Jènipêr, bukan Jennifer

Desain label sirop ini sudah modern. Nama yang dipakai pun “modern”, maaf maksud saya “kebarat-baratan”. Jeniper. Keren kan?
Produk ini bikinan CV Mustika Flamboyan, Kuningan, Jawa Barat. Saya belum tahu Jeniper itu nama siapa. Pemiliknya? Putrinya?
Tentang Jeniper ini, sebagian dari Anda pasti akan terjerembab ke olok-olok lama bahwa (sebagian) orang Sunda tak dapat melafalkan “F” (èf) dan “V” (vé). Maka ada`guyon lama, tentang niat mengoreksi huruf pertama Vespa: “Bukan ‘èp’ tapi ‘pé’.”
Betulkah pejorasi itu? Tak hanya sebagian orang Sunda. Sebagian orang Jawa dan sebagian orang Betawi juga kurang telaten melafalkan “F”, “V”, dan “X”. Malah penutur bahasa Indonesia pun kadang menuliskan “kompleks” sebagai “komplek”. Tapi “seks” dan “boks” tidak menjadi “sek” dan “bok”.
November 11th, 2007 at 7:39 am
paman, saya pikir nama itu kependekan dari “JEruk NIpis PERas”, hehe…
“kreatip” (maklum orang sunda
)juga yang bikin merk…hehe…
November 25th, 2007 at 6:00 am
Waktu Hari Raya kemarin, saya ke Kuningan maksud hati mau beli ini Jeniper buat oleh2… Tapi sdh kehabisan… sekarang nbamanya sdh berubah menjadi Jeniper Lopes (jeruk Nipis Peres - Loba Pesenan) alias banyak yang mesen…
November 28th, 2007 at 11:30 am
kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong..
November 30th, 2007 at 12:26 pm
DI surabaya ada warung nasi namanya warung ‘BellWest’. Artinya ‘Belakang Westin’ (sebelum jadi hotel JW Mariot)
Tau artinya nama kecamatan ‘Glenmore’ di Banyuwangi??