<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>label.blogombal.org &#187; Produk jempolan</title>
	<atom:link href="http://label.blogombal.org/category/produk-jempolan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 16:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Jempol Maemunah</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/07/27/jempol-maemunah/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/07/27/jempol-maemunah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2010 00:05:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>
		<category><![CDATA[kacang hijau]]></category>
		<category><![CDATA[maemunah bakery]]></category>
		<category><![CDATA[roti]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Yang namanya tanda jempol memang abadi. Itu sebabnya di blog ini ada kategori &#8220;produk jempolan&#8221;. Termasuk untuk roti kacang hijau dari Maemunah Bakery, Bekasi, yang saya temukan di Ciracas, Jakarta Timur. Kemasannya modern, begitu pula mereknya: Dee Dee. Apa arti Rp 500 di Jabodetabek? Bappenas lebih tahu, begitu pula lembaga-lembaga riset (dan konsultan) ekonomi.</p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="roti jempol maemunah" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/Makanan-minuman-obat/label-rotijempol-maemunah.jpg" alt="" width="500" height="281" /></p>
<p>Yang namanya tanda jempol memang abadi. Itu sebabnya di blog ini ada kategori &#8220;produk jempolan&#8221;. Termasuk untuk roti kacang hijau dari Maemunah Bakery, Bekasi, yang saya temukan di Ciracas, Jakarta Timur. Kemasannya modern, begitu pula mereknya: Dee Dee. Apa arti Rp 500 di Jabodetabek? Bappenas lebih tahu, begitu pula lembaga-lembaga riset (dan konsultan) ekonomi.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/07/27/jempol-maemunah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ibu Jari Istrinya Pak Bapak Jari</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/06/ibu-jari-istrinya-pak-bapak-jari/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/06/ibu-jari-istrinya-pak-bapak-jari/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 10:34:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>
		<category><![CDATA[bandrek]]></category>
		<category><![CDATA[ibu jari]]></category>
		<category><![CDATA[jempol]]></category>
		<category><![CDATA[kopi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=145</guid>
		<description><![CDATA[<p>Begitu banyak merek jempol karena setiap produsen sangat percaya diri bahwa produknya memang jempolan. Nah, peracik kopi dan bandrek ini memilih nama yang sama dengan jempol: ibu jari. Setahu saya jarang yang memakai kata itu. Mungkin produsen lain khawatir jika Ibu Jari dikira nama juragannya.</p> <p> </p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Begitu banyak merek jempol karena setiap produsen sangat percaya diri bahwa produknya memang jempolan. Nah, peracik kopi dan bandrek ini memilih nama yang sama dengan jempol: ibu jari. Setahu saya jarang yang memakai kata itu. Mungkin produsen lain khawatir jika Ibu Jari dikira nama juragannya.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-ibujari2.jpg" alt="bandrek ibu jari" width="250" height="445" /> <img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-ibujari1.jpg" alt="kopi bandrek ibu jari" width="250" height="464" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/06/ibu-jari-istrinya-pak-bapak-jari/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Jempol Pedas</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2007/03/02/jempol-pedas/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2007/03/02/jempol-pedas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Mar 2007 12:51:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2007/03/02/jempol-pedas/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Apa sih yang disebut sebagai &#8220;sambel asli&#8221;? Jawabannya tak cukup dengan &#8220;bukan sambel palsu&#8221;. Mungkin semacam ini: sambal (sambel) yang terbikin dari cabe (cabai) asli, bukan cabe lilin apalagi cabe plastik.</p> <p>Jika tingkat kepedasan bisa dinilai dengan bintang maka sambal ini meraih tujuh bintang. Tapi belum jelas, tujuh itu dari skala berapa.</p> <p>Jika penilaiannya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="sambel asli cap jempol" title="sambel asli cap jempol" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/Makanan-minuman-obat/sambal-jempol.jpg" /></p>
