<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>label.blogombal.org &#187; Rokok-merokok</title>
	<atom:link href="http://label.blogombal.org/category/rokok-merokok/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 16:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Sigaret Kelobot Walang KÃ¨kÃ¨k</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/01/22/sigaret-kelobot-walang-kekek/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2011/01/22/sigaret-kelobot-walang-kekek/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 22 Jan 2011 00:56:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[bima sakti]]></category>
		<category><![CDATA[kelobot]]></category>
		<category><![CDATA[klobot]]></category>
		<category><![CDATA[ponorogo]]></category>
		<category><![CDATA[rokok rakyat]]></category>
		<category><![CDATA[walang kÃ¨kÃ¨k]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=275</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Ini rokok rakyat, lintingan berbahan kelobot matang (sudah direbus, lalu dikeringkan, rasanya manis). Sebungkus berisi sepuluh batang rokok harga banderolnya Rp 2.150. Aroma saus atau esens sigaret ini kuat sekali. Harum, begitu. Tapi seperti umumnya rokok, harum tembakau (dan bumbu) hanya nikmat ketika belum dibakar.</p> <p>Kenapa mereknya Walang KÃ¨kÃ¨k (ya, pakai tanda baca pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="rokok kelobot cap walang kekek dari ponorogo" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-klobot-walang-kekek.jpg" alt="" width="400" height="762" /></p>
<p>Ini rokok rakyat, lintingan berbahan kelobot matang (sudah direbus, lalu dikeringkan, rasanya manis). Sebungkus berisi sepuluh batang rokok harga banderolnya Rp 2.150. Aroma saus atau esens sigaret ini kuat sekali. Harum, begitu. Tapi seperti umumnya rokok, harum tembakau (dan bumbu) hanya nikmat ketika belum dibakar.</p>
<p>Kenapa mereknya Walang KÃ¨kÃ¨k (ya, pakai tanda baca pada huruf &#8220;e&#8221;), saya hanya dapat menduga dua hal yang berbeda. Pertama, merek ini muncul akhir 60-an ketika lagu <em>Walang Kekek</em>-nya Waldjinah sedang popular. Kedua, misalkan lebih dulu dari Waldjinah, walang kekek mungkin diakrabi masyarakat sekitar hutan jati, termasuk Ponorogo, Jawa Timur.</p>
<p>Tapi nanti dulu, apa itu walang (belalang) kekek? Saya belum tahu belalang apa itu. Kalau kita mencari di internet lebig sering bertemu cerita dan gambar tentang Wakdjinah. Tapi ada juga temuan menarik: <em><a href="http://filmindonesia.or.id/movie/title/lf-w011-74-305260/walang-kekek" target="_blank">Walang Kekek</a></em> pernah menjadi judul film pada 1974, mengisahkan klub malam di&#8230; Lamongan! Â Tapi film yang melibatkan Srimulat itu batal edar.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2011/01/22/sigaret-kelobot-walang-kekek/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Korek Naga</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2010/07/20/korek-naga/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2010/07/20/korek-naga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2010 23:43:50 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[antaboga]]></category>
		<category><![CDATA[antareja]]></category>
		<category><![CDATA[korek api]]></category>
		<category><![CDATA[korek batangan]]></category>
		<category><![CDATA[ontoboga]]></category>
		<category><![CDATA[ontobuga]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=218</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Korek batangan belum tersingkirkan oleh korek gas. Uniknya, produsen bisa mengeluarkan merek, maupun ilustrasi, yang bermacam-macam. Misalnya yang bergambar Ontobugo &#8212; versi lain dari penyebutan <a href="http://www.bausastra.com/main/index.php?do=view&#38;id=21" target="_blank">Antaboga</a>. Dalam pewayangan (Mahabarata), Sang Hyang Antaboga yang bisa berubah menjadi naga itu sangat sakti, bisa menghidupkan orang mati. Putri Antaboga bernama Dewi Nagagini. Perkawinan sang putri [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="korek apa cap ontobuga" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-ontoboga.jpg" alt="" width="500" height="261" /></p>
