<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>label.blogombal.org &#187; Busana, perhiasan, pernik</title>
	<atom:link href="http://label.blogombal.org/category/busana/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 16:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Saputangan Bapucuk Ampek</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2006/12/19/saputangan-bapucuk-ampek/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2006/12/19/saputangan-bapucuk-ampek/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2006 15:01:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Busana, perhiasan, pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2006/12/19/saputangan-bapucuk-ampek/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Ini merek klasik. Bukan bikinan Indonesia. Dari dulu diimpor dari RRC, bahkan saat Indonesia sedang tak menjalin hubungan diplomatik dengan Negeri Tirai Bambu itu. Seperti umumnya saputangan, garis bersilang pada kain lebih rapat pintalannya sehingga menghasilkan tekstur yang berbeda.</p> <p>Saputangan cap Gajah, selain cap Mercusuar, telah mewarnai hari-hari orang Indonesia, sejak jauh hari sebelum [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="saputangan pria cap gajah" alt="saputangan pria cap gajah" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/saputangan1.jpg" /></p>
<p>Ini merek klasik. Bukan bikinan Indonesia. Dari dulu diimpor dari RRC, bahkan saat Indonesia sedang tak menjalin hubungan diplomatik dengan Negeri Tirai Bambu itu. Seperti umumnya saputangan, garis bersilang pada kain lebih rapat pintalannya sehingga menghasilkan tekstur yang berbeda.</p>
<p>Saputangan cap Gajah, selain cap Mercusuar, telah mewarnai hari-hari orang Indonesia, sejak jauh hari sebelum muncul merek <em>fashionable</em> yang lebih keren &#8212; baik yang asli maupun palsu.</p>
<p>Saputangan cap gajah dan cap Mercusuar adalah saputangan &#8212; <em>kacu</em>, kata wong Jawa &#8212; pertama yang saya pakai saat kelas dua atau tiga SD. Maksud saya saputangan khusus untuk saya, yang disulam monogram &#8220;A.R.&#8221; oleh Ibu agar tak tertukar dengan milik Bapak dan saudara.</p>
<p>Ibu tinggal mengambilkannya dari kotak di lemari pakaian Bapak. Begitulah, selalu ada stok saputangan karena Ibu selalu membeli dalam paket. Tahun lalu, ketika saya pulang Natalan, sama seperti kepulangan saya sebelumnya Ibu masih punya stok <em>kacu</em> warisan almarhum Bapak.</p>
<p>Di Jakarta kita masih mendapatkan paket saputangan ini di Pasar Pagi Glodok dan Pasar Pagi Mangga Dua.</p>
<p><img align="left" alt="saputangan pria cap gajah" title="saputangan pria cap gajah" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/saputangan2.jpg" />Seperti halnya handuk baru, saputangan anyar juga kurang <em>kÃªsÃªt</em>. Licin, kurang menyerap keringat. Lagi pula lipatannya tak menjadi empat bagian sehingga agak besar jika masuk ke saku celana.</p>
<p>Kembali ke sulaman. Karena Ibu akhirnya tak sempat membuatkan monogram, lagi pula saya malu kalau ketahuan berkacu monogram (kayaknya kurang dewasa, kurang melelaki), maka sejak SMA saya menempuh cara baru.</p>
<p>Bagaimana caranya? Lembar saputangan saya masukkan ke mesin tik lalu saya ketik selayaknya kertas. Asal pitanya bagus, hasil ketikan akan awet.</p>
<p>Saya memetik ide saat melihat baju Arrow dan Manhattan hibah dari kakak saya. Ada kode produksi yang mirip hasil ketikan, karena ada jejak tekstur pita. Yang saat itu segera terbayang adalah menandai dengan stempel logam kantor pos yang menggunakan tinta khusus. Tapi mana mungkin?</p>
<p>Akhirnya saya coba pakai mesin tik. Berhasil. Norak tapi efektif.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2006/12/19/saputangan-bapucuk-ampek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ke Gunung Sana Aku Memandang</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2004/10/16/ke-gunung-sana-aku-memandang/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2004/10/16/ke-gunung-sana-aku-memandang/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 16 Oct 2004 12:33:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Busana, perhiasan, pernik]]></category>
		<category><![CDATA[Kosmetika]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2004/10/16/ke-gunung-sana-aku-memandang/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Masihkah Anda menjumpai silet cap Gunung Tatra bikinan Republik Cekoslovakia [sekarang masuk Slovakia] di toko modern?</p> <p>Tatra, pegunungan yang indah, dengan <a target="_blank" href="http://www.cs.put.poznan.pl/holidays/tatry/satview.html">banyak puncak</a>. Di Ceko juga ada industri Tatra, tapi bikin mobil. Jadi, ini pabrik Tatra yang mana?</p> <p>Tatra yang gunung, sudah saya jumpai di Jalan Gejayan, dekat Pasar Demangan, Yogyakarta. Itu [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="silet cukur cap tatra" title="silet cukur cap tatra" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/silet-tatra.jpg" /></p>
