Apakah kerupuk yang semoga punya rasa ikan ini berbahan daging lumba-lumba, satwa air yang lucu dan cerdas itu? Semoga tidak. Tapi kalau soal merek, es krim saja memakai merek dagang Flipper, kan? Yang penting: awas barang tiruan. Jika Anda menemukan tiruan, kontaklah ponsel sang juragan.

Ini sudah biasa di mana-mana, tapi apakah Anda memperhatikannya? Merek pada kertas pembungkus nasi padang (karena generik, bukan nama geografis, maka pakai “p” kecil untuk “padang”) itu hanya berupa stempel, hasilnya tak sama pada setiap kertas. Seperti umumnya rumah makan padang, maka dalam merek selalu ada gambar rumah gadang. Meskipun hanya stempel nasi, ini bukan soal sepele. Dulu, 1997/98, aktivis yang diculik lalu disekap di Cijantung bisa membantu identifikasi lokasi karena kertas bungkus nasi padang yang masuk ke sel mereka. Â Nasi padang itu berasal dari sebuah kedai di bilangan Cijantung, Jakarta Timur. Tetapi, tak ada hubungannya dengan penculikan aktivis, mengapa ada sebutan “nasi padang” dan “masakan padang”, padahal tak semua urang awak berasal dari Padang nun di Ranah Minangkabau sana?


Sukses bakpia dari Kampung Pathuk (bukan Pathok — ini berarti “patok” dalam bahasa Indonesia), Yogya, membuahkan aneka merek dari luar wilayah itu. Salah satunya dua merek yang bergambar becak, dari produsen yang sama. Kenapa becak? Mungkin karena becak adalah bagian dari identitas lokal. Selain itu, sebagian becak memang menempatkan diri sebagai pemandu belanja bagi wisatawan. Dari memandu — tepatnya mengantar — itulah tukang becak mendapatkan persenen dari toko suvenir dan sebagainya. Lihatlah gambar becak pada versi kotak kuning. Ada dua penumpang “setu legi” di sana: setengah tuwa lemu ginuk-ginuk. Pakai kain kebaya pula.


Sebagian orang mengira merek getuk (Jawa: gethuk) Trio dari Magelang itu karena warna-warni, setidaknya terdiri dari tiga warna. Ternyata, menurut sang produsen kepada Koran Tempo, itu karena meneruskan bengkel vulkanisir Trio  milik keluarga itu. Sebelum menjadi Trio,  getuk tenar ini sempat bernama Getuk Sirikit karena pernah dihidangkan kepada Ratu Sirikit dari Thailand yang berkunjung ke Magelang pada tahun 60-an. Getuk Trio terbikin sejak 1958. Dia menjadi salah satu ikon Magelang — selain taruna Akademi Militer.

Random Posts
Munyuk cap Tempo
July 30, 2007Buku tulis dan terutama notes cap Kera ini pernah menjadi bagian dari kehidupan tulis-menulis di Indonesia sampai awal 70-an. Sebagian orang Jawa menyebutnya “buku cap munyuk”.
Kualitas cetak sampul notes klasik ini sederhana tapi nyeni. Cukup menggunakan kertas manila dengan cetakan letterpress yang meninggalkan bekas tindasan, sudah begitu penintaannya tak rata pula.
Si kera [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)