<p>Korek batangan belum tersingkirkan oleh korek gas. Uniknya, produsen bisa mengeluarkan merek, maupun ilustrasi, yang bermacam-macam. Misalnya yang bergambar Ontobugo &#8212; versi lain dari penyebutan <a href="http://www.bausastra.com/main/index.php?do=view&amp;id=21" target="_blank">Antaboga</a>. Dalam pewayangan (Mahabarata), Sang Hyang Antaboga yang bisa berubah menjadi naga itu sangat sakti, bisa menghidupkan orang mati. Putri Antaboga bernama Dewi Nagagini. Perkawinan sang putri dengan Bima menghasilkanÂ  <a href="http://www.bausastra.com/main/index.php?do=view&amp;id=2" target="_blank">Antareja</a>,Â  tokoh <em>underground</em> (karena hidup di bawah permukaan tanah) yang salah satu kesaktiannya adalah jilatan maut; siapapun yang dia jilat telapak kakinya akan mati.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2010/07/20/korek-naga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengisap dan Mengasap Minna</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/12/mengisap-dan-mengasap-minna/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/12/mengisap-dan-mengasap-minna/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 17:18:04 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[karya dibya mahardhika]]></category>
		<category><![CDATA[kretek]]></category>
		<category><![CDATA[minna]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=150</guid>
		<description><![CDATA[<p>Minna juga bisa berarti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Minna" target="_blank">nama sebuah kota di Nigeria</a>. Sebagai rokok, merek yang masuk Jakarta selama setahun terakhir ini belum terlalu terkenal. Â Meskipun begitu, pada bungkusnya langsung tertera &#8220;pilihanku&#8221; &#8212; mirip kampanye pemilu. Tersebut pula dalam bungkus, &#8220;&#8230; sehingga tercipta sebuah rokok kretek Minna, rokok generasi baru berkualitas istimewa.&#8221; Rokok generasi baru untuk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minna juga bisa berarti <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Minna" target="_blank">nama sebuah kota di Nigeria</a>. Sebagai rokok, merek yang masuk Jakarta selama setahun terakhir ini belum terlalu terkenal. Â Meskipun begitu, pada bungkusnya langsung tertera &#8220;pilihanku&#8221; &#8212; mirip kampanye pemilu. Tersebut pula dalam bungkus, &#8220;&#8230; sehingga tercipta sebuah rokok kretek Minna, rokok generasi baru berkualitas istimewa.&#8221; Rokok generasi baru untuk generasi yang mana? Generasi sekarang dan mendatang sebaiknya tidak merokok. Minna terbikin oleh PT Karya Dibya Mahardhika, Indonesia. Di kota apa? Kabarnya di Surabaya. Pemiliknya adalah eks-petinggi di PT Panamas (HM Sampoerna).</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-rokok-mina.jpg" alt="rokok cap mina" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/12/mengisap-dan-mengasap-minna/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok Castro</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/06/rokok-castro/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/06/rokok-castro/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2009 10:26:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[castro]]></category>
		<category><![CDATA[cerutu]]></category>
		<category><![CDATA[malang]]></category>
		<category><![CDATA[putra bintang timur]]></category>
		<category><![CDATA[rokok kretek]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=144</guid>
		<description><![CDATA[<p>Selama ini Fidel Castro dikenal mencerutu, bukan merokok sigaret. Tapi menurut P.R. Putra Bintang Timur (namanya keren ya?), Malang, Castro doyan rokok, kretek pula. Lantas kenapa ada &#8220;sin&#8221; dalam nama Castro? Saya tidak tahu.</p> <p></p>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Selama ini Fidel Castro dikenal mencerutu, bukan merokok sigaret. Tapi menurut P.R. Putra Bintang Timur (namanya keren ya?), Malang, Castro doyan rokok, kretek pula. Lantas kenapa ada &#8220;sin&#8221; dalam nama Castro? Saya tidak tahu.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-rokokcastro.jpg" alt="rokok fidel castro dari malang" width="500" height="201" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/06/rokok-castro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Rokok Kesra(kat)</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/06/25/rokok-kesrakat/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/06/25/rokok-kesrakat/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 25 Jun 2009 02:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[kandidat capres-cawapres]]></category>
		<category><![CDATA[kesra]]></category>
		<category><![CDATA[rokok herbal]]></category>
		<category><![CDATA[rokok jamu]]></category>
		<category><![CDATA[rokok kretek]]></category>
