Sabun cap Tawon

11 August 2006 @ 22:51:12

sabun cap tawon atawa bee and flower

Nama resminya Bee and Flower, tapi jarang yang mengindonesiakannya sebagai sabun cap Tawon dan Kembang. Cukup sabun cap Tawon.

Jarang diiklankan, atau malah tak pernah. Yang pasti pasarnya masih ada. Kalau sepi pecinta mana mungkin Maspion membikinnya, atas lisensi Shangai Soap Factory, RRC.

Kalau Anda belum pernah menjumpai produk ini, susah untuk membayangkan baunya. Yang pasti wangi — tapi wanginya berbau tahun 60-70-an. Wangi rakyat, kata yang sinis. Wangi ndesit, kata yang (sok) kota.

sabun cap tawon

Di luar soal harum, yang khas dari sabun ini adalah bungkusnya. Seperti kertas kado. Dari dulu selalu kemasannya selalu dibungkus sabuk kertas dengan segel kertas emas.

Penuh percaya diri, perusahaan Alim Markus yang mencintai produk Indonesia ini (ingat kampanyenya di TV?), menyatakan dalam kemasannya:

….tidak hanya memberikan kelembutan dan keharuman yang tahan lama, tetapi juga memberikan kesegeran pada kulit anda. Silahkan coba, kami yakin pasti akan kembali lagi!

Sungguh hebat. Mereka yang tak mau kembali pasti karena tak tahu jalan pulang.

Wangi Mulus tapi bak Kesemek

26 August 2005 @ 0:08:36
Anda tahu buah kesemek [Diospyros kaki]? Itu sebuatan saya waktu kecil untuk bocah, balita, laki maupun perempuan, yang sehabis mandi tampak bersih, mulus, tapi pupurannya kelewat tebal, sehingga seperti kesemek. Kalau lebih tebal, dan merata, itu namanya riasan ala kabuki, ketopraknya Jepun.

Bingung membayangkan? Kesemek adalah buah yang kulitnya berwarna kuning tua atau jingga, dan entah kenapa di tangan penjual buah di pasar kulitnya selalu terlaburi serbuk putih yang tak merata. Seingat saya rasa daging buahnya tak terlalu manis, tapi asam pun tidak. Cenderung anyep, kata orang Jawa. Tapi kalau sudah didinginkan di kulkas sedap juga. Saya kurang tahu adakah varietas baru yang lebih manis.

Nah, di tengah serbuan sekian jenis produk baby care global, “bedak kampung” [maaf, kalau menyinggung perasaan] cap Happy ini masih ada. Saya lupa berapa harganya, pokoknya lebih murah ketimbang sebugkus rokok kretek berfilter.

Sekarang amatilah si bayi yang muncul dalam dua versi. Pada dinding silinder plastik [dulu karton] dia berkulit terang. Tapi pada tutup kemasan dia berkulit gelap, karena itulah barangkali dia butuh dikesemekkan. Persamaannya: kedua versi ini menampakkan usia yang lebih tua dari balita. Pada gambar tutup, ia tampak nakal, ingin merebut bedak dari suster.

Bedak ini, menurut gambar kemasan, juga cocok untuk wanita dewasa. Sulit membayangkan jika cewek zaman sekarang pakai bedak itu sebelum kencan. Bisa-bisa dia dipaggil Miss Kesemek. Lebih tua lagi akan dijuluki Lady Kesemek.

Cinta dan Ketiak

28 January 2005 @ 12:47:15

obat bau ketiakSaya menemukan ini di toilet kantor lama, sekitar 1995. Saya pikir kantong abate untu membasmi jentik nyamuk. Setelah saya amati ternyata… aha! Obat ketek!

Karena saya waktu itu belum dapat mengendalikan diri maka saya tenteng barang itu sambil teriak-teriak, “Hayo ngaku, siapa yang barusan pakai ini di toilet?”

Mendadak nongollah anak baru itu, si culun dari Yogya, sambil senyum tersipu. “Itu tadi saya, Mas. Bagus kok buat ngilangin bau,” katanya.

