Yang Penting Lancar Lagi Jaya


Ini barang biasa. Sekadar kitchen utensil. Harganya cuma Rp 5.000. Saya jumpai di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta, pekan lalu. Mereknya? Juga biasa. Cuma “Lancar Jaya” — nyaris generik.
Lantas di mana menariknya sothil berbahan kayu ini? Justru pada merek yang biasa saja, bersahaja, sehingga sering jadi ungkapan: lancar jaya.
“Lancar jaya” serupa dengan “maju jaya”, “makmur jaya”, “jaya abadi”, “terang jaya”, dan silakan Anda sebut yang sebangsanya. Nama-nama itu sering jadi pilihan nama toko, CV, dan usaha dagang.
Nama-nama yang tak menjanjikan kebaruan, tak menyugestikan terobosan inovatif, tapi bagi pemiliknya boleh jadi itu adalah pertaruhan nasib karena menyangkut kelangsungan usaha.
“Jaya”, itu sebuah cita-cita. Siapa juga yang mau si keok pecundang. Hanya dengan hasrat dan impian maka sebuah bisnis akan digeluti dengan sepenuh hati, bukan cuma iseng untuk buang duit sambil cengengesan.
“Lancar”, itu sebuah perjalanan tanpa hambatan sehingga tujuan akan lekas tercapai.
Hari gini masih ada orang berani pasang merek yang nyaris generik, sungguh menarik. Pilihan ekstrem sekarang adalah bikin merek usaha yang keren, kebarat-baratan, bisa juga berbau bahasa tinggi Indonesia (atau Sansekerta), dan di sisi lain adalah merek yang seadanya, sederhana, agak ndagel sekaligus meledek. Misalnya PT Jujurjaya, penerbit majalah gratisan Loud, milik Ridho Slank Hafidz.
Dunia merek kadangkala merupakan peta benak sebuah masyarakat.
8 Responses to Yang Penting Lancar Lagi Jaya
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Kesendirian dalam Secangkir Teh Pahit
March 1, 2005Mercusuar. Dibutuhkan para pelaut. Sebagai panduan untuk mendarat. Mereka, para pelaut itu, berpindah labuh dari pantai ke pantai, dermaga ke dermaga. Mengarungi beberapa samudra. Melintasi bermacam selat. Menyeruak ke sejumlah teluk. Mereka selalu berpindah. Selalu punya cerita tentang pelbagai tempat. Jangkar mereka pun mungkin dapat berkisah. Tapi tidak untuk penjaga mercusuar. Terutama yang [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







Kalau ada yang sempat jalan2 ke Kecamatan Dampit Kab. Malang, ada perusahaan dengan nama PT.ASAL JAYA, hebatnya perusahaan tersebut memegang omzet nomor dua se-Indonesia dalam hal eksporter (eksportir) kopi.
Jan asal tenan..
sebabnya, mereka punya motto “serius kerja keras”
wakakakaka…..
aku kenal ama yang bikin. namanya tjahyarini, biasa di panggil cik rini….orang pekalongan.
dia juga buat kompor sumbu dengan merk yang sama
itu nama ngrejekeni lho pak puh..
ada group musik namanya juga “Harapan Jaya “
Itu kaya nya dah jadi trade mark merek dagang Indonesia yak ? :))
angan2 pengen bikin perusahaan dg nama “pt mulai bergerak” tapi mau usaha apa ya? kok belum terpikirkan hihihi maklum masih mental pegawai..
biasanya sothil (sutil? sudip?) kayu nggak ada mereknya. rupanya ada pionir sothil bermerek. mereknya mengingatkan pada bus antarkota yak.. :D