		<category><![CDATA[tim sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=142</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ini kabarnya rokok dari tim sukses salah satu capres. Saya tak menyebutkan nama karena belum membuktikan.Â  Memang sih si pemberi mengaku kepada saya bahwa dia mendapatkan &#8220;rokok jamu&#8221; ini dari pendukung salah satu kandidat, tetapi bisa saja itu cuma rokok traktiran. Apakah rokok cukup mendidik, itu wewenang Anda untuk menjawab.</p> <p></p> <p>Tentang merek, ehm&#8230; boleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini kabarnya rokok dari tim sukses salah satu capres. Saya tak menyebutkan nama karena belum membuktikan.Â  Memang sih si pemberi mengaku kepada saya bahwa dia mendapatkan &#8220;rokok jamu&#8221; ini dari pendukung salah satu kandidat, tetapi bisa saja itu cuma rokok traktiran. Apakah rokok cukup mendidik, itu wewenang Anda untuk menjawab.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/rokok-kesra.jpg" alt="rokok kesra" width="400" height="552" /></p>
<p>Tentang merek, ehm&#8230; boleh juga: Kesra. Masihkah kata ini sakti? Cukup kuatkah sebagai brand? Mungkin tak penting. Sama tak pentingnya dengan &#8220;herbs cigarettes kretek&#8221;, dan bukan &#8220;herbal kretek cigarettes&#8221;, karena cengkeh ternyata bukan termasuk jejamuan.</p>
<p>Rokok gratisan juga cocok untuk orang kesrakat. Orang tak berpunya. Tentu bukan itu maksud PT MIRI, pembuatnya di Kudus sana.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/06/25/rokok-kesrakat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Wulung yang Ulung itu Doyan Duku?</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2007/02/28/wulung-yang-ulung-itu-doyan-duku/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2007/02/28/wulung-yang-ulung-itu-doyan-duku/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 28 Feb 2007 11:34:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2007/02/28/wulung-yang-ulung-itu-doyan-duku/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Dalam bahasa Jawa, ulung berarti burung wulung, atau alap-alap (Acipiter virgatus gularis). Dia memangsa unggas kecil, bukan buah semacam duku.</p> <p>Lantas apa hubungan alap-alap dan duku? Pak Dahlan (?) dari Sumberrejo, Bojonegoro, juragan Oeloeng (?), tentu lebih tahu. Demikian pula <a target="_blank" href="http://imponk.web.id">Imponk</a>, blogger asal Sumberrejo, yang mengirimkan foto ini.</p> <p>Sebagai rokok, kelobot kretek [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="rokok kelobot oeloeng duku bojonegoro" title="rokok kelobot oeloeng duku bojonegoro" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/oeloeng-bojonegoro.jpg" /></p>
<p>Dalam bahasa Jawa, ulung berarti burung wulung, atau alap-alap (<em>Acipiter virgatus gularis</em>). Dia memangsa unggas kecil, bukan buah semacam duku.</p>
<p>Lantas apa hubungan alap-alap dan duku? Pak Dahlan (?) dari Sumberrejo, Bojonegoro, juragan Oeloeng (?), tentu lebih tahu. Demikian pula <a target="_blank" href="http://imponk.web.id">Imponk</a>, <em>blogger</em> asal Sumberrejo, yang mengirimkan foto ini.</p>
<p>Sebagai rokok, kelobot kretek mulai berkurang peminatnya. Anak-anak muda lebih menggemari rokok berfilter yang memberi kesan modern dan mengota.</p>
<p>Ciri khas sigaret klobot adalah bentuknya yang mengerucut. Ujung yang mengecil itulah yang dihisap. Dapatkah dibalik, mengisap ujung yang besar? Saya belum mencoba. Juga, belum pernah melihat orang merokok dengan cara itu.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2007/02/28/wulung-yang-ulung-itu-doyan-duku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Ini Saja, Cak!</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2006/11/28/ini-saja-cak/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2006/11/28/ini-saja-cak/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Nov 2006 16:07:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2006/11/28/ini-saja-cak/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Rokok ini sangat lokal. Bukan hanya lokasi pabrik dan peredarannya, melainkan juga mereknya. IkiAe, sebagai penyingkatan dari &#8220;iki wae&#8221;, berarti &#8220;ini (s)aja&#8221;. Akan lebih klop jika Anda melafalkannya dalam dialek Jawa Timur.</p> <p>Saya lupa-lupa ingat dari mana <a target="_blank" href="http://blogshares.com/blogs.php?blog=http%3A%2F%2Fuletbulunaikdaun.blogspot.com%2F">Nona Hijau Nina Uletbulu Naikdaun</a> mendapatkan rokok kretek bikinin PD Sumber Agung, Malang, ini. Dia sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="left" alt="rokok cap IkiAe" title="rokok cap IkiAe" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/ikiae1.jpg" />Rokok ini sangat lokal. Bukan hanya lokasi pabrik dan peredarannya, melainkan juga mereknya. IkiAe, sebagai penyingkatan dari &#8220;iki wae&#8221;, berarti &#8220;ini (s)aja&#8221;. Akan lebih klop jika Anda melafalkannya dalam dialek Jawa Timur.</p>
