Mbok Berek, bukan Pak Kolonel

Anda pernah melihat potret Colonel Sanders si peramu resep KFC. Kalau potret Mbok Berek (baca: bê-rèk)? Jarang yang pernah melihat. Saya juga belum. Tapi sebagai nama, Mbok Berek (pernah) ada di mana-mana. Mbok Berek adalah ayam goreng. Tepatnya: ayam goreng kalasan.
Kalasan adalah nama tempat di Yogya. Ketika nama itu menjadi atribut masakan, tertulislah dengan “k” kecil, seperti “y” kecil dalam “gudeg yogya”.
Tapi nanti dulu, siapa itu Mbok Berek? Dialah si peramu bumbu ayam goreng gurih garing. Lantas anak-cucunya, dan entah siapa lagi, menjadikannya sebagai merek ayam goreng.
Salah satu cucu, sebagai pihak yang berhak, adalah Ny. Umi. Lengkapnya Nyonya Umi Noorsalim.
Siapakah gerangan Umi yang mengibarkan merek sendiri, dengan slogan “Ayam Desa Masuk Kota”, dan pernah jadi model iklan kecap itu? Dia adalah putri dari Nur Indarti, pemilik ayam goreng kalasan Candisari, Yogya.
Adapun Nur Indarti adalah putri Samijo Mangundimejo. Nah, Pak Samijo inilah putra Nyi Rame. Siapa Nyi Rame? Dia adalah istri Pak Berek Ronopawiro. Di kemudian hari Nyi Rame dikenal sebagai Mbok Berek. Dan Umi adalah cucu buyut Mbah Berek.
Kok saya tahu? Lha iya, wong saya mencuplik dari map menu kedai Umi di Pondok Indah, Jakarta, yang memuat silsilah the Bereks.

“Mbok Berek Ny. Umi”, sebagai nama dagang, sudah dipatenkan. Penggunaan mereknya, secara waralaba, dikelola oleh PT Weling Simbah Wulung. Dalam bahasa Jawa, nama perusahaan itu berarti pesan Simbah Wulung. Siapa itu Mbah Wulung? Mungkin ya Mbok Berek itu.
Lantas bagaimana dengan desain ini? Dia masih mengandalkan gambar ayam goreng. Bandingkan dengan ayam goreng Suharti yang pakai potret Bu Suharti. Adapun ayam goreng Ny. Suharti, kalau saya tak salah, adalah milik dudanya Bu Suharti.
Ny. Suharti, sebagai nama dan merek, sejak dulu membuat kagum. Dia melabeli diri nyonya, tapi tak membawa nama suami. Modern kan? Nyonya Umi juga begitu.
Cicipilah:
+ Resep ala Mbok Berek
+ Resep ala (Ny.) Suharti
September 29th, 2007 at 9:45 am
yang sering membuat saya bertanya-tanya, kenapa ceker ayamnya dibuang, baik dari gambar maupun dari barang dagangannya.
October 2nd, 2007 at 9:23 pm
#mbilung: soale cekere cangkrangen pakde, ra apik difoto.
October 4th, 2007 at 6:45 pm
[...] Minggu lalu, pada hari kerja, aku nyoba di Ayam Goreng Mbok Berek Ny Umi, Pondok Indah. [...]
October 8th, 2007 at 2:58 pm
kenapa waralaba yg sukses sebagian besar “ayam”..?!
emang “Ayam” komoditi yang dicari ya..?
October 18th, 2007 at 11:42 am
Man….
Wulung itu artinya hitam khan?
jadi Weling Simbah Wulung, apa bisa diartikan “Pesan kakek hitam”??
Atau mungkin wulung merupakan transformasi dari kata ‘pulung’, yang dimaksudkan untuk mencari sajak dengan kata sebelumnya,’weling’ ??
December 1st, 2007 at 5:34 am
Lucu-lucu posternya
Salam kenal bung.
December 28th, 2007 at 11:38 am
kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana pakdhe?