
Pemilihan jenama lilin ini, Mercusuar, mungkin untuk memberi kesan bahwa selama menyala maka si lilin akan menjadi panduan arah bagi siapapun yang melihatnya. Saya tak tahu sejak kapan lilin ini beredar karena terbukti tanda terdaftarnya masih kosong, sementara barcode-nya tak saya coba untuk membacanya. Seperti umumnya lilin, Mercusuar dari Yogyakarta ini menggunakan warna merah untuk mereknya. Saya tak tahu kenapa warna merah yang dipilih — ada juga sih yang biru.
Tentang lilin, saya teringat coretan teman saya waktu SMP pada buku kenangan, “Jadilah lilin yang rela habis demi penerangan.” Walah, berat amat yak? :D
Benarkah klaim bahwa lilin ini tak meninggalkan sisa? Saya belum mengetesnya. Ketika memakai pun saya lupa untuk mencocokkan klaim dengan kenyataan.

Sudah lumrah jika di perumahan tak hanya beredar tukang tempel stiker sedot WC tetapi juga tukang sebar kartu promosi servis elektronik. Untuk promo montir alat listrik ini, umumnya berupa kartu, seukuran kartu pos, Â berbahan karton tebal, dengan bonus benang tebal. Cara penyebarannya dengan mencantelkannya pada pintu halaman orang atau… dilemparkan (terutama kalau ada anjing). Mungkin si montir berharap konsumen juga akan mencantelkan kartu ini sehingga perlu dicontohi. Keunikan sebagian kartu promo reparasi elektronik adalah pada teknik cetak: menggunakan sablon. Padahal sablon manual lebih dari satu warna itu melelahkan, dan terpaksa menggunakan raster besar. :)

Kantong plastik polypropylene berlabel halal ini produksi PT Panca Budi ini memilih merek Wayang. Mungkin supaya lebih merakyat. Hayo tebak, siapa tokoh wayang yang menjadi merek ini? :) Saya menemukannya di jalan. :)

Apa hubungan air murni tersuling dan singa? Merek memang bisa hinggap di benak dengan pelbagai jalan. Siapa tahu ini zodiak si juragan air aki. Tentang singa, banyak orang tahu bahwa sebutannya raja rimba (ada juga yang menyebut harimau sebagai raja hutan). Nah, meski ada film The Lion King, sejauh saya tahu ada merek dagang yang menggunakan nama Raja Singa. Tentang istilah “aki”, yang sering ditulis sebagai “accu”, itu karena warisan Belanda (accumulator). Cara membacanya memang “ak-ki” tapi ketika penutur mengucapkan suku kata “ki” maka bibirnya dimonyongkan seperti menyuarakan “ku”.
Random Posts
Bakoel Koffie Kemasan Khusus
March 1, 2007Bakoel Koffie juga menyediakan kopi bubuk untuk dibawa pulang. Dari biji langsung digiling lantas dimasukkan ke dalam kantong.
Ada sedia dua macam, arabica dan robusta, kantong kopi @ 250 gram itu diwadahi sebuah kotak karton tebal berlogo keemasan. Cocok untuk hadiah.
Andaikan semua kedai kopi berlomba menyajikan kemasan eksklusif, alangkah maraknya dunia desain [...]
Recent Comments
- Ichwan Antonio: Coba cari di PD LIDO telpon 021 6926075
- JP: Mas Antyo, kenal petinju Rukimin alias Rocky ini ini? Karena dia adalah kawan lama saya, dan saya sulit...
- eqwvwyvc: spa6d4 bcduumdmobmc
- Bunny: I can\’t hear anyhntig over the sound of how awesome this article is.
- pecah utax: jaman sekarang ; Mesti Hati2x milih makanan. bt ‘ penasaran jg menurut pndapat “Aming”....
Gombal Disclaimer
label.blogombal.org is a non-profit blog (continued from another blog) and is not intended to infringe upon the rights of any holders of copyrights. All materials (trademarks, logos, etc) on this blog are for informational purposes only. In case anybody feels that her/his copyright has been violated, please don't sue me. After all I am giving you free publicity. :)Categories
- Alat tulis dan kantor (4)
- Busana, perhiasan, pernik (3)
- Kosmetika (6)
- Lain-lain (10)
- Mainan (2)
- Makanan, minuman & obat (115)
- Produk jempolan (8)
- Rokok-merokok (20)
- Rumah tangga (17)
- Transportasi (4)






