<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>label.blogombal.org &#187; Rumah tangga</title>
	<atom:link href="http://label.blogombal.org/category/rumah-tangga/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://label.blogombal.org</link>
	<description>Bualan daripada Pemulung</description>
	<lastBuildDate>Mon, 09 May 2011 16:12:58 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<item>
		<title>Hanoman bukan Hanya Putih</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2011/03/23/hanoman-bukan-hanya-putih/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2011/03/23/hanoman-bukan-hanya-putih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 23 Mar 2011 07:17:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[bubuk pewarna]]></category>
		<category><![CDATA[hanoman]]></category>
		<category><![CDATA[kesumba]]></category>
		<category><![CDATA[sumba]]></category>
		<category><![CDATA[tÃ¨res]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>
		<category><![CDATA[wÃ¨nter]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=349</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Dunia pewayangan sering menjadi sumber merek-merek lama untuk produk yang menyasar rakyat kebanyakan. Mungkin karena dunia perlambang dan idola dulu masih terbatas. Pada beberapa jenis produk berupa sachet kertas, nama tokoh pewayangan termasuk favorit. Misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/">vanili cap Hanoman</a>, <a href="http://label.blogombal.org/2004/10/12/wenter-wantek/">wÃ¨nter (pewarna kain) cap Kresno</a>, dan <a href="http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/">bubuk pemutih cucian cap Kumbo Karno</a>. Nah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone" title="sumba tÃ¨res pewarna makanan cap Hanoman buatan Solo" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-sumba-teres-hanoman.jpg" alt="" width="600" height="476" /></p>
<p>Dunia pewayangan sering menjadi sumber merek-merek lama untuk produk yang menyasar rakyat kebanyakan. Mungkin karena dunia perlambang dan idola dulu masih terbatas. Pada beberapa jenis produk berupa sachet kertas, nama tokoh pewayangan termasuk favorit. Misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/">vanili cap Hanoman</a>, <a href="http://label.blogombal.org/2004/10/12/wenter-wantek/">wÃ¨nter (pewarna kain) cap Kresno</a>, dan <a href="http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/">bubuk pemutih cucian cap Kumbo Karno</a>. Nah yang ini adalah <em>tÃ¨res</em> atau sumba cap Hanoman, bikinan Solo. Masih dijual di pedesaan Wonogiri, Jawa Tengah. Mungkin cocok untukmengganti si kera putih karena warna putih itu paling semanak untuk diwarnai.</p>
<p>Merek lainyang non-wayang untuk <em>tÃ¨res</em> dan wÃ¨nter (bukan untuk makanan) misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2004/11/19/cegluk-hijau-kesumba/">Stoples</a> dan <a href="http://label.blogombal.org/2005/02/12/warna-itu-kasih/">Kalkun</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2011/03/23/hanoman-bukan-hanya-putih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kera Putih nan Wangi</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 11 Aug 2009 17:45:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Makanan, minuman & obat]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>
		<category><![CDATA[hanoman]]></category>
		<category><![CDATA[solo]]></category>
		<category><![CDATA[vanili]]></category>
