August 12, 2009
Tags: karya dibya mahardhika, kretek, minna
Minna juga bisa berarti nama sebuah kota di Nigeria. Sebagai rokok, merek yang masuk Jakarta selama setahun terakhir ini belum terlalu terkenal. Meskipun begitu, pada bungkusnya langsung tertera “pilihanku” — mirip kampanye pemilu. Tersebut pula dalam bungkus, “… sehingga tercipta sebuah rokok kretek Minna, rokok generasi baru berkualitas istimewa.” Rokok generasi baru untuk generasi yang mana? Generasi sekarang dan mendatang sebaiknya tidak merokok. Minna terbikin oleh PT Karya Dibya Mahardhika, Indonesia. Di kota apa? Kabarnya di Surabaya. Pemiliknya adalah eks-petinggi di PT Panamas (HM Sampoerna).

August 6, 2009
Tags: castro, cerutu, malang, putra bintang timur, rokok kretek
Selama ini Fidel Castro dikenal mencerutu, bukan merokok sigaret. Tapi menurut P.R. Putra Bintang Timur (namanya keren ya?), Malang, Castro doyan rokok, kretek pula. Lantas kenapa ada “sin” dalam nama Castro? Saya tidak tahu.

June 25, 2009
Tags: kandidat capres-cawapres, kesra, rokok herbal, rokok jamu, rokok kretek, tim sukses
Ini kabarnya rokok dari tim sukses salah satu capres. Saya tak menyebutkan nama karena belum membuktikan. Memang sih si pemberi mengaku kepada saya bahwa dia mendapatkan “rokok jamu” ini dari pendukung salah satu kandidat, tetapi bisa saja itu cuma rokok traktiran. Apakah rokok cukup mendidik, itu wewenang Anda untuk menjawab.

Tentang merek, ehm… boleh juga: Kesra. Masihkah kata ini sakti? Cukup kuatkah sebagai brand? Mungkin tak penting. Sama tak pentingnya dengan “herbs cigarettes kretek”, dan bukan “herbal kretek cigarettes”, karena cengkeh ternyata bukan termasuk jejamuan.
Rokok gratisan juga cocok untuk orang kesrakat. Orang tak berpunya. Tentu bukan itu maksud PT MIRI, pembuatnya di Kudus sana.
February 28, 2007

Dalam bahasa Jawa, ulung berarti burung wulung, atau alap-alap (Acipiter virgatus gularis). Dia memangsa unggas kecil, bukan buah semacam duku.
Lantas apa hubungan alap-alap dan duku? Pak Dahlan (?) dari Sumberrejo, Bojonegoro, juragan Oeloeng (?), tentu lebih tahu. Demikian pula Imponk, blogger asal Sumberrejo, yang mengirimkan foto ini.
Sebagai rokok, kelobot kretek mulai berkurang peminatnya. Anak-anak muda lebih menggemari rokok berfilter yang memberi kesan modern dan mengota.
Ciri khas sigaret klobot adalah bentuknya yang mengerucut. Ujung yang mengecil itulah yang dihisap. Dapatkah dibalik, mengisap ujung yang besar? Saya belum mencoba. Juga, belum pernah melihat orang merokok dengan cara itu.