti. tapi kok munyuknya pegang pulpen, yo. apa maksudnya?
hebat bener nih. masih bisa dapet barang kayak ginian. ckckckck…
mohon tanya nama atau istilah kertas manila itu dari mana ya atao gimana ya ?
paman Tyo memang seorang kolektor sejati nich…dapet2 aja benda kayak gini. tapi yang bikin menarik itu justru gaya penyajiannya, kalau ditampilkan secara biasa (dan tanpa gaya khas paman Tyo) pasti blog seperti ini kurang menarik. ditunggu label-label berikutnya paman…
dapet aja sih ..hehe salut
bisa dapet benda2 ajaib ini dari mana siy?
hahaha … apik ki … :D