		<category><![CDATA[wayang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/?p=152</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ini vanili klasik, bikinan Solo, yang masih bertahan. Saya mendapatkannya di Ponorogo, Jawa Timur, dengan harga Rp 200 per sachet. Kemasan kertas sudah modern seperti kantong gula (lihat contoh di <a href="http://kantongrasa.com" target="_blank">kantongrasa.com</a>). Dengan wadah kertas, aroma khas vanili lebih menerobos ke luar. Mengapa memakai merek Hanoman, saya tak tahu. Memang sih tak sedikit produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini vanili klasik, bikinan Solo, yang masih bertahan. Saya mendapatkannya di Ponorogo, Jawa Timur, dengan harga Rp 200 per sachet. Kemasan kertas sudah modern seperti kantong gula (lihat contoh di <a href="http://kantongrasa.com" target="_blank">kantongrasa.com</a>). Dengan wadah kertas, aroma khas vanili lebih menerobos ke luar. Mengapa memakai merek Hanoman, saya tak tahu. Memang sih tak sedikit produk lawas yang dikemas dalam kantong yang memakai merek wayang, misalnya <a href="http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/" target="_blank">pemutih cucian cap Kumbokarno</a>.</p>
<p><img src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/label-vanilli-hanoman.jpg" alt="vanili solo cap hanoman" width="500" height="378" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2009/08/12/kera-putih-nan-wangi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aladin Naik Tikar</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2008/02/01/aladin-naik-tikar/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2008/02/01/aladin-naik-tikar/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Feb 2008 08:52:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2008/02/01/aladin-naik-tikar/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Siapa bilang Aladdin alias Aladin naik babut terbang? Ternyata, dengan lampu wasiatnya, dia memilih naik tikar plastik seharga Rp 35.000 yang dijual di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.</p> <p>Hmmm&#8230; tikar plastik. Tikar ini muncul tahun 70-an sebagai pelengkap tikar pandan dan tikar mendong. Tikar plastik yang sumuk ini lebih tahan air, kalau terkena ompol mudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="tikar plastik cap aladin" alt="tikar plastik cap aladin" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/tikaraladin.jpg" /></p>
<p>Siapa bilang Aladdin alias Aladin naik babut terbang? Ternyata, dengan lampu wasiatnya, dia memilih naik tikar plastik seharga Rp 35.000 yang dijual di Pasar Mayestik, Jakarta Selatan.</p>
<p>Hmmm&#8230; tikar plastik. Tikar ini muncul tahun 70-an sebagai pelengkap tikar pandan dan tikar mendong. Tikar plastik yang sumuk ini lebih tahan air, kalau terkena ompol mudah dibersihkan dengan harapan aroma pesing segera menguap.</p>
<p>Plastik menjadi tikar itu menyusul maraknya plastik sedotan untuk minum <abbr title="haha, istilah jadul!">limun</abbr> pada tahun 70-an. Setelah itu banyak barang berubah menjadi berplastik. Akibat yang terlihat di pelataran rumah saya: penggalian jugangan (lubang galian untuk sampah) &#8220;baru&#8221; selalu menemukan plastik.</p>
<p>Pembuatan jugangan pada rumah-rumah lama, yang berhalaman luas, memang seperti ladang berpindah. Siklis, setiap lubang akan kembali ke lubang yang lama, dengan pengandaian arang dan abu pembakaran sampah lama sudah terurai oleh tanah.</p>
<p>Terus, mengapa si produsen menggunakan merek Aladin? Maaf saya tak berwenang menjawab karena belum ditunjuk menjadi juru bicara.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2008/02/01/aladin-naik-tikar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yang Penting Lancar Lagi Jaya</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2007/08/26/yang-penting-lancar-lagi-jaya/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2007/08/26/yang-penting-lancar-lagi-jaya/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 06:03:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2007/08/26/yang-penting-lancar-lagi-jaya/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p></p> <p>Ini barang biasa. Sekadar kitchen utensil. Harganya cuma Rp 5.000. Saya jumpai di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta, pekan lalu. Mereknya? Juga biasa. Cuma &#8220;Lancar Jaya&#8221; &#8212; nyaris generik.</p> <p>Lantas di mana menariknya sothil berbahan kayu ini? Justru pada merek yang biasa saja, bersahaja, sehingga sering jadi ungkapan: lancar jaya.</p> <p>&#8220;Lancar jaya&#8221; serupa dengan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="sothil cap lancar jaya" alt="sothil cap lancar jaya" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/lancarjaya2.jpg" /></p>
