August 11, 2006

Nama resminya Bee and Flower, tapi jarang yang mengindonesiakannya sebagai sabun cap Tawon dan Kembang. Cukup sabun cap Tawon.
Jarang diiklankan, atau malah tak pernah. Yang pasti pasarnya masih ada. Kalau sepi pecinta mana mungkin Maspion membikinnya, atas lisensi Shangai Soap Factory, RRC.
Kalau Anda belum pernah menjumpai produk ini, susah untuk membayangkan baunya. Yang pasti wangi — tapi wanginya berbau tahun 60-70-an. Wangi rakyat, kata yang sinis. Wangi ndesit, kata yang (sok) kota.

Di luar soal harum, yang khas dari sabun ini adalah bungkusnya. Seperti kertas kado. Dari dulu selalu kemasannya selalu dibungkus sabuk kertas dengan segel kertas emas.
Penuh percaya diri, perusahaan Alim Markus yang mencintai produk Indonesia ini (ingat kampanyenya di TV?), menyatakan dalam kemasannya:
….tidak hanya memberikan kelembutan dan keharuman yang tahan lama, tetapi juga memberikan kesegeran pada kulit anda. Silahkan coba, kami yakin pasti akan kembali lagi!
Sungguh hebat. Mereka yang tak mau kembali pasti karena tak tahu jalan pulang.

January 28, 2005
Saya menemukan ini di toilet kantor lama, sekitar 1995. Saya pikir kantong abate untu membasmi jentik nyamuk. Setelah saya amati ternyata… aha! Obat ketek!
Karena saya waktu itu belum dapat mengendalikan diri maka saya tenteng barang itu sambil teriak-teriak, “Hayo ngaku, siapa yang barusan pakai ini di toilet?”
Mendadak nongollah anak baru itu, si culun dari Yogya, sambil senyum tersipu. “Itu tadi saya, Mas. Bagus kok buat ngilangin bau,” katanya.
Saya segera maklum. Dia memang harus mengusir bau, karena sore selepas kantor akan kencan dengan sekretaris kantor kami, cewek Jalan Daan Mogot, Jakarta Barat, si jomblo yang ayu menik-menik itu. Orang usil dan dengki berkomentar, kok mau sih si cewek sama dia?
And they live happily ever after, punya dua anak. Mungkin berkat power MBK Powder. Apa itu MBK? Menghilangkan Bau Ketiak. Waks!
NB: Ketika saya membuatkan newsletter untuk undangan pernikahan mereka, si cewek mengaku dan boleh dikutip, bahwa dia tertarik kepada si cowok karena keluguannya… Oh cinta! The power of love, the power of obat ketek…
October 16, 2004

Masihkah Anda menjumpai silet cap Gunung Tatra bikinan Republik Cekoslovakia [sekarang masuk Slovakia] di toko modern?
Tatra, pegunungan yang indah, dengan banyak puncak. Di Ceko juga ada industri Tatra, tapi bikin mobil. Jadi, ini pabrik Tatra yang mana?
Tatra yang gunung, sudah saya jumpai di Jalan Gejayan, dekat Pasar Demangan, Yogyakarta. Itu nama penjahit, pemiliknya asal Wonosari. Mungkin dia mengidentifikasikan Gunung Kidul dengan Tatra.
Sekarang pandangilah foto-foto sepia para opa dan eyang kakung yang tampak klimis. Boleh jadi mereka membabat kumis-jenggot-cambang dengan Tatra.
Oh ya, nanti dalam sebuah pesta koktil, carilah dipomat Ceko dan Slovakia. Tanyailah apakah mereka pernah memakai silet Tatra.
Hmm… silet, produk teknologi untuk membabat bulu yang tak diinginkan. Bank Dunia memasukkan Tatra sebagai indikator standar hidup rakyat Ghana dalam surveinya.
Saya nggak tahu apakah Badan Pusat Statistik pernah memasukkan barang ginian dalam surveinya. Padahal harga barang remeh, bukan hanya silet, itu termasuk indikator biaya hidup lho.
Maka tak mengherankan bila ada sebuah pemeringkatan biaya hidup kota-kota metropolitan dunia memasukkan harga MacD dan Coke [dan juga harga prangko untuk kirim kartu pos, selain ongkos taksi dari bandara ke pusat kota] untuk “indeks kemahalan”.