<p>Saya lupa-lupa ingat dari mana <a target="_blank" href="http://blogshares.com/blogs.php?blog=http%3A%2F%2Fuletbulunaikdaun.blogspot.com%2F">Nona Hijau Nina Uletbulu Naikdaun</a> mendapatkan rokok kretek bikinin PD Sumber Agung, Malang, ini. Dia sudah lama membelinya, lantas disimpan, untuk disumbangkan kepada saya. Baik hati bukan? Sudah begitu tidak sombong, dan gemar menabung.<br />
Tapi dalam masa penyimpanan itu bungkus rokok bisa terbuka, bahkan isinya berkurang. &#8220;Ada yang nyobain,&#8221; katanya.</p>
<p>Pastilah si pencicip itu digerakkan oleh impuls kuat gara-gara merek yang meyakinkan: IkiAe. Ini saja.</p>
<p>Menariknya, IkiAe menggunakan simbol bintang. Ini mengingatkan kita pada sisa dalam tren visual yang bermula pada 2000 (atau akhir 1999?): bintang merah yang mengesankan kiri dan revolusioner. Begitu kuatnya penghidupan kembali ikon bintang ini sehingga beberapa desain kasual Calvin Klein pun ikut-ikutan berbintang merah. Bila digandengkan dengan topi Mao, cocoklah desain itu: merah tapi ramah terhadap kapital global (atau gombal?). Bisa juga digandengkan dengan kaos berbintang merahnya Tony Tantra.</p>
<p>Kiri dan revolusioner adalah hal yang sexy dan romantis. M.A.W. Brouwer, pastor fransiskan yang psikolog dan kolumnis itu, pernah berkata, &#8220;Jika seseorang pada masa mudanya kiri, itu pertanda ia punya hati. Tapi jika sampai tua tetap kiri, itu tanda ia tidak punya otak.&#8221; :D</p>
<p>IkiAe, <em>iki wae</em>, ini saja, memang sugestif. Pendekatan serupa, dengan idiom lokal, dilakukan oleh tabloid OtoPlus di Jawa Timur, keluaran penerbit dari Jakarta : Siji Ae! Arti slogan itu adalah Satu (s)Aja! Maksudnya, cukup membeli satu tabloid saja.</p>
<p>Terima kasih, Nina!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2006/11/28/ini-saja-cak/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kretek Feodal: dari Priyayi untuk Kawula</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2005 17:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ini rokok modern. Maksud saya merek baru, yang keluar pada awal abad ini. Hasil kongsi PT Yogyakarta Tembakau [investor utama adalah keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat] dengan <a target="_blank" href="http://www.sampoerna.com/">PT H.M. Sampoerna Tbk</a> [BEJ: <a target="_blank" href="http://www.jsx.co.id/issuers.asp?cmd=detail&#038;id=HMSP">HMSP</a>].</p> <p>Pasar sasaran ya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah gubernur yang Ngarsa Dalem.</p> <p>Lakukah rokok ini? Saya tak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/blog/kratonfull.jpg" />Ini rokok modern. Maksud saya merek baru, yang keluar pada awal abad ini. Hasil kongsi PT Yogyakarta Tembakau [investor utama adalah keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat] dengan <a target="_blank" href="http://www.sampoerna.com/">PT H.M. Sampoerna Tbk</a> [BEJ: <a target="_blank" href="http://www.jsx.co.id/issuers.asp?cmd=detail&#038;id=HMSP">HMSP</a>].</p>
<p>Pasar sasaran ya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah gubernur yang <em>Ngarsa Dalem</em>.</p>
<p>Lakukah rokok ini? Saya tak punya data. Apakah para <em>abdi dalem</em> dan <em>sentana dalem</em>, bahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X, juga merokok ini? Saya tak tahu.</p>
<p>Lantas apanya yang menarik? Dari sisi bisnis secara umum tak ada yang baru. Banyak keluarga kerajaan di dunia ini yang menanamkan modalnya untuk suatu usaha bahkan lebih. Yang terkenal tentu saja investasi keluarga Sultan Brunei yang meraksasa, lengkap dengan skandalnya [ingat kasus Amedeo-nya <em>playboy</em> Jefry Bolkiah si hedonis,  yang punya 2.000 mobil dan 17 pesawat? Ingat,  <em>yacht</em>-nya dinamai Tits, Nipple I dan Nipple II?]. Jadi cara kerajaan untuk bertahan adalah dengan berbisnis.</p>
<p>Nah, kalau ditilik dari kasus rokok Kraton [ejaan Jawa untuk "keraton" -- padahal kata Indonesia ini diserap dari bahasa Jawa], maka ada hal yang menarik. Tampaknya produsen mencoba mengambil tuah keraton untuk <em>branding</em> dengan harapan sukses di pasar.</p>