<p><img title="sothil lancar jaya" alt="sothil lancar jaya" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/lancarjaya1.jpg" /></p>
<p>Ini barang biasa. Sekadar <em>kitchen utensil</em>. Harganya cuma Rp 5.000. Saya jumpai di Hayam Wuruk Plaza, Jakarta, pekan lalu. Mereknya? Juga biasa. Cuma &#8220;Lancar Jaya&#8221; &#8212; nyaris generik.</p>
<p>Lantas di mana menariknya <em>sothil</em> berbahan kayu ini? Justru pada merek yang biasa saja, bersahaja, sehingga sering jadi ungkapan: lancar jaya.</p>
<p>&#8220;Lancar jaya&#8221; serupa dengan &#8220;maju jaya&#8221;, &#8220;makmur jaya&#8221;, &#8220;jaya abadi&#8221;, &#8220;terang jaya&#8221;, dan silakan Anda sebut yang sebangsanya. Nama-nama itu sering jadi pilihan nama toko, CV, dan usaha dagang.</p>
<p>Nama-nama yang tak menjanjikan kebaruan, tak menyugestikan terobosan inovatif, tapi bagi pemiliknya boleh jadi itu adalah pertaruhan nasib karena menyangkut kelangsungan usaha.</p>
<p>&#8220;Jaya&#8221;, itu sebuah cita-cita. Siapa juga yang mau si keok pecundang. Hanya dengan hasrat dan impian maka sebuah bisnis akan digeluti dengan sepenuh hati, bukan cuma iseng untuk buang duit sambil cengengesan.</p>
<p>&#8220;Lancar&#8221;, itu sebuah perjalanan tanpa hambatan sehingga tujuan akan lekas tercapai.</p>
<p>Hari gini masih ada orang berani pasang merek yang nyaris generik, sungguh menarik. Pilihan ekstrem sekarang adalah bikin merek usaha yang keren, kebarat-baratan, bisa juga berbau bahasa tinggi Indonesia (atau Sansekerta), dan di sisi lain adalah merek yang seadanya, sederhana, agak ndagel sekaligus meledek. Misalnya PT Jujurjaya, penerbit majalah gratisan <em>Loud</em>, milik Ridho Slank Hafidz.</p>
<p>Dunia merek kadangkala merupakan peta benak sebuah masyarakat.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2007/08/26/yang-penting-lancar-lagi-jaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kingkong Menambur Dada</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2006/12/19/kingkong-menambur-dada/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2006/12/19/kingkong-menambur-dada/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 19 Dec 2006 13:14:23 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2006/12/19/kingkong-menambur-dada/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Dung! Dung! Dung! Kingkong menambur dada. Lantas muncullah setrum, yang kemudian dikemas sebagai baterai.</p> <p>Baterai cap Kingkong ini barang rakyat. Biasanya tesertakan sebagai paket dalam produk elektronik murah(an) bikinan RRC yang membanjiri Indonesia. Saya pernah melihat baterai ini juga dijajakan di kaki lima dan bus kota.</p> <p>Siapa produsennya? Dalam kemasan tertulis &#8220;Kingkong Electronics Co.Ltd.&#8221; [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="baterai cap kingkong loe lawan!" title="baterai cap kingkong loe lawan!" src="http://i54.photobucket.com/albums/g110/kotakgambar/new-label/bateraikingkong.jpg" /></p>
<p>Dung! Dung! Dung! Kingkong menambur dada. Lantas muncullah setrum, yang kemudian dikemas sebagai baterai.</p>
<p>Baterai cap Kingkong ini barang rakyat. Biasanya tesertakan sebagai paket dalam produk elektronik murah(an) bikinan RRC yang membanjiri Indonesia. Saya pernah melihat baterai ini juga dijajakan di kaki lima dan bus kota.</p>
<p>Siapa produsennya? Dalam kemasan tertulis &#8220;Kingkong Electronics Co.Ltd.&#8221; &#8212; tanpa kota maupun negara, apalagi standar industrial rujukan.</p>