<p>Apa sih yang disebut sebagai &#8220;sambel asli&#8221;? Jawabannya tak cukup dengan &#8220;bukan sambel palsu&#8221;. Mungkin semacam ini: sambal (sambel) yang terbikin dari cabe (cabai) asli, bukan cabe lilin apalagi cabe plastik.</p>
<p>Jika tingkat kepedasan bisa dinilai dengan bintang maka sambal ini meraih tujuh bintang. Tapi belum jelas, tujuh itu dari skala berapa.</p>
<p>Jika penilaiannya menggunakan lambang cabe, maka sambal ini mengantongi 12 cabe. Semoga saja skalanya bukan satu sampai 25 cabe, karena sebagai sambal 12 cabe produk ini sudah pedas. Bagaimana dengan peraih 25 cabe? Lidah siapa yang tahan mengujinya?</p>
<p>Tentang cap jempol, ah entahlah. Begitu banyak produk yang memakai jempol untuk merek. Sederhana, cocok dengan persepsi khalayak bahwa jempol adalah simbol kebagusan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2007/03/02/jempol-pedas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Satu Jempol tak Cukup</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2007/03/01/satu-jempol-tak-cukup/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2007/03/01/satu-jempol-tak-cukup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 01 Mar 2007 09:34:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Kosmetika]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2007/03/01/satu-jempol-tak-cukup/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Silet ini sangat yakin bahwa ketajamannya memang kelas jempolan. Bahkan dua jempol!</p> <p>Sungguh merek yang sangat percaya diri, memakai bahasa Indonesia, didistribusikan oleh PT Enseval Putra Megatrading. Dalam kemasan paket tak disebutkan siapa produsennya. Tapi dalam bungkus silet tertulis &#8220;Dibuat oleh: ASR Co., USA&#8221;.</p> <p><br /> Silet 2 Jempol ini saya peroleh Desember 2006 [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="silet cap 2 jempol" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/silet-jempol-1.jpg" alt="silet cap 2 jempol" /></p>
<p>Silet ini sangat yakin bahwa ketajamannya memang kelas jempolan. Bahkan dua jempol!</p>
<p>Sungguh merek yang sangat percaya diri, memakai bahasa Indonesia, didistribusikan oleh PT Enseval Putra Megatrading. Dalam kemasan paket tak disebutkan siapa produsennya. Tapi dalam bungkus silet tertulis &#8220;Dibuat oleh: ASR Co., USA&#8221;.</p>
<p><img title="silet cap 2 jempol" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/silet-jempol-3.jpg" alt="silet cap 2 jempol" /><br />
Silet 2 Jempol ini saya peroleh Desember 2006 di Pasar Dawe, Kabupaten Kudus, Jawa Tengah. Kios penjualnya ada di seberang kedai swike enak itu. Di pasar swalayan Jakarta, setahu saya, silet ajaib ini tidak tersedia.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2007/03/01/satu-jempol-tak-cukup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Gaul-menggauli bersama Keripik Singkong</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2006/12/19/gaul-menggauli-bersama-keripik-singkong/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2006/12/19/gaul-menggauli-bersama-keripik-singkong/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2006 13:28:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2006/12/19/gaul-menggauli-bersama-keripik-singkong/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Ini produk rumah tangga, bagian dari ekonomi rakyat, yang didistribusikan melalui warung rokok. Harganya Rp 1.000 per bungkus. Rasa? Saya tak mencobanya. Karena tak mencicipi maka bolehlah saya disebut kurang gaul.</p> <p>Lha iyalah, namanya kan &#8220;snack gaul&#8221;. Cap Dua Jempol pula. Jadi, konsumen penganan ini adalah orang yang well informed, fashionable, stylish, updated, trendy, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="snack gaul keren beken" alt="snack gaul keren beken" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/snackgaul1.jpg" /></p>