<p>Masihkah Anda menjumpai silet cap Gunung Tatra bikinan Republik Cekoslovakia [sekarang masuk Slovakia] di toko modern?</p>
<p>Tatra, pegunungan yang indah, dengan <a target="_blank" href="http://www.cs.put.poznan.pl/holidays/tatry/satview.html"><strong>banyak puncak</strong></a>. Di Ceko juga ada industri Tatra, tapi bikin mobil. Jadi, ini pabrik Tatra yang mana?</p>
<p>Tatra yang gunung, sudah saya jumpai di Jalan Gejayan, dekat Pasar Demangan, Yogyakarta. Itu nama penjahit, pemiliknya asal Wonosari. Mungkin dia mengidentifikasikan Gunung Kidul dengan Tatra.</p>
<p>Sekarang pandangilah foto-foto sepia para opa dan eyang kakung yang tampak klimis. Boleh jadi mereka membabat kumis-jenggot-cambang dengan Tatra.</p>
<p>Oh ya, nanti dalam sebuah pesta koktil, carilah dipomat Ceko dan Slovakia. Tanyailah apakah mereka pernah memakai silet Tatra. :)</p>
<p>Hmm&#8230; silet, produk teknologi untuk membabat bulu yang tak diinginkan. Bank Dunia memasukkan Tatra sebagai indikator standar hidup rakyat Ghana dalam <a target="_blank" href="http://www4.worldbank.org/afr/poverty/pdf/docnav/02686.pdf"><strong>surveinya</strong></a>.</p>
<p>Saya nggak tahu apakah <strong><a target="_blank" href="http://www.bps.go.id/index.shtml">Badan Pusat Statistik </a></strong>pernah memasukkan barang ginian dalam surveinya. Padahal harga barang remeh, bukan hanya silet, itu termasuk indikator biaya hidup lho.</p>
<p>Maka tak mengherankan bila ada sebuah pemeringkatan biaya hidup kota-kota metropolitan dunia memasukkan harga MacD dan Coke [dan juga harga prangko untuk kirim kartu pos, selain ongkos taksi dari bandara ke pusat kota] untuk &#8220;indeks kemahalan&#8221;.</p>
<p><img title="Gunung Tatra" alt="Gunung Tatra" src="http://www.cs.put.poznan.pl/holidays/tatry/imgs/fullt/tatry777.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2004/10/16/ke-gunung-sana-aku-memandang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pemotong (Lidah) Buaya</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2004/10/10/pemotong-lidah-buaya/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2004/10/10/pemotong-lidah-buaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Oct 2004 05:34:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Busana, perhiasan, pernik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2004/10/10/pemotong-lidah-buaya/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Apa sih yang terlintas di benak pencipta merek ketika bikin silet cap Nacet?</p> <p>Tampaknya dia tak membayangkan silet untuk memotong cicak atau tokek [ih bengis!], karena di Barat kan nggak ada cicak atau tokek, kecuali mengimpor gecko dari negeri tropis.</p> <p>Silet tajam, bisa mengiris buaya [darat], alangkah hebatnya. Nacet terbikin oleh <a target="_blank" href="http://www.gillette.com/homepage.asp">Gillettes Company</a>, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="6" border="0" align="right" title="silet pemotong buaya darat..." style="width: 250px; height: 255px" alt="silet pemotong buaya darat..." src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/silet-nacet.jpg" />Apa sih yang terlintas di benak pencipta merek ketika bikin silet cap Nacet?</p>
<p>Tampaknya dia tak membayangkan silet untuk memotong cicak atau tokek [ih bengis!], karena di Barat kan nggak ada cicak atau tokek, kecuali mengimpor gecko dari negeri tropis.</p>
<p>S<img hspace="0" border="0" align="left" title="nacet modern, tetap menzalimi buaya" style="width: 71px; height: 146px" alt="nacet modern, tetap menzalimi buaya" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/nacetbaru.jpg" />ilet tajam, bisa mengiris buaya [darat], alangkah hebatnya. Nacet terbikin oleh <strong><a target="_blank" href="http://www.gillette.com/homepage.asp">Gillettes Company</a></strong>, yang tak hanya bikin silet tapi juga <em>personal cares</em> buat pria dan wanita.</p>
<p>Nacet sekarang tampil modern, tapi ya tetap dengan buaya tak bersalah yang jadi korban kekejaman itu &#8212; bukan buaya [darat] brewok yang harus dicukur&#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2004/10/10/pemotong-lidah-buaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