<p>Baterai ini bisa menjadi berkelas <em>heavy duty</em> kalau kingkongnya sangat besar dan pukulannya ke dada sendiri sangat kuat. Grhhhhhh!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2006/12/19/kingkong-menambur-dada/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Racun-meracun</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/12/21/racun-meracun/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/12/21/racun-meracun/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2005 06:32:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/12/21/racun-meracun/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Barangkali peracunan adalah salah satu langkah kuno untuk melenyapkan nyawa makhluk lain. Selangkah lebih canggih ketimbang mencekik, memukul dan membanting.</p> <p>Langkah kuno &#8212; ya peracunan itu &#8212; nyatanya masih dilakukan sampai hari ini. Contoh terakhir adalah Munir, aktivis HAM itu. Di luar negeri, ada politikus yang diracun sehingga wajahnya berubah.</p> <p>Nah racun tikus bikinan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img title="racun tikus" alt="racun tikus" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/racun-phosfiet.jpg" /></p>
<p>Barangkali peracunan adalah salah satu langkah kuno untuk melenyapkan nyawa makhluk lain. Selangkah lebih canggih ketimbang mencekik, memukul dan membanting.</p>
<p>Langkah kuno &#8212; ya peracunan itu &#8212; nyatanya masih dilakukan sampai hari ini. Contoh terakhir adalah Munir, aktivis HAM itu. Di luar negeri, ada politikus yang diracun sehingga wajahnya berubah.</p>
<p>Nah racun tikus bikinan Sumber Djadi, Solo, Jawa Tengah, itu tentu saja untuk tikus. Disebut sebagai obat keras. Aha! Obat! Apapun yang berbau laboratoris atau kimiawi, oleh awam akan disebut sebagai &#8220;obat&#8221; padahal bukan penyembuh.</p>
<p>Terkemas secara sederhana, dalam kertas HVS tersablon [cukup dua warna], racun ini saya dapat di sebuah pasar di Bojonegoro. Sedangkan racun lainnya, untuk tikus dan celeng itu [mengerikan, alangkah jauh rentang kemustajabannya!], itu saya dapatkan di Pasar Ngasem Yogyakarta.</p>
<p>Sungguh sebuah resep yang sempurna, menyerupai mereknya [Sampurna], dengan anjuran yang efektif: campurkan dengan makanan. Di tangan orang sembrono, gambar tengkorak terlingkar itu akan menjadi sugesti bengis.</p>
<p><img title="racun tikus" alt="racun tikus" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/racun-tikus-celeng.jpg" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/12/21/racun-meracun/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Thumb Up! [Kriuk! Crisss!]</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2005 17:06:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Produk jempolan]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus.</p> <p>Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/semprong-jempol.jpg" />Kalau krisis energi kian parah, kita akan kembali berurusan dengan semprong. Itu lho, tabung kaca tipis, hasil kerajinan, yang dipakai untuk melindungi api sumbu teplok dari terpaan angin. Si semprong pula yang menjadi sekat agar gambar artis cewek pada bidang cantelan teplok tak hangus.</p>
<p>Kalau krisis energinya sudah amat menyedihkan, sehingga listrik menjadi amat sangat mahal, makin banyak saja kartu nama teman yang berganti kantor: &#8220;Titi Pelitahati, <em>marketing manager</em>, CV Semprong Kinclong Jaya&#8221;.</p>
<p>Semprong mudah pecah, karena kualitasnya memang kelas rakyat. Tapi tenanglah, ada warung yang menyediakannya. Meski tanpa standar industri, dan Anda cukup menggambarkan ukuran teplok, si penjual dapat memilihkan semprong yang diameternya pas dengan dudukan pada teplok.</p>
