Semar Doyan Kerupuk

25 September 2007 @ 22:16:08

kerupuk kulit cap semar

Banyak sudah merek yang memakai tokoh pewayangan. Itu membuktikan bahwa wayang masih hidup dalam sebagian masyarakat kita, terutama Jawa dan Sunda. Pergeralan wayang kulit di auditorium RRI Jakarta, misalnya, masih diminati. Demikian pula di Taman Mini Indonesia Indah.

Meskipun begitu apa salahnya kita menerka satu hal. Yaitu mengapa kerupuk ini memakai Semar, sesepuh punakawan? Apakah konsumennya, yang tak semuanya Jawa, masih hirau wayang?

Penjual kerupuk ini, orang Sunda, saja tak begitu hirau. Lebih penyting baginya apakah semua titipan dan kulakan di warung rokoknya cepat laku atau tidak.

Bisa jadi si produsen memang mengidolakan Semar, punakawan yang bukan sekadar pembanyol melainkan juga pembawa bisikan suara dewa, karena Semar bukan manusia biasa.

Kerupuk ini bukan barang lama. Saya sering melihatnya baru dua tahun belakangan di warung-warung di Pondokgede. Entahlah dia bikinan mana, yang pasti mengaku Jakarta.

Sebagai merek baru, dia dikemas sederhana tapi modern. Perancangan sudah melibatkan komputer. Pencetakan tak cukup dengan fotokopi, tapi sudah mini-offset dengan warna spot. Kertasnya? HVS bekas lembar promo Esia.

Sungguh desain label yang murah dan ramah lingkungan. Mungkin sesuai anjuran arif Semar: reuse kertas itu baik, dan menghemat hutan.

Namanya juga Semar modern. Lihat saja bajunya.

3 Responses

  1. dhany Says:

    kapan pak puh bikin kerupuk TOGOG/

  2. yuki Says:

    om om…gambar semarnya mirip di cerita petruk gareng keluarannya gultom agency ya om? saya kok jadi inget komik itu…hehehe!
    :)

  3. Sontol_Nak Says:

    Paman, kenapa Semar digambar kan selalu untu-nya Merongos ?
    Apa semar memang merongos ???

Leave a Comment

Please note: Comment moderation is enabled and may delay your comment. There is no need to resubmit your comment.

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)