Saya segera maklum. Dia memang harus mengusir bau, karena sore selepas kantor akan kencan dengan sekretaris kantor kami, cewek Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, si jomblo yang ayu menik-menik itu. Orang usil dan dengki berkomentar, kok mau sih si cewek sama dia?

And they live happily ever after, punya dua anak. Mungkin berkat power MBK Powder. Apa itu MBK? Menghilangkan Bau Ketiak. Waks!

NB: Ketika saya membuatkan newsletter untuk undangan pernikahan mereka, si cewek mengaku dan boleh dikutip, bahwa dia tertarik kepada si cowok karena keluguannya… Oh cinta! The power of love, the power of obat ketek…

Ke Gunung Sana Aku Memandang

16 October 2004 @ 19:33:33

silet cukur cap tatra

Masihkah Anda menjumpai silet cap Gunung Tatra bikinan Republik Cekoslovakia [sekarang masuk Slovakia] di toko modern?

Tatra, pegunungan yang indah, dengan banyak puncak. Di Ceko juga ada industri Tatra, tapi bikin mobil. Jadi, ini pabrik Tatra yang mana?

Tatra yang gunung, sudah saya jumpai di Jalan Gejayan, dekat Pasar Demangan, Yogyakarta. Itu nama penjahit, pemiliknya asal Wonosari. Mungkin dia mengidentifikasikan Gunung Kidul dengan Tatra.

Sekarang pandangilah foto-foto sepia para opa dan eyang kakung yang tampak klimis. Boleh jadi mereka membabat kumis-jenggot-cambang dengan Tatra.

Oh ya, nanti dalam sebuah pesta koktil, carilah dipomat Ceko dan Slovakia. Tanyailah apakah mereka pernah memakai silet Tatra. :)

Hmm… silet, produk teknologi untuk membabat bulu yang tak diinginkan. Bank Dunia memasukkan Tatra sebagai indikator standar hidup rakyat Ghana dalam surveinya.

Saya nggak tahu apakah Badan Pusat Statistik pernah memasukkan barang ginian dalam surveinya. Padahal harga barang remeh, bukan hanya silet, itu termasuk indikator biaya hidup lho.

Maka tak mengherankan bila ada sebuah pemeringkatan biaya hidup kota-kota metropolitan dunia memasukkan harga MacD dan Coke [dan juga harga prangko untuk kirim kartu pos, selain ongkos taksi dari bandara ke pusat kota] untuk “indeks kemahalan”.

Gunung Tatra

Gombal Comments

  • lenastgg: kemasan bisa woke bung, tapi kulitas tetep...
  • yudi: Numpang tanya, boleh nggak?....kalo biscuits khong...
  • danie: kalau ayam bakar wong (s)olo silsilahnya begimana...
  • jenz: wah, saya demen sama es tjap njonja besar ini....
  • Gan Bensie: minta tolong contact person PT. Sumber Es...
  • Sontol_Nak: Paman, kenapa Semar digambar kan selalu...
  • Harian: wah kreatif nih tulisannya... jadi inget jaman...
  • caca: lucu2 ya tulisannnya bikin geli heheh... sukses ya!
  • x: Wah taru harum solo punya tuh.. :)
  • onie: hahaha...dahsya t...mestinya ada posting khusus...
  • lia zahara: mau tanya nih soal undian kapal api, lia...
  • bangbadi: Lucu-lucu posternya :) Salam kenal bung.
  • Tigun Wibisana: Apakah pening/plombir sepeda ini hingga...
  • anik budiarti: Pak iki sabun jadul ..dulu harganya...
  • anik budiarti: Pak..jaman saya dulu SD thn 87an yg sering...
  • anik budiarti: Pakdhe..aku juga pernah minum norit gara...
  • kardjo: DI surabaya ada warung nasi namanya warung...
  • sandra: ah saya sih kurang cocok dengan roti djoko....
  • mpokb: kalo jenifer, jadi jeruk nifis feras dong.. :D
  • yayan: minuman wajib para pemabok, harga murah pas buat...

Gombal Disclaimer

Gombalabel is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)