Satu Jempol tak Cukup

1 March 2007 @ 16:34:48

silet cap 2 jempol

Silet ini sangat yakin bahwa ketajamannya memang kelas jempolan. Bahkan dua jempol!

Sungguh merek yang sangat percaya diri, memakai bahasa Indonesia, didistribusikan oleh PT Enseval Putra Megatrading. Dalam kemasan paket tak disebutkan siapa produsennya. Tapi dalam bungkus silet tertulis “Dibuat oleh: ASR Co., USA”.

silet cap 2 jempol
Silet 2 Jempol ini saya peroleh Desember 2006 di Pasar Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kios penjualnya ada di seberang kedai swike enak itu. Di pasar swalayan Jakarta, setahu saya, silet ajaib ini tidak tersedia.

Saputangan Bapucuk Ampek

19 December 2006 @ 22:01:16

saputangan pria cap gajah

Ini merek klasik. Bukan bikinan Indonesia. Dari dulu diimpor dari RRC, bahkan saat Indonesia sedang tak menjalin hubungan diplomatik dengan Negeri Tirai Bambu itu. Seperti umumnya saputangan, garis bersilang pada kain lebih rapat pintalannya sehingga menghasilkan tekstur yang berbeda.

Saputangan cap Gajah, selain cap Mercusuar, telah mewarnai hari-hari orang Indonesia, sejak jauh hari sebelum muncul merek fashionable yang lebih keren — baik yang asli maupun palsu.

Saputangan cap gajah dan cap Mercusuar adalah saputangan — kacu, kata wong Jawa — pertama yang saya pakai saat kelas dua atau tiga SD. Maksud saya saputangan khusus untuk saya, yang disulam monogram “A.R.” oleh Ibu agar tak tertukar dengan milik Bapak dan saudara.

Ibu tinggal mengambilkannya dari kotak di lemari pakaian Bapak. Begitulah, selalu ada stok saputangan karena Ibu selalu membeli dalam paket. Tahun lalu, ketika saya pulang Natalan, sama seperti kepulangan saya sebelumnya Ibu masih punya stok kacu warisan almarhum Bapak.

Di Jakarta kita masih mendapatkan paket saputangan ini di Pasar Pagi Glodok dan Pasar Pagi Mangga Dua.

saputangan pria cap gajahSeperti halnya handuk baru, saputangan anyar juga kurang kêsêt. Licin, kurang menyerap keringat. Lagi pula lipatannya tak menjadi empat bagian sehingga agak besar jika masuk ke saku celana.

Kembali ke sulaman. Karena Ibu akhirnya tak sempat membuatkan monogram, lagi pula saya malu kalau ketahuan berkacu monogram (kayaknya kurang dewasa, kurang melelaki), maka sejak SMA saya menempuh cara baru.

Bagaimana caranya? Lembar saputangan saya masukkan ke mesin tik lalu saya ketik selayaknya kertas. Asal pitanya bagus, hasil ketikan akan awet.

Saya memetik ide saat melihat baju Arrow dan Manhattan hibah dari kakak saya. Ada kode produksi yang mirip hasil ketikan, karena ada jejak tekstur pita. Yang saat itu segera terbayang adalah menandai dengan stempel logam kantor pos yang menggunakan tinta khusus. Tapi mana mungkin?

Akhirnya saya coba pakai mesin tik. Berhasil. Norak tapi efektif.

Ke Gunung Sana Aku Memandang

16 October 2004 @ 19:33:33

silet cukur cap tatra

Masihkah Anda menjumpai silet cap Gunung Tatra bikinan Republik Cekoslovakia [sekarang masuk Slovakia] di toko modern?

Tatra, pegunungan yang indah, dengan banyak puncak. Di Ceko juga ada industri Tatra, tapi bikin mobil. Jadi, ini pabrik Tatra yang mana?

Tatra yang gunung, sudah saya jumpai di Jalan Gejayan, dekat Pasar Demangan, Yogyakarta. Itu nama penjahit, pemiliknya asal Wonosari. Mungkin dia mengidentifikasikan Gunung Kidul dengan Tatra.

Sekarang pandangilah foto-foto sepia para opa dan eyang kakung yang tampak klimis. Boleh jadi mereka membabat kumis-jenggot-cambang dengan Tatra.

Oh ya, nanti dalam sebuah pesta koktil, carilah dipomat Ceko dan Slovakia. Tanyailah apakah mereka pernah memakai silet Tatra. :)

Hmm… silet, produk teknologi untuk membabat bulu yang tak diinginkan. Bank Dunia memasukkan Tatra sebagai indikator standar hidup rakyat Ghana dalam surveinya.

Saya nggak tahu apakah Badan Pusat Statistik pernah memasukkan barang ginian dalam surveinya. Padahal harga barang remeh, bukan hanya silet, itu termasuk indikator biaya hidup lho.

Maka tak mengherankan bila ada sebuah pemeringkatan biaya hidup kota-kota metropolitan dunia memasukkan harga MacD dan Coke [dan juga harga prangko untuk kirim kartu pos, selain ongkos taksi dari bandara ke pusat kota] untuk “indeks kemahalan”.

Gunung Tatra

Pemotong (Lidah) Buaya

10 October 2004 @ 12:34:47

silet pemotong buaya darat...Apa sih yang terlintas di benak pencipta merek ketika bikin silet cap Nacet?

Tampaknya dia tak membayangkan silet untuk memotong cicak atau tokek [ih bengis!], karena di Barat kan nggak ada cicak atau tokek, kecuali mengimpor gecko dari negeri tropis.

Snacet modern, tetap menzalimi buayailet tajam, bisa mengiris buaya [darat], alangkah hebatnya. Nacet terbikin oleh Gillettes Company, yang tak hanya bikin silet tapi juga personal cares buat pria dan wanita.

Nacet sekarang tampil modern, tapi ya tetap dengan buaya tak bersalah yang jadi korban kekejaman itu — bukan buaya [darat] brewok yang harus dicukur…

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)