<p>Semprong yang mudah pecah mempermudah pemain jathilan untuk mendapatkan bahan keremusan saat kesurupan. Dalam keadaan <em>trance</em> mereka bisa mengeremus beling. &#8220;Kriuk! Crisss!&#8221; Lalu dilepeh &#8220;Buehhhh!&#8221; Tapi ketika semprong kian langka, pemain jathilan memanfaatkan pecahan lampu tabung [neon].</p>
<p>Esok ketika krisis energi kian parah, sehingga banyak rumah tangga akan berteplok, pemain jathilan akan mendapatkan jatah lamanya: semprong. Cap Jempol, dengan &#8220;kwalitet&#8221; terjamin, artinya pecahannya memang <em>crispy</em>.</p>
<p>Adakah dari Anda yang ingat cara membersihkan semprong?</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/09/13/thumb-up-kriuk-crisss/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kretek Feodal: dari Priyayi untuk Kawula</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Jun 2005 17:21:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rokok-merokok]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/</guid>
		<description><![CDATA[<p>Ini rokok modern. Maksud saya merek baru, yang keluar pada awal abad ini. Hasil kongsi PT Yogyakarta Tembakau [investor utama adalah keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat] dengan <a target="_blank" href="http://www.sampoerna.com/">PT H.M. Sampoerna Tbk</a> [BEJ: <a target="_blank" href="http://www.jsx.co.id/issuers.asp?cmd=detail&#038;id=HMSP">HMSP</a>].</p> <p>Pasar sasaran ya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah gubernur yang Ngarsa Dalem.</p> <p>Lakukah rokok ini? Saya tak punya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/blog/kratonfull.jpg" />Ini rokok modern. Maksud saya merek baru, yang keluar pada awal abad ini. Hasil kongsi PT Yogyakarta Tembakau [investor utama adalah keluarga Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat] dengan <a target="_blank" href="http://www.sampoerna.com/">PT H.M. Sampoerna Tbk</a> [BEJ: <a target="_blank" href="http://www.jsx.co.id/issuers.asp?cmd=detail&#038;id=HMSP">HMSP</a>].</p>
<p>Pasar sasaran ya wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta di bawah gubernur yang <em>Ngarsa Dalem</em>.</p>
<p>Lakukah rokok ini? Saya tak punya data. Apakah para <em>abdi dalem</em> dan <em>sentana dalem</em>, bahkan Sri Sultan Hamengkubuwono X, juga merokok ini? Saya tak tahu.</p>
<p>Lantas apanya yang menarik? Dari sisi bisnis secara umum tak ada yang baru. Banyak keluarga kerajaan di dunia ini yang menanamkan modalnya untuk suatu usaha bahkan lebih. Yang terkenal tentu saja investasi keluarga Sultan Brunei yang meraksasa, lengkap dengan skandalnya [ingat kasus Amedeo-nya <em>playboy</em> Jefry Bolkiah si hedonis,  yang punya 2.000 mobil dan 17 pesawat? Ingat,  <em>yacht</em>-nya dinamai Tits, Nipple I dan Nipple II?]. Jadi cara kerajaan untuk bertahan adalah dengan berbisnis.</p>
<p>Nah, kalau ditilik dari kasus rokok Kraton [ejaan Jawa untuk "keraton" -- padahal kata Indonesia ini diserap dari bahasa Jawa], maka ada hal yang menarik. Tampaknya produsen mencoba mengambil tuah keraton untuk <em>branding</em> dengan harapan sukses di pasar.</p>
<p>Memang sih, Nurmagupita, putri keraton, berujar kepada <em>Kompas</em>, &#8220;Pemberian nama itu melalui semacam <em>polling</em> kepada masyarakat, dan kebanyakan setuju dengan nama itu. Kami tidak akan mengambil kesempatan di balik keberadaan Keraton Yogyakarta. Orang luar juga banyak yang menggunakan nama keraton, misalnya bakso keraton dan sebagainya&#8230;&#8221;</p>
<p>Dari sisi peneguhan peran, ya inilah kesempatan bagi Keraton Yogyakarta untuk memangku bumi, <a target="_blank" href="http://www.kompas.com/kompas-cetak/0308/11/daerah/485539.htm">menyejahterakan</a> hamba sahaya. :P Lantas kenapa teks peringatan bahaya rokok tanpa pencantuman &#8220;peringatan sultan&#8221; ya? :D</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/06/18/kretek-feodal-dari-priyayi-untuk-kawula/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Warna itu kasih</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/02/12/warna-itu-kasih/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/02/12/warna-itu-kasih/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Feb 2005 17:49:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/02/12/warna-itu-kasih/</guid>