<p>Memang sih, Nurmagupita, putri keraton, berujar kepada <em>Kompas</em>, &#8220;Pemberian nama itu melalui semacam <em>polling</em> kepada masyarakat, dan kebanyakan setuju dengan nama itu. Kami tidak akan mengambil kesempatan di balik keberadaan Keraton Yogyakarta. Orang luar juga banyak yang menggunakan nama keraton, misalnya bakso keraton dan sebagainya&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sisi peneguhan peran, ya inilah kesempatan bagi Keraton Yogyakarta untuk memangku bumi, <a target="_blank" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0308/11/daerah/485539.htm">menyejahterakan</a> hamba sahaya. :P Lantas kenapa teks peringatan bahaya rokok tanpa pencantuman &#8220;peringatan sultan&#8221; ya? :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Come to Malioboro&#8230;</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/02/02/come-to-malioboro/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/02/02/come-to-malioboro/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 Feb 2005 17:56:32 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/02/02/come-to-malioboro/</guid>
		<description><![CDATA[<p> Come to where the flavour is, come to Malioboro. Enak bener bikin plesetan merek. Saya nggak ngerti apakah Philip Morris Inc, si empunya merek Marlboro, akan marah, lantaran tembakau linting yang terkemas dalam amplop kertas terbungkus platik ini. Produk resmi, diakui pemerintah ["merek terdaftar", entah di mana], ada pita cukai pula. Harga banderol Rp [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center> <img src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/malioboro.jpg" /> </center><em>Come to where the flavour is, come to Malioboro</em>. Enak bener bikin plesetan merek. Saya nggak ngerti apakah Philip Morris Inc, si empunya merek Marlboro, akan marah, lantaran tembakau linting yang terkemas dalam amplop kertas terbungkus platik ini. Produk resmi, diakui pemerintah ["merek terdaftar", entah di mana], ada pita cukai pula. Harga banderol Rp 3.500, cukainya 8 persen. Sekadar perbandingan: harga banderol Sampoerna A Mild 16 batang adalah Rp 7.700, cukainya 40 persen. Artinya, konsumen setor pajak Rp 3.080 [jangan Anda hitung mudarat bernama racun] . Bikinan mana sih tembakau Malioboro itu? Yogya? Entah. Nama pabriknya &#8220;Taru Harum, Indonesia&#8221; [tanpa kota] &#8212; mengingatkan orang kepada Taru Martani, pengolahan tembakau di Baciro, Yogyakarta. Tentang Maliboro, masih simpang siur dari mana asal nama jalan di Yogya itu. Marlborough? Maliko Boro? Yang penting Malioboro itu memang &#8220;<em>international</em>&#8220;. Pakai <em>barcode</em> segala lho&#8230;<br />
NB: bungkus ini aslinya berwarna merah Marlboro, tapi karena terjemur di dekat jendela si pemilik, seorang warga Salatiga, Jawa Tengah, maka jadi tergradasi. :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/02/02/come-to-malioboro/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersahaja, Percaya Diri</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/01/29/bersahaja-percaya-diri/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/01/29/bersahaja-percaya-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 29 Jan 2005 05:33:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/01/29/bersahaja-percaya-diri/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Dia, wong Solo itu, bukan Lesab yang gagah. Bukan pula Bustami Djolali yang funky. Dia, wong Solo itu, tampil apa adanya, seperti foto untuk KTP. Pemilhan mereknya pun simpel: Segi-Tiga. Anehnya si segitiga tak muncul sebagai ikon utama, tunggal, melainkan sebagai latar, dengan tambahan empat kembang mirip sakura [atau maksudnya cengkeh?]. Ah yang penting [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="kertas sigaret cap segi-tiga" title="kertas sigaret cap segi-tiga" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/kertas-segitiga.jpg" /></p>
<p>Dia, wong Solo itu, bukan Lesab yang gagah. Bukan pula Bustami Djolali yang <em>funky</em>. Dia, wong Solo itu, tampil apa adanya, seperti foto untuk KTP. Pemilhan mereknya pun simpel: Segi-Tiga. Anehnya si segitiga tak muncul sebagai ikon utama, tunggal, melainkan sebagai latar, dengan tambahan empat kembang mirip sakura [atau maksudnya cengkeh?]. Ah yang penting kan Karya Djaja, paling baik pula. Ingat, ya: &#8220;paling baik&#8221;. Merek lain, produk lain, benda lain, umumnya lebih suka kata &#8220;terbaik&#8221;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/01/29/bersahaja-percaya-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