<p>Ini produk rumah tangga, bagian dari ekonomi rakyat, yang didistribusikan melalui warung rokok. Harganya Rp 1.000 per bungkus. Rasa? Saya tak mencobanya. Karena tak mencicipi maka bolehlah saya disebut kurang gaul.</p>
<p>Lha iyalah, namanya kan &#8220;snack gaul&#8221;. Cap Dua Jempol pula. Jadi, konsumen penganan ini adalah orang yang <em>well informed, fashionable, stylish, updated, trendy, sociable</em> &#8212; pokoknya sesuai makna baru &#8220;gaul&#8221; sejak pertengan 90-an &#8212; sehingga layak dapat <em>two thumbs up</em>.</p>
<p>Dari segi desain, label penganan ini terkesan seadanya. Si produsen sadar, orang gaul sejati tak butuh terlalu banyak gaya luar, karena kalau terlalu meriah akan membingungkan.</p>
<p>Ketika komputer kian merakyat, urusan desain menjadi lebih demokratis. Setiap orang bisa dan boleh menjadi perancang sekaligus pencetak. Dengan mesin fotokopi pun jadi.</p>
<p>Namanya juga gaul kan? Selalu memanfaatkan perkembangan teknologi.</p>
<p><img title="snack gaul keren beken" alt="snack gaul keren beken" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/snackgaul2.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2006/12/19/gaul-menggauli-bersama-keripik-singkong/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Djenang Soempah Pemoeda</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/09/16/djenang-soempah-pemoeda/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/09/16/djenang-soempah-pemoeda/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 15 Sep 2005 17:02:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/09/16/djenang-soempah-pemoeda/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ayu. Cantik. Tak hanya berlaku untuk wajah, tapi juga barang. Di pasar-pasar Jawa Tengah, sudah biasa jika mbok-mbok penjual menawarkan dagangannya penuh rayuan, &#8220;Ini lho den, ayu-ayu&#8230;&#8221;. Yang ayu itu bisa buah, penganan sampai ikan.</p> <p>Teman saya, namanya Eko Waryono, seorang pecinta motor kuno, memberi jempol untuk sebuah kedai hidangan laut [seafood, gitu] entah di [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img hspace="15" align="left" title="jenang ayu jempolan bu wignyo klaten" alt="jenang ayu jempolan bu wignyo klaten" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/jenangayu.jpg" />Ayu. Cantik. Tak hanya berlaku untuk wajah, tapi juga barang. Di pasar-pasar Jawa Tengah, sudah biasa jika mbok-mbok penjual menawarkan dagangannya penuh rayuan, &#8220;Ini lho den, ayu-ayu&#8230;&#8221;. Yang ayu itu bisa buah, penganan sampai ikan.</p>
<p>Teman saya, namanya Eko Waryono, seorang pecinta motor kuno, memberi jempol untuk sebuah kedai hidangan laut [<em>seafood</em>, gitu] entah di mana, &#8220;Bos, di sono tuh kepitingnya cakep-cakep, udangnya juga, padahal kagak pake gincu.&#8221; Eko bukan pencumbu ikan, secakep apapun ikan itu. Dia penyantap ikan dan hasil laut lainnya. Meski setiap orang dia panggil &#8220;bos&#8221;, ikan yang dia puji itu tak dia sapa sebagai &#8220;bos&#8221;.</p>
<p>Bagaimana dengan jenang bikinan Nyonya Y.M. Wignyowikarno asal Wedi, Klaten, Jawa Tengah? Jenangnya tergolong enak, meski yah berminyak. Lantas siapa yang ayu: jenang atau pembuatnya?</p>
<p><img align="right" title="jenang ayu bu wignyo" alt="jenang ayu bu wignyo" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/jenangayu2.jpg" /> Sebagai dagangan, sudah selayaknya produsen menyebutnya ayu. Apalagi jenang niten ini punya paten, terdaftar di Departemen Kesehatan pula. Kurang apa coba?</p>
<p>Lha tentang Budhe Wignyo, pastilah beliau dapat menjelaskan ayunya sebuah bisnis keluarga: pasang-surut harus dihadapi dengan tabah, <em>sarÃ¨h</em>, <em>aja dumÃ¨h</em>. Bayangkan, terkenal sejak 1928!</p>
<p>Bisa jadi anggota Jong Java yang berangkat ke Kongres Pemuda di Batavia, untuk menghasilkan Sumpah Pemuda itu, berbekal jenang Ayu untuk pendongkrak stamina selama perjalanan. Belum jelas, apakah saat itu Budhe Wignyo sudah ada.</p>
