Saya temukan bungkus kosong harmonika yang sudah terinjak ini di pelataran Taman Ismail Marzuki, Jakarta. Desainnya masih seperti dulu, seolah teknologi cetak tak berkembang, bahkan dengan sablon pun cetakan spot macam ini bisa. :)

Tagged with:
 

lilin mainan cap raja ketawa

Lilin mainan elastis biasanya untuk anak-anak. Maka mereknya pun sebisa mungkin mengesankan sesuatu yang riang. Bukan gambar tengkorak, misalnya.

Maka produsen plastisin ini memilih merek Raja Ketawa untuk “platesin”-nya. Gambarnya mengingatkan saya pada Dewa Ketawa dalam seratus lambang nomor buntut. Saya lupa nomor 44 atau 64 itu ada Dewa Ketawa. Kalau nomor 33, saya ingat, itu pengemis. Nomor 21 (ji-it) itu pelacur.

Apakah itu gambar raja? Entah. Saya sih teringat beberapa tampilan figur Sang Buddha dalam patung dan reflief.

Yang belum jelas bagi saya: apakah produsennya pernah membuat boneka lilin berbentuk raja ketawa?

lilin mainan cap raja ketawa