Yang Penting Lancar Lagi Jaya


Ini barang biasa. Sekadar kitchen utensil. Harganya cuma Rp 5.000. Saya jumpai di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta, pekan lalu. Mereknya? Juga biasa. Cuma “Lancar Jaya” — nyaris generik.
Lantas di mana menariknya sothil berbahan kayu ini? Justru pada merek yang biasa saja, bersahaja, sehingga sering jadi ungkapan: lancar jaya.
“Lancar jaya” serupa dengan “maju jaya”, “makmur jaya”, “jaya abadi”, “terang jaya”, dan silakan Anda sebut yang sebangsanya. Nama-nama itu sering jadi pilihan nama toko, CV, dan usaha dagang.
Nama-nama yang tak menjanjikan kebaruan, tak menyugestikan terobosan inovatif, tapi bagi pemiliknya boleh jadi itu adalah pertaruhan nasib karena menyangkut kelangsungan usaha.
“Jaya”, itu sebuah cita-cita. Siapa juga yang mau si keok pecundang. Hanya dengan hasrat dan impian maka sebuah bisnis akan digeluti dengan sepenuh hati, bukan cuma iseng untuk buang duit sambil cengengesan.
“Lancar”, itu sebuah perjalanan tanpa hambatan sehingga tujuan akan lekas tercapai.
Hari gini masih ada orang berani pasang merek yang nyaris generik, sungguh menarik. Pilihan ekstrem sekarang adalah bikin merek usaha yang keren, kebarat-baratan, bisa juga berbau bahasa tinggi Indonesia (atau Sansekerta), dan di sisi lain adalah merek yang seadanya, sederhana, agak ndagel sekaligus meledek. Misalnya PT Jujurjaya, penerbit majalah gratisan Loud, milik Ridho Slank Hafidz.
Dunia merek kadangkala merupakan peta benak sebuah masyarakat.
August 28th, 2007 at 3:09 pm
biasanya sothil (sutil? sudip?) kayu nggak ada mereknya. rupanya ada pionir sothil bermerek. mereknya mengingatkan pada bus antarkota yak..
August 28th, 2007 at 10:12 pm
angan2 pengen bikin perusahaan dg nama “pt mulai bergerak” tapi mau usaha apa ya? kok belum terpikirkan hihihi maklum masih mental pegawai..
August 31st, 2007 at 3:31 am
Itu kaya nya dah jadi trade mark merek dagang Indonesia yak ? :))
September 9th, 2007 at 11:31 pm
ada group musik namanya juga “Harapan Jaya “
September 10th, 2007 at 12:37 am
itu nama ngrejekeni lho pak puh..
September 25th, 2007 at 9:51 pm
wakakakaka…..
aku kenal ama yang bikin. namanya tjahyarini, biasa di panggil cik rini….orang pekalongan.
dia juga buat kompor sumbu dengan merk yang sama
October 18th, 2007 at 12:47 pm
Kalau ada yang sempat jalan2 ke Kecamatan Dampit Kab. Malang, ada perusahaan dengan nama PT.ASAL JAYA, hebatnya perusahaan tersebut memegang omzet nomor dua se-Indonesia dalam hal eksporter (eksportir) kopi.
Jan asal tenan..