batik kimia farma

Bisa saja ada pertanyaan: apakah Indonesia harus batik? Bakal panjang paparan maupun debatnya.

Dalam urusan fashion, kita kadangkala membutuhkan batik. Baik karena keinginan sendiri maupun karena tuntutan keadaan (dari dress code sampai kewajiban dinas).

Batik juga tak hanya sebagai baju. Batik muncul dalam taplak, serbet, sprei, sarung bantal. Apa lagi? Dalam sampul buku tulis tebal (kalau masih ada). Batik juga muncul dalam kemasan produk sendiri di jaringan apotek Kimia Farma, yang induknya pernah meraih Brand Visualization Award (2006).

Barang ini, bedak boorzinc, saya dapatkan Juli/Agustus 2007. Artinya itu barang masa kini. Tapi, sungguh, ketika melihatnya di rak kaca sewalayan apotek itu saya seperti terlempar ke masa silam. Ya bentuk silinder kardusnya, ya kertas bahannya, ya ragam hiasnya, ya teknik cetaknya.

Betulkah itu batik? Mungkin. Bukankah desain “batik modern” juga terus berkembang?

 

2 Responses to Batik, Suatu Keindonesiaan

  1. mud INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    saya punya bbrp iklan cetak jadul (ada yang tahun 1958), bisa dikirim gak ya? kemana paman?

  2. mpokb INDONESIA Mozilla Firefox Windows says:

    indonesia nggak harus batik, tapi batik cocok buat iklim tropis. simpatik gitu lho :D

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>