<p>Lantas? Nah ini yang dari tadi Anda tunggu: Bu Wignyo itu ayu. Mandiri, serius, penuh percaya diri. Lihat saja fotonya: berkebaya, mengacungkan jempol. Sebuah pose berani untuk wanita Jawa tradisional. Ayu tenan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/09/16/djenang-soempah-pemoeda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thumb Up! [Kriuk! Crisss!]</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2005 17:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus.</p> <p>Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/semprong-jempol.jpg" />Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus.</p>
<p>Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat mahal, makin banyak saja kartu nama teman yang berganti kantor: &#8220;Titi Pelitahati, <em>marketing manager</em>, CV Semprong Kinclong Jaya&#8221;.</p>
<p>Semprong mudah pecah, karena kualitasnya memang kelas rakyat. Tapi tenanglah, ada warung yang menyediakannya. Meski tanpa standar industri, dan Anda cukup menggambarkan ukuran teplok, si penjual dapat memilihkan semprong yang diameternya pas dengan dudukan pada teplok.</p>
<p>Semprong yang mudah pecah mempermudah pemain jathilan untuk mendapatkan bahan keremusan saat kesurupan. Dalam keadaan <em>trance</em> mereka bisa mengeremus beling. &#8220;Kriuk! Crisss!&#8221; Lalu dilepeh &#8220;Buehhhh!&#8221; Tapi ketika semprong kian langka, pemain jathilan memanfaatkan pecahan lampu tabung [neon].</p>
<p>Esok ketika krisis energi kian parah, sehingga banyak rumah tangga akan berteplok, pemain jathilan akan mendapatkan jatah lamanya: semprong. Cap Jempol, dengan &#8220;kwalitet&#8221; terjamin, artinya pecahannya memang <em>crispy</em>.</p>
<p>Adakah dari Anda yang ingat cara membersihkan semprong?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Atribut atau Merek?</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/01/16/atribut-atau-merek/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/01/16/atribut-atau-merek/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 16 Jan 2005 05:36:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/01/16/atribut-atau-merek/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Kata &#8220;asli&#8221; biasanya cuma buat klaim, embel-embel, bahwa suatu produk itu memang original, atau genuine, atau berbahan natural. Tapi &#8220;asli&#8221; sebagai merek? Ya ini. Bihun beras ini.</p> <p>Eh, emang ada bihun yang bukan dari beras? Gambarnya? Lihat sendiri. Sosok ala Jaja Miharja dengan kaos garis merah-putih ala [stereotipikal sekaligus kartunal] Madura, dengan gaya karikatural [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="bihun beras asli" alt="bihun beras asli" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/bihun-beras.jpg" /></p>
<p>Kata &#8220;asli&#8221; biasanya cuma buat  klaim, embel-embel, bahwa suatu produk itu memang <em>original</em>, atau <em>genuine</em>, atau berbahan natural. Tapi &#8220;asli&#8221; sebagai merek? Ya ini. Bihun beras ini.</p>
<p>Eh, emang ada bihun yang bukan dari beras? Gambarnya? Lihat sendiri. Sosok ala Jaja Miharja dengan kaos garis merah-putih ala [stereotipikal sekaligus kartunal] Madura, dengan gaya karikatural berupa jempol yang besarnya tiga perempat badan &#8212; mungkin model aslinya difoto dengan lensa yang lebarrrr banget.<br />
Terbikin di Sukaharjo, Jawa Tengah. Di mana itu? Dekat Surakarta, atau Sala, atau Solo. Salah satu kecamatannya lebih terkenal, yaitu Kartasura [kebalikan Surakarta, seperti Kyoto dan Kyoto]. Yang penting nama produsennya bisa bikin karyawan berbusung dada kalau ditanya calon mertua, &#8220;Kerja di mana, Nak?&#8221;</p>
<p>Jawabannya coba Anda cari sendiri, tanpa menambahkan &#8220;perusahaan bihun&#8221;. Sungguh sebuah organisasi bisnis dengan etos yang jauh dari cengengesan.</p>
<p>NB: Produk sejenis, tapi bukan bihun, dari Sukoharjo adalah ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/01/16/atribut-atau-merek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

