Nyonya Besar Bikin Es

Merek es lilin bikinan PT Sumber Es Makmur, Tangerang, ini mengesankan sebuah jaminan zaman: sudah ada sejak dulu. Entahlah sudah berapa lama usianya. Saya sih tahunya baru dua-tiga tahun terakhir.
Apa lagi yang mengesankannya sebagai merek klasik? Ya merek itu sendiri: Njonja Besar (ejaan lama). Berupa “potret” perempuan bertubuh subur.

Embel-embel “home made” seolah menjanjikan sebuah tradisi cita rasa dengan sentuhan personal. Harap diingat, sebelum es loli (dan es krim) Diamond, Woody, Campina, dan kemudian Wall’s mengisi pasar, sebagian besar es lilin (dan es mambo) memang bikinan industri rumah tangga.
Dalam keseharian kita, kata “nyonya besar” itu lebih terdengar melalui cerita dan kadang berbau guyon — bahkan mungkin saja berbau ledekan. Nyonya Besar adalah istri Tuan Besar. Dekat dengan kekuasaan.
Merek es ini, berikut gambarnya, seolah mewakili sebuah tradisi peranakan, yaitu masyarakat keturunan Cina di Indonesia. Hanya orang bule, dan kaum Timur Jauh, yang dulu sering disebut “nyonya(h)”.
Dalam perjalanan waktu, sapaan nyonya adalah sesuatu yang biasa, sebagai penghormatan untuk semua wanita yang sudah atau pernah bersuami. Kalau masih lajang dia akan disapa “nona(h)”.
Naskah drama kita, dan film Indonesia (lama?), masih menorehkankan penyebutan itu. Baik penyebutan oleh babu, jongos, dan sopir kepada majikan, maupun oleh kalangan yang “setara” (dokter, polisi, hakim).
Kalau terucapkan sebagai, katakanlah, “I-i–i-ya, Nyonya…” (kenapa sih mesti gagap?) maka itu dilontarkan oleh babu, jongos, dan sopir.
Kalau terkatakan semacam, “Begini Nyonya, ada hal yang perlu kami sampaikan…” maka itu keluar dari mulut dokter, polisi, dan hakim.
Dalam keseharian? Masih. Biasanya berupa pemanggilan oleh petugas apotek: “Nyonya Binsar Siahaan!” Memang, kalangan medis dan farmasi masih memakai penyebutan “nyonya” dan terutama “tuan”.
Kenapa nyonya dalam merek ini bisa disebut Njonja Besar. Mungkin dia istri juragan, atau justru dialah yang juragan, maka punya kuasa. Bisa juga karena badannya besar lantaran banyak makan es.

September 26th, 2007 at 5:08 pm
itu rasa nangka yak? wah, paling demen cobain es produk rumahan gini. biasanya ada rasa2 “langka” : jagung, nangka, cempedak, alpukat..
October 8th, 2007 at 3:02 pm
produk rumah tangga yang segera tergusur buatan kapitalis macam WALS, CAMPINA, INDO ESKRIM dll.
cepetan diborong, mungkin 5 tahun lagi jadi barang langka
October 30th, 2007 at 3:36 pm
Bole minta contact person dari Es Lilin Njonja Besar ?
mohon kirimkan ke harliman@yahoo.com atau sms ke 0816-192-6992.
Terima kasih..
December 21st, 2007 at 1:58 pm
minta tolong contact person PT. Sumber Es Makmur nya dong ?
atau
sms ke 0818-65-90-93
Terima kasih.
December 27th, 2007 at 2:23 pm
wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini. harganya ngga mahal, rasanya enak2.. terutama sih yang kacang merah di salut coklat di bagian luarnya