		<description><![CDATA[<p> Wenter adalah cara sederhana sebagian masyarakat kita untuk bergaya. Silakan Anda tengok bualan saya tempo hari tentang wenter cap <a target="_blank" href="http://gombalabel.blogdrive.com/archive/cm-10_cy-2004_m-10_d-12_y-2004_o-0.html">Kresno</a>. Lantas bagaimana dengan wenter atau wentol cap Kalkun? Soal pilihan merek saya anggap ajaib, karena kalkun yang bukan dari Turki itu tak kita akrabi selayaknya kita mengakrabi ayam. Selain soal daging, kalkun [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img align="right" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/wentol-kalkun.jpg" /> Wenter adalah cara sederhana sebagian masyarakat kita untuk bergaya. Silakan Anda tengok bualan saya tempo hari tentang wenter cap <a target="_blank" href="http://gombalabel.blogdrive.com/archive/cm-10_cy-2004_m-10_d-12_y-2004_o-0.html"><strong>Kresno</strong></a>. Lantas bagaimana dengan wenter atau wentol cap Kalkun? Soal pilihan merek saya anggap ajaib, karena kalkun yang bukan dari Turki itu tak kita akrabi selayaknya kita mengakrabi ayam. Selain soal daging, kalkun [dari bahasa Belanda: <em>kalkoen</em>] yang tambun dan bersuara klok-klok-klok itu melambangkan apa sih? Tapi, ah, itu terserah si produsenlah. Soal fungsi, sudah jelas: &#8220;membaharui warna pakaian&#8221;. Yang belum jelas adalah kenapa ada &#8220;mbangun-trisno&#8221; [membangun kasih]? Sandang dengan warna baru, termasuk &#8220;kuning podang&#8221;, selain lebih hemat [pada saat produk garmen/konveksi masih mahal], mungkin juga diharapkan akan membawa tebaran kasih sayang yang mempersegar, yang memperbarui. <em>A renewable love</em>, begitulah. Selamat Hari Valentin[e]!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/02/12/warna-itu-kasih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Sang Pemutih</title>
		<link>http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/</link>
		<comments>http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 19 Jan 2005 05:28:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Antyo</dc:creator>
				<category><![CDATA[Rumah tangga]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/</guid>
		<description><![CDATA[<p></p> <p>Kumbokarno [Kumbakarna] mungkin bisa jengkel oleh salah satu dari ini. Pertama: larangan penggunaan pemutih pada label baju. Kedua: dia tak merasa sebagai pemutih pakaian. Urusan Kumbokarno adalah loyalitas sebagai bentuk tahu diri terhadap junjungannya, yaitu Prabu Dasamuka, dan memilih ikut melawan Rama. Dia bukan Wibisono [Wibisana] yang bersetia dengan kritis: hanya tunduk sepanjang perilaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img alt="kumbokarno pemutih pakaian" title="kumbokarno pemutih pakaian" src="http://img.photobucket.com/albums/v440/mase/gombalabel/kumbokarno.jpg" /></p>
<p>Kumbokarno [Kumbakarna] mungkin bisa jengkel oleh salah satu dari ini. Pertama: larangan penggunaan pemutih pada label baju. Kedua: dia tak merasa sebagai pemutih pakaian. Urusan Kumbokarno adalah loyalitas sebagai bentuk tahu diri terhadap junjungannya, yaitu Prabu Dasamuka, dan memilih ikut melawan Rama. Dia bukan Wibisono [Wibisana] yang bersetia dengan kritis: hanya tunduk sepanjang perilaku junjungannya memang layak. Jadi apa urusan Kumbokarno dengan cuci-mencuci? Mungkin keteguhannya untuk memutihkan tanpa pandang warna kain. Yang putih semakin putih. Yang berwarna akan memudar dan akhirnya memutih. Gitu &#8216;kali. Sori.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://label.blogombal.org/2005/01/19/sang-pemutih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

