Semar Doyan Kerupuk

Banyak sudah merek yang memakai tokoh pewayangan. Itu membuktikan bahwa wayang masih hidup dalam sebagian masyarakat kita, terutama Jawa dan Sunda. Pergeralan wayang kulit di auditorium RRI Jakarta, misalnya, masih diminati. Demikian pula di Taman Mini Indonesia Indah.
Meskipun begitu apa salahnya kita menerka satu hal. Yaitu mengapa kerupuk ini memakai Semar, sesepuh punakawan? Apakah konsumennya, yang tak semuanya Jawa, masih hirau wayang?
Penjual kerupuk ini, orang Sunda, saja tak begitu hirau. Lebih penyting baginya apakah semua titipan dan kulakan di warung rokoknya cepat laku atau tidak.
Bisa jadi si produsen memang mengidolakan Semar, punakawan yang bukan sekadar pembanyol melainkan juga pembawa bisikan suara dewa, karena Semar bukan manusia biasa.
Kerupuk ini bukan barang lama. Saya sering melihatnya baru dua tahun belakangan di warung-warung di Pondokgede. Entahlah dia bikinan mana, yang pasti mengaku Jakarta.
Sebagai merek baru, dia dikemas sederhana tapi modern. Perancangan sudah melibatkan komputer. Pencetakan tak cukup dengan fotokopi, tapi sudah mini-offset dengan warna spot. Kertasnya? HVS bekas lembar promo Esia.
Sungguh desain label yang murah dan ramah lingkungan. Mungkin sesuai anjuran arif Semar: reuse kertas itu baik, dan menghemat hutan.
Namanya juga Semar modern. Lihat saja bajunya.
3 Responses to Semar Doyan Kerupuk
Leave a Reply Cancel reply
Random Posts
Kekejaman dalam Merek Dagang
November 4, 2004Saya tak ingat persis puisi Taufiq Ismail ketika memrotes adu tinju bayaran di ring. Kalau tak salah [mohon Anda koreksi] ada “nenekku berpesan, jangan sekali-kali kau mengadu binatang”.
Adu binatang memang memedihkan kita. Dari adu jangkrik, adu ikan, adu domba, sampai adu jago dan entah adu apa lagi. Makhluk-makhluk itu dilatih untuk saling menyakiti [...]
Recent Comments
- sule: q butuh plstk jerapah ukuran 7-20.tolong hub saya bagi y menyediakan.trms
- patricia: untuk cari platesin merk ini bs cb buka di web : http://akarsanaagung.wordpress .com
- dwi si topi miring: mantaf
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
- Bismaa: Ehh, itu kan eyang saya .. Benerr suerr, kok bisa ada di internet ?
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)







Paman, kenapa Semar digambar kan selalu untu-nya Merongos ?
Apa semar memang merongos ???
om om…gambar semarnya mirip di cerita petruk gareng keluarannya gultom agency ya om? saya kok jadi inget komik itu…hehehe!
:)
kapan pak puh bikin kerupuk TOGOG/