Indonesia: Sebuah Pencarian (dan Cita-cita)

Seperti apakah desain yang mengindonesia? Sebuah pemancing perdebatan penuh busa, sementara Indonesia dan keindonesiaan di setiap benak mungkin tak sama-dan -sebangun.
Kopi kalengan tak hanya mewah kemasannya (maklum untuk kelas premium), tapi desainnya menarik. Tampilan luar mengambil sentuhan ragam hias Toraja agar lebih meyakinkan konsumen tentang nikmatnya kopi toraja.
Bagaimana kemasan dalamnya, yaitu kantong kopi hampa udara? Seolah “kurang nyambung” dengan kemasan kaleng. Memang, pada kaleng sudah ada pengait visual berupa gambar lelaki tua Jawa. Tapi kemasan dalam yang bermotif kayu dengan gambar wong Jawa — lebih mengesankan java si kopi item? — itu seolah mengajak konsumen untuk melupakan kaleng.
Pada desain sebelumnya, JJ Royal Coffee lebih berhasil menampilkan “kopi Indonesia”. Bisa saja sih mengundang komentar itu mencitrakan kopi timor — atau malah kopi brazil?
Yah, Indonesia memang belum selesai. Indonesia, sebagai nasion, sebagai kebudayaan, sebagai ruang hidup bersama, bukanlah sesuatu yang tunggal warna maupun tunggal pikir.
Kembali ke desain ya. Sebagai upaya, ini patut dihargai. Sebagai kopi? Nikmat!
September 13th, 2007 at 5:53 pm
tenang saja, bang paman. menurut buku connoisseurs’ guide to coffee, kupi indonesia masih lebih bagus daripada kupi brazil… =’.'=
September 14th, 2007 at 9:29 am
JJ Royal ini ga ada di Medan Paman, pernah nyoba kopi Sumatera? Ada kopi sidikalang ada juga ulee kareng yg nikmat bgt…
September 17th, 2007 at 4:24 pm
Tuku ning endi sih, Man?
Apa misih di Ranch Market?
*gak pernah nemu*
September 18th, 2007 at 11:21 am
kalau meng-indonesa coffee nya diganti kopi…
January 8th, 2008 at 5:43 pm
kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep harus yang utama. saya pernah beli permen, iklannya bilang rasa dan kemasan baru. semangat saya buka pambungkus ,karna mamang permen favorit saya. tapi yang saya dapatkan cuma bungkus. permennya mana? lupa dimasukkan sarang